
Reni kesal sekali karena Ikhsan dengan mudah pergi dari rumahnya, Reni dan Rena terpaksa harus ketemu lagi sama Dani dan Ikhsan membahas gaji terakhir mereka.
" Sayang akhirnya kesini lagi" Ucap Ikhsan bahagia melihat Reni datang ke kantor Dani
" Bukannya pak Dani yang minta kesini untuk memberikan gaji terakhir kita? padahal transfer bisa kenapa bikin ribet?" Tanya Reni kesel berasa dikerjain
" Jangan galak begitu sayang, yah sudah kita tunggu saja Dani. soalnya dia lagi rapat." Lanjut Ikhsan, jalan santai mendekati Reni
" Mau apa kamu?" Tanya Reni kwatir, Reni mundur melihat Ikhsan mendekatinya
" Kenapa takut seperti ini Reni, kita kan masih jadian? masa sama pacar sendiri takut seperti ini sih?" Tanya Ikhsan sedih melihat ekspresi ketakutan Reni
__ADS_1
" Dia sudah stres Reni, kita tunggu di lobi saja." Ucap Rena kesal, dikerjain seperti ini.
" Sudah disini saja, saya enggak akan Melukan apapun sama kalian kok, Reni saya masih mencintai kamu, mau kan kita kembali seperti dulu, saya tulus mencintai kamu, saya enggak mau menyakiti kamu dengan alasan apapun. jadi saya mohon kasih saya kesempatan." Lanjut Ikhsan penuh harap
" Enak saja, saya sudah kecewa sama kamu Ikhsan, saat saya memberikan kamu kesempatan justru dibelakang saya kamu melakukan kesalahan fatal, apa lagi bawa bawa nama ka Rena dalam kegagalan Susi membujuk ka Rena, dan kamu masih aktif panjat pinang sama Susi dan Ratna. saya enggak ingin memiliki suami yang punya kebiasaan buruk seliar itu. saya dan kakak Rena perempuan baik baik yang mengharapkan laki laki yang baik juga, bukan seperti kebiasaan buruk kamu dan Dani. maaf saya enggak ingin memiliki aib untuk keluarga besar saya mohon ikhlas dan mengerti Ikhsan." Tegas Reni panjang kali lebar, sejujurnya Reni enggak mau putus dari Ikhsan, tapi Reni enggak mau memiliki pacar dan akhirnya jadi suami yang memiliki hobi liar panjat pinang kemana mana dan tega siksa orang lain.
' Saya rela kehilangan sampah liar seperti Ratna, dan rela kehilangan anak saya. yang penting kita bisa bersatu, dan saya enggak akan mengusik mereka demi kamu jadi mau yah kembali." Lanjut Ikhsan, Ikhsan nahan emosi karena selalu ditolak sama Reni
" Oke kalo enggak mau balikan, jangan harap dua sampah itu bisa nikah, Ratna selamanya akan saya gantung status nya biar dia kesulitan membesarkan anak itu sendiria." Ancam Ikhsan melihat Reni berharap Reni mau berubah pikiran
" Tega sekali kamu Ikhsan, yuk pulang dari pada ladenin laki laki seperti Ikhsan." Tegas Rena kesal, Rena langsung tarik tangannya Reni dan mengabaikan Ikhsan begitu saja.
__ADS_1
" Terserah kalian, mau tega nyiksa orang lain atau memberikan kesempatan untuk saya dan Dani balikan sama kalian, ingaat kebahagian dua sampah itu tergantung kalian" Teriak Ikhsan penuh emosi
Rena dan Reni enggak peduli sama ancaman Ikhsan, keputusan Rena dan Reni sudah bulat untuk meninggalkan cowok tega seperti Dani dan Ikhsan.
Dilain sisi, Ratna merasa kelelahan seharian melayani banyak pembeli, memilih untuk istirahat perutnya Ratna terasa keram.
" Sayang, wajah kamu pucat sekali, kita ke rumah sakit yah?" Tanya Burhan cemas melihat Ratna yang pucat dan lemes
" Aku tidur saja yah sayang, setelah tidur pasti lebih enakan badan aku yah." Bujuk Ratna, Ratna memilih tidur di kamar bawah sampai karamnya hilang
" Yah sudah istirahat yah sayang, kalo ada apa apa telefon aku yah. selamat istirahat sayang" Lanjut Burhan, Burhan mencium wajahnya Ratna penuh cinta. Burhan memberikan selimut ke Ratna dan mengatur suhu AC supaya enggak terlalu dingin untuk Ratna.
__ADS_1