Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Mereka siapanya Ikhsan dan Dani


__ADS_3

Danu melihat jam ditangannya langsung bersiap siap ketemu clientnya di sebuah Mall di kota Bogor, Danu bersiap siap untuk pulang sebelum meninggalkan rumah sakit Danu menyempatkan diri untuk memeriksa kondisinya Rena. Reni yang melihat kedatangan Danu langsung berdiri dan membiarkan Danu memeriksa konsinyasi Rena.


" Kapan Kaka saya boleh pulang dok?" Tanya Reni melihat Danu


" Beberapa hari lagi lagi, kondisi fisiknya sudah mendingan dan soal kepalanya masih cedera. perlahan bantu Kaka kamu mengingat aktifas kalian, kalo Rena kesakitan berhenti jangan dipaksa " Perintah Danu melihat Rena, Danu senyum manis melihat Rena


" Serius dok?, Alhamdulillah kalo bisa cepat pulang dok. baik dok saya akan ikutin saran dokter Danu " Ucap Reni bahagia


" Alhamdulillah beberapa hari bisa terbebas dari sini, saya bosan dok kelamaan di rumah sakit " Protes Rena dengan terkekeh


" Iyah bener, yaah sudah saya pamit pulang dulu. permisi." Lanjut Danu ramah, Danu melihat Rena dengan senyum manisnya dan langsung keluar dari kamarnya Rena.


" Alhamdulillah yah ka, jadi semangat yah kita. supaya kita bisa pulang ke rumah ka." Lanjut Reni bahagia


" Rumah? memangnya kita punya rumah? atau ngontrak?" Tanya Rena penasaran


" Rumah kita berdua ka, pakai nama ka Rena kalo mobil atas nama saya ka. Alhamdulillah kita selalu mendapatkan bonus dari Dani ka dia atasan kita ka, setiap mendapatkan bonus kita nabung untuk beli rumah dan mobil. Alhamdulillah dalam waktu sebulan kita mampu beli rumah mewah dan mobil ka." Penjelasan Reni, Reni duduk disampingnya Rena


Rena pegang kepalanya, serpihan serpihan muncul lagi di kepalanya Rena, Rena langsung pegang kepalanya dan berusaha rebahan. Reni ingin memberikan obat tapi dilarang Rena supaya membiarkan dirinya sakit.


" Saya akan berusaha tidur Reni, enggak usah kwatir yah Kaka baik baik saja." Ucap Rena berubah santai


" Baik lah ka, istirahat saja yah, saya mau nyicil mengerjakan pekerjaan kita." Ucap Reni sedih, Reni sedih lagi lagi Rena harus seperti ini

__ADS_1


Reni mengambil alat gambarnya, Reni berusaha fokus bekerja sesekali melihat Rena yang sudah tenang, sedangkan Rena berusaha diem membiarkan Reni bekerja


Dilain sisi, Danu yang lagi rapat sama clientnya harus gagal fokus, Danu melihat dua orang yang enggak asing beberapa hari dia ketemu di rumah sakit.


" Itu kan Ikhsan temennya Rena dan Reni, mereka sama siapa? ibu hamil itu siapa mereka? sepertinya harus diselidiki kasihan kalo Rena dan Reni dibohongi sama mereka." Batin Danu, Danu memperhatikan Ikhsan, Ratna, Susi,dan Dani. masuk kedalam butik khusus perempuan.


" Pak Danu? Anda kenapa?" Tanya Eka melihat Danu melamun


" Kalo begitu saya permisi dulu dokter, saya harapkan anda dan asisten anda mau jadi dokter relawan dikampung saya." Ucap kepala desa


" Nanti kami kabaarin lagi, kalo begitu kami permisi dulu." Ucap Danu, mata Danu fokus ke butik yang tadi dimasukin Ikhsan dan Dani


Eka melihat Danu langsung jalan dan menuju butik yang tadi diperhatikannya, Eka ikutin kemana pun Danu pergi tanpa bertanya sama sekali. setibanya di Butik Ikhsan kaget melihat Danu dan Eka masuk kedalam Butik yang sama.


" Ayah kenapa melamun?" Tanya Ratna bingung melihat Ikhsan


" Gawat, dia mau kesini harus bagaimana sekarang?" Batin Ikhsan semakin panik


Danu melihat Ikhsan salah tingkah, semakin yakin ada yang aneh dari temen pasiennya.


" Eh pak Ikhsan, apa kabar pak?" Tanya Danu basa basi


" Alhamdulillah baik dokter, bagimana keadaan Rena dok?" Tanya Ikhsan berusaha santai

__ADS_1


" Sudah membaik pak, kemungkinan dua hari lagi akan pulang ke rumah pak." Lanjut Danu berusaha santai


" Ini Istri anda?Cantik sekali, hamil berapa bulan?' Sambung Danu semakin penasaran


" Alhamdulillah kalo Rena sebentar lagi pulang, dia hamil empat bulan dok, dan dia Kaka saya dokter bukan istri saya." Lanjut Ikhsan gugup


" Teganya kamu sayang" Batin Ratna sedih


" Oh kakaknya, yah sudah saya mau lanjut beli kado lagi permisi." Lanjut Danu bohong, matanya Danu melihat tangannya Ikhsan awalnya gandeng Ratna dan sekarang dilepas


" Harus selidiki, kasihan kalo mereka dipermainkan" Batin Danu mulai emosi


Danu langsung meninggalkan Ratna dan Ikhsan begitu saja, Eka yang melihat percakapan Danu, yakin dengan apa yang difikirkan Danu. Danu tipe cowok yang penasaran, apa lagi hal hal yang aneh baginya enggak akan sungkan untuk ikut campur selama Danu kenal.


" Bahaya Sayang, rahasia aku enggak akan lama lagi terbongkar, aku takut kehilangan Reni." Ucap Ikhsan lirih


" Memangnya dia dokter yang merawat Rena?" Tanya Ratna penasaran


" Iyah sayang, aku enggak melihat kedatangan dia, lebih baik sekarang kita pulang, aku menyesal sekali menemani kamu belanja hari ini." Bentak Ikhsan kesel, Ikhsan jalan meninggalkan Ratna begitu saja


" Yah allah, kenapa takdir hidup ku punya suami Setega Ikhsan seperti ini." Ucap Ratna lirih, air mata Ratna enggak terasa turun begitu saja


Ratna langsung jalan menyusul Ikhsan yang jalan duluan, hati Ