
Dani, Ikhsan, Susi,dan Ratna. masuk kedalam villa duluan membiarkan Burhan dan Joko membawa barang barangnya dan belanjaan tadi.
" Tenang bro, mereka cuman sebentar saja kok kebersamaannya, pagi sampai sore bisa bersama Susi dan Ratna. biarkan pak Dani dan pak Ikhsan menjalankan kewajiban mereka sebagai suami cuman di malam hari saja." Bujuk Burhan, Burhan faham sifatnya Joko yang cepat marah
" Bener bro, baik saya akan ekstra sabar supaya enggak kehilangan Susi, dan enggak tega melihat dia sedih terus" Ucap Joko pasrah
" Yah sudah yuk masuk kedalam, kita buat kan mereka minum terutama kesayangan kita." Lanjut Burhan, Burhan jalan duluan masuk kedalam Villa.
Dilain sisi, Ratna dan Susi makan dengan lahap, Dani dan Ikhsan yang melihatnya langsung ngelus perut istri masing masing selama Ratna dan Susi makan.
" Anak papi, makan yang banyak yah supaya selalu sehat selama sembilan bulan. enggak sabar mau lihat anak pertama aku." Ucap Dani manja, Dani mencium perut buncitnya Susi
" Sama sayang, aku yang mengandung saja selalu penasaran apa lagi setiap USG, semakin penasaran dan enggak sabar beli kebutuhan anak kita." Ucap Susi bahagia, bahagia bisa bersama Dani malam ini
" Aku buat baju anak kita sayang, walaupun enggak tahu yang akan lahir laki laki atau perempuan, tapi aku buatkan yang bisa dipakai dikeduanya." Ucap Ratna bangga, sambil melihat Ikhsan
" Serius bunda, mau dong lihat sayang apa ada didalam kamar?" Tanya Ikhsan penasaran
" Ada sayang, banyak sekali sayang, baju anak baru lahir sampai umur tiga bulan sayang. Dani juga sudah ada bajunya" Lanjut Ratna melihat Dani dan Ikhsan bersamaan
" Mau lihat" Lanjut Dani dan Ikhsan bersama
" Setelah makan kita lihatnya bareng bareng yah" Ucap Dani, Dani ngelus lembut rambut Susi
Dani suapin Susi dengan mesra, membuat Susi bahagia mendapatkan perhatian dari Dani, Ikhsan yang mendapatkan telefon Reni langsung menjauh enggak ingin suara Susi dan Ratna kedengaran sama Reni. Ratna yang tahu Ikhsan menerima telefon dari Reni berusaha cuek, Ratna bermanja-manja sama Dani juga membuat Dani merasa bahagia kehidupan bebasnya dikelilingi wanita wanita cantik
" Kalian tahu enggak, saya dan Ikhsan sudah enggak sebebas dulu loh yang asal sosor." Ucap Dani bangga
" Oh yah kenapa?" Tanya Ratna penasaran
" Karena takut ada yang ngisi lagi cukup kalian berdua dan lebih penting sih, takut ketahuan sama Rena dan Reni. kalian yang terakhir diajak bebas seperti ini, enggak akan ada perempuan yang lain lagi." Lanjut Dani mau berubah demi Rena
__ADS_1
" Oh mau berubah lebih baik karena takut ketauan sama si kembar yah, tapi ikut bahagia kalo kalian mau berubah seenggaknya kebebasan cuman milik aku dan Ratna saja dihidup kalian" Ucap Susi merasa iri
" Kenapa lemes begitu, iri? kalian enggak pantas iri sama mereka, mereka perempuan baik baik harus dijaga perasaannya sedangkan kalian, kalian perempuan bebas enggak punya hak untuk dijaga hati dan nama baik" Ucap Ikhsan dengan santai, Ikhsan duduk disampingnya Ratna
" Astaga Ikhsan, tega sekali." Batin Ratna sedih mendengar ucapan Ikhsan barusan
" Ke kamar yuk sayang, aku sudah ngantuk dan mau panjat pinang." Ucap Ratna berusaha santai, Ratna enggak ingin merespon ucapan Ikhsan barusan
" Hayo lah" Lanjut Dani ceria, Dani mengajak Susi ke kamar sedangkan Ikhsan mengajak Ratna ke kamarnya dan melakukan olahraga sebelum tidur.
**************************
Dani pagi pagi sekali sudah jalan ke rumah sakit bareng Ikhsan, Dani yang rindu sama Rena tentunya Ingin segera sampai di rumah sakit.
