Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
kapan lagi sih dicintai sama CEO hebat


__ADS_3

Reni membersihkan mobil barunya sedangkan Rena mengerjakan proyek kantornya, berangkat kerja Rena yang bawa mobil sedangkan pulang kerja Reni yang bawa mobil. Rena dan Reni sengaja membeli mobil satu untuk barengan dan ada motor yang sering dipakai barengan untuk belanja ke pasar


" Enggak sabar deh jemput bapak dan mamak tinggal di Jakarta, kita bisa jalan jalan setiap hari"Ucap Reni bahagia, akhirnya dalam sekejap impiannya bisa terwujud


" Sabar, rumahnya lagi dirapihkan biar kesini semuanya sudah siap, apa lagi kamu sudah mendapatkan pacar orang kaya. mamak pasti bangga sama kamu." Puji Rena ngelihat adiknya


" Kaka kenapa nolak Dani sih, walaupun belum mencintai Dani kan lama kelamaan pasti ada rasa nyaman dan cinta, kapan lagi sih ka dicintai sama CEO hebat seperti Dani." Lanjut Reni melihat kakaknya, Rena asik gambar desain rumah kontrakan sesuai. permintaan client


" Kalo jodoh pasti Dani akan berusaha lagi mendapatkan cinta Kaka, kalo nyerah yaah berarti enggak jodoh. memang enggak mencintai mau bagaimana dong, beda sama kamu yang memang mencintai Ikhsan wajar langsung nerima kan." Lanjut Rena yang melihat adiknya seakan memaksa untuk menerima cintanya Dani


" Yah semoga kalian jodoh" Lanjut Reni penuh harap


Reni mengeringkan tangannya untuk membuat desain sesuai permintaan client, Reni berusaha fokus membuat detail desainnya tampak depan, samping, belakang,dan dalam rumah.


Dilain sisi, Dani dan Ikhsan merasa kesepian biasanya mau tidur ada yang menemani olahraga panas sebelum tidur dan sekarang semenjak Ratna dan susi hamil sekaligus diasingkan, sekarang mereka merasa kesepian akhirnya Ikhsan mengajak Dani untuk pergi ke cafe untuk bersantai sampai pagi. saat menikmati minuman ada dua perempuan yang datang menggoda.

__ADS_1


" Hayo ikut saya, saya sudah mengantuk." Ucap Dani setengah sadar


perempuan yang diajak Dani enggak merespon sama sekali, tapi mengikuti kemanapun Dani membawanya, beda sama Ikhsan walaupun dia sudah setengah sadar tapi Ikhsan masih bisa berfikir dampak olahraga panas kalo malam ini melakunnya, hati dan pikirannya dipenuhi sama Reni. perempuan original yang membuat Ikhsan enggak mau lagi melakukan kebebasan cukup melakukan kebodohan sama Ratna. Ikhsan mengabaikan perempuan yang ada disampingnya berusaha jalan menuju mobil untuk tidur disana.


Dilain sisi, Ratna membuat kesibukan selama di Villa, Ratna mulai belajar menjahit, bodyguard membawa mesin jahit yang diinginkan Ratna. sedangkan Susi masih setia malas malasan dari pada mencari kesibukan.


" Saya sudah membelikan bahan jahitan dan buku panduan untuk menjahit yang baik dan benar" Ucap bodyguard, Bodyguard nunjuk barang barang yang sudah dibeli nya


" Terimakasih yah, akhirnya ada kegiatan juga, bisa bikin baju anak pelan pelan." Ucap Ratna optimis


" Belajar juga bikin baju untuk Ikhsan." Batin Ratna optimis


" Yah dijalani saja susi, hasilnya buat anak sendiri kan." Lanjut Ratna santai


" Yah sudah kalo butuh apapun hubungi saya saja, saya selalu standby apapun yang kalian butuh kan." Lanjut bodyguard yang jagain Ratna

__ADS_1


" Beres" Lanjut Ratna santai


Ratna mempelajari cara menggunakan mesin jahit sedang Susi sibuk makan, selama hamil porsi makan Susi meningkat dalam sehari bisa Lima kali makan nasi dan beberapakali makan cemilan.


Dilain sisi, Burhan dan Farhat bodyguard yang menemani Susi dan Ratna duduk santai di dapur, Burhan perlahan mulai nyaman didekat Susi, walaupun perempuan itu memandangnya enggak lebih sebagai penjaga Susi.


" Saya nyaman didekat Susi, rasa kepedulian saya membuat saya bahagia didekat Susi." Ucap Burhan sambil menikmati roti


" Jangan merebut Susi dari pak Dani walaupun mereka nikah sirih tapi mereka suami istri, jangan jadi plakor mana enak jadi pembicaraan orang." Ucap Farhat


" Saya sadar diri tenang saja, kasihan juga masa kehamilan enggak bahagia sama sekali, Cara ketemu mereka juga salah sih jadinya sengsara sendiri." Lanjut Burhan sedih, rasa nyaman yang salah ke istri majikannya walaupun dicampakkan tapi Susi istrinya Dani dan kehidupan Dani jauh lebih baik dari pada dirinya


" Syukurlah kalo kamu sadar diri, kehidupan kita belum mampu maksimal memberikan kehidupan yang layak jadi jangan main api." Tegas Farhat melihat Burhan


" Iyah bro" Lanjut Burhan pasrah

__ADS_1


Burhan dan Farhat menikmati makanan mereka, Ratna jadi lebih rajin masak selama tinggal di Villa dibandingkan Susi yang masih santai enggak mau melakukan apapun.


Jangan lupa like, komentar, hadiah, dan vote nya.


__ADS_2