Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Panik ya panik lah masa enggak


__ADS_3

Danu semakin geram sama Dani dan Ikhsan, Danu memerintahkan Joko dan Burhan ngajak Susi dan Ratna ke restoran yang sudah ditentukan sama Danu. Danu sengaja ngajak rapat Dani, Ikhsan, Rena, dan Reni.


" Kita pergi ke restoran, memangnya boleh sama Dani?" Tanya Susi kwatir


" Sekarang sudah enggak ada ketakutan sama Dani dan Ikhsan, kita bukan karyawan mereka sayang, bebas mau ngajak kalian kemana pun kita ingin kan." Ucap Joko, Joko pegang tangannya Susi


" Kalian enggak usah cemas sayang, kita pastikan semuanya aman. kita nikmati makan kita sekarang, Dede bayi butuh makanan enak." Ucap Burhan, Burhan ngelus lembut perutnya Ratna


" Iyah sayang, aku percaya sama apa yang kamu lakukan." Ucap Ratna lembut melihat Burhan


" Iyah sayang, tenang saja." Lanjut Burhan, Burhan mencium wajahnya Ratna


Dilain sisi, Danu, Dani, Eka, Ikhsan, Rena, dan Reni. rapat pembahasan pembangunan klinik milik Danu, Danu baca chat dari Burhan senyum puas karena Burhan sudah sampai Jakarta, dan siap siap ke restoran yang dibilang sama Danu.


" Sebentar lagi akan ada drama kecil, siap siap hancur kamu Dani dan Ikhsan" Bantin Danu senyum licik


" Pembangunannya sudah mau selesai, semua bahan bangunan lengkap." Ucap Rena membuka rapat


" Bagaimana dengan obat obatan untuk karyawan, apa ada kekurangan?" Tanya Danu, Danu ingin menjamin tukang bangunan dari perusahaan Dani terpenuhi dengan maksimal


" Sudah lengkap Danu, ada perawat juga disana semuanya aman." Ucap Reni


Deg


Dani melihat Joko, Burhan,Susi,dan Ratna. masuk kedalam restoran wajahnya Dani berubah mencari pucat dan gugup, Dani bener bener semakin ketakutan ketahuan rahasianya.


" Sial, Danu menjebak seperti ini." Batin Dani resah


" Kita nanti akan menambahkan lift khusus, untuk tempat anak anak dan lansia, supaya mempermudah bawanya." Ucap Rena, Rena melihat Dani yang enggak bisa diem


" Pak Dani, anda kenapa?" Tanya Rena formal


" Panik ya panik lah masa enggak, pasti lihat istri kamu kan disini" Bisik Eka melihat Dani cemas


" Sial, sengaja sekali kalian." Bisik Dani kesel


" Kalian jalan kesebelh kiri, seolah tanpa sengaja ketemu." Perintah Danu lewat whatsphapp dikirim ke Joko


" Pak Dani, anda kurang sehat, apa mau saya periksa?" Tanya Danu senyum sinis melihat Dani


" Loh pak Dani dan pak Ikhsan, apa kabar." Tanya Joko mendadak, Joko menjalankan perintah Danu

__ADS_1


" Loh kamu perempuan yang waktu itu kan." Ucap Reni melihat Ratna


" Iyah, apa kabar." Ucap Ratna basa basi


" Aw perut sakit sekali." sambung Ratna, Ratna bohongan sambil pegang perutnya. Ratna sudah tahu rencana Danu


" Bu, anda enggak kenapa kenapa." Ucap Burhan pura pura sakit


" Dia bukan istri kamu?" Tanya Rena melihat Burhan


" Bukan, dia mantan majikan saya." Lanjut Burhan pura pura sakit


" Perut saya kram, tolong ayah, aw" Lanjut Ratna dengan sengaja.


" Ayah, maksudnya siapa?" Tanya Reni penasaran, Reni lihat Danu, Eka, Ikhsan, dan Dani.


" Kita bawa perempuan itu ke rumah sakit sekarang." Ucap Ikhsan panik, Ikhsan kwatir anaknya ada masalah


Tanpa Ikhsan sadari Ikhsan gendong Ratna yang pura pura kesakitan, Reni yang melihat sikapnya Ikhsan merasa aneh dan enggak mau memperkeruh keadaan melihat perempuan kesakitan didepannya.


" Ikhsan bodoh, rasa kwatirnya menghancurkan segalanya." Batin Dani semakin panik sama sikapnya Ikhsan yang mendadak gendong Ratna keluar dari restoran


Danu dengan sengaja minta Ikhsan satu mobil dengannya bareng Burhan dan dan Reni, Reni bisa melihat wajah paniknya Ikhsan melihat Ratna ke sakitan


" Kita bawa ke klinik Kaka saya sekarang" Perintah Danu melihat Burhan


" Baik pak" Ucap Burhan pura pura panik


" Sayang" Ucap Reni dengan lirih, Reni sudah enggak bisa menahan rasa cemburu dan penasarannya.