" Kaka yakin mau ditemani sama Dani?" Tanya Rena ragu
" Iyah yakin, sudah sana kalian berdua berangkat kerja. sore belikan cemilan yah" Ucap Rena melihat Reni
Rena yang melihat adiknya keluar langsung duduk dan melihat Dani, Rena merasa benci melihat Dani tapi entah apa yang membuat Rena sangat membencinya sampai saat ini.
" Kepala sakit sekali." Teriak Rena sambil pegang kepalanya.
" Kamu kenapa Rena?" Tanya Dani kwartir, Dani pencet tombol pemanggil dokter
Dani membantu Renna rebahan, Dani bener bener kwartir melihat kondisinya Rena saat ini, dokter akhirnya datang dan langsung memeriksa Rena, dokter memberikan obat penghilang rasa nyeri
" Apa yang dibicarakan sampai pasien bisa kesatikitan?" Tanya dokter penasaran
" Enggak bahas apapun dok, saya cuman lihat Rena rebahan saja tapi tiba tiba kepala dia kesakitan seperti ini." Ucap Dani jujur
" Ada yang aneh, pasti ada masa lalu yang menyakiti pasien sampai seperti ini." Batin dokter curiga
__ADS_1
" Yah sudah kalo pasien sudah sadar tolong diajak ngobrol pasien, kalo kesakitan lagi tolong berhenti dan biarkan pasien istirahat dan minta jangan memikirkan apapun." Saran dokter menatap Dani dengan tatapan curiga
" Baik dokter, saya akan ikuti saran dokter." Lanjut Dani, Danni lihat Rena dengan perasaan enggak tega.
" Kalo begitu, saya kembali ke ruangan saya dulu.permisi" Lanjut dokter, dokter meninggalkan Dani dengan perasaan penasaran dan curiga
Dani duduk disampingnya Rena, Dani sesekali main handphone nya, Dani ingin sekali pegang tangannya Rena tapi enggak berani sembarangan pegang pegang
Dilain sisi, Burhan belajar bikin baju untuk calon anaknya Ratna, Burhan ingin memberikan barang yang berharga untuk Ratna dan bisa sering dipakai.
" Sayang, bagaimana baju aku apa rapih?" Tanya Burhan pegang baju yang dibuatnya
" Bagus sekali sayang, terimakasih yah mau ikutan capek buatin baju untuk anak aku, jadi terharu aku sayang." Ucap Ratna, Ratna meluk Burhan dengan rasa bahagia
"Sama sama sayang, sudah yuk istirahat kamu sudah capek dari tadi menjahit terus." Lanjut Burhan, Burhan mencium wajahnya Burhan
" Sayang aku pengen, yuk kekamar kamu yah." Goda Ratna, selama ada Ikhsan dan Dani waktu kebersamaan Burhan berkurang.
" Asik dapat jatah, ya sudah hayo" Lanjut Burhan, Burhan merapihkan meja jahitnya Ratna, Burhan pegang tangannya Ratna dan membantu Ratna jalan ke kamarnya.
Dilain sisi, Joko terus menggerakkan pinggangnya dengan pelan, membuat Susi menikmatiiiii pergerakan pinggangnya Joko dan tangannya menari dengan indah di badannya Susi membuat Susi semakin mende sah menikmatiiiii setiap pergerakan yang diberikan Joko
" Aaahhhh, Joko sayang luar biasa, aku suka sekali sama pergerakan pinggang kamu sayang aaaahhhhh." Desa yang Susi, Susi peluk Joko yang polos didepannya.
" Aku bahagia sekali sayang, aku bahagia kalo kamu selalu menikmatiii olahraga indah yang aku berikan sayang" Lanjut Joko, Joko menghapus keringat yang membasahi wajah dan dadaadadada putihnya Susi dan sesekali menciumnya
" Rasanya ingin terus seperti ini sayang, aaaahhhhh" ******* Susi, Susi melihat Joko yang puas akan hasraasttttrnya terlampiaskan
" Terimakasih sayang, hayo mandi aku bantu yah sayang." Bujuk Joko
Joko membantu Susi untuk berdiri, dan sama sama jalan ke kamar mandi, awalnya Joko ingin panjat pinang lebih lama tapi enggak tega melihat Susi menikmati kesakitannya.
__ADS_1
Sambil nungguin new episode, jangan lupa mampir ke karya karya saya dan jangan lupa like, komentar,dan hadiahnya.