" Ma, maaf sayang, aku reflek nolong dia, dia ada disamping aku. jiwa sosial aku yang mendorong untuk otomatis gendong dia. maaf kalo membuat kamu cemburu sayang." Ucap Ikhsan kwatir, Ikhsan baru sadar akan kecerobohannya


Ratna dengan gerakan cepat pegang tangannya Ikhsan, pura pura ngigau. membuat Ikhsan dan Reni membulatkan matanya mendengar ocehan Ratna


" Ada apa ribut dibelakang?" Tanya Danu pura pura


" Enggak ada apa apa dokter Danu." Ucap Reni nahan nangis, dada Reni terasa sesak saat Ratna dianggap tanpa sadar sebut Ikhsan ayah sayang tolong anak kita.


" Oh, begitu, bagaimana kondisinya?" Tanya Danu pura pura


" Ngigau dok, apa masih lama kliniknya?" Tanya Reni lirih

__ADS_1


" Sayang" Lanjut Ikhsan, Ikhsan berusaha pegang bahunya Reni tapi langsung di tepis


" Kamu berhutang penjelasan sama aku" Lanjut Reni, Reni buang muka enggak sanggup melihat wajah paniknya Ikhsan


Dilain sisi, Dani gugup duduk ditengah tengah Rena dan Susi, sedangkan Eka duduk disampingnya Joko.


" Baru tahu perempuan itu hamil, kapan nikahnya? Bukannya pernah jalan bareng kamu kan sayang?" Tanya Rena penasaran


" Itu sudah lama sayang, aku juga enggak tahu dia nikah kapan." Ucap Dani berusaha santai


" Sial, Susi sengaja sekali gandeng tangan saya. mau bilang lepaskan ada Rena astaga. mereka bener bener menjebak sekali." Batin Dani penuh frustasi


" Dia kasihan loh Bu Rena, lagi hamil besar di tinggal selingkuh sama suaminya, padahal sudah punya istri lagi hamil enggak di anggap. makannya saya dan Burhan yang pernah kerja ditempatnya. ngajak jalan jalan." Sindir Joko, Joko melihat Dani yang terlihat panik


" Yah Allah, jahat dan tega, kamu tahu siapa suaminya? Saya enggak tega perempuan disakiti seperti ini loh, saya enggak bisa membayangkan betapa tersiksanya perempuan itu di Madu dan di cuekin saat hamil seperti ini. butuh perhatian padahal" Ucap Rena sedih, Rena melihat Dani berusaha narik tangannya


" Kamu ngapain pegang tangannya Dani?" Tanya Rena penasaran


" Biar Dani yang jelaskan siapa saya, ya kan sayang" Ucap Susi dengan cuek


" Ada apa sebenarnya" Ucap Rena lirih, Rena merasa dibohongi


" Setelah ketemu perempuan tadi, kita akan jelaskan semuanya Rena." Ucap Eka dengan terus terang


" Jadi semua ini disengaja" Lanjut Rena, Rena nutup mulutnya.


" Tenang lah, kita akan akhiri semuanya" lanjut Eka dengan santai


Dani mendorong badannya Susi sampai terlempar ngebentur pintu mobil, Dani berusaha membujuk Rena tapi di cuekin sama Rena selama di perjalanan ke klinik Rena enggak berhenti nangis, ngerasa bodoh dibohongi, Rena memilih diam tanpa mendengar kalimat Dani yang penuh dusta.


Dilain sisi, Ratna kembali normal, dan bisa jalan dengan baik membuat Reni penasaran sebenarnya ada apa dan merasa ada kebohongan besar didepan mata.


" Semuanya kita jelaskan saat Dani dan Rena sampai disini" Ucap Danu lirih, Danu enggak tega melihat air matanya Reni


" Berarti kamu tahu semuanya selama ini?' Tanya Reni enggak menyangka


" Baru beberapa bulan ini Reni, saya dan Eka enggak tega kamu dan Rena dibohongi terlalu lama dan perempuan ini jauh dari suaminya, saya sebagai dokter mempedulikan psikis pasien yang lagi mengandung dan masa depan anak nya. terpaksa saya lakukan pertemuan ini." Lanjut Danu terus terang


" Kamu kenapa diem saja? apa enggak ada pembelaan sama sekali?" Lanjut Rena lirih


" Maaf kan aku sayang" Ucap Ikhsan menyesal, marah, dan kesel. enggak menyangka Danu secepat ini membongkar kebohongannya selama ini

__ADS_1


__ADS_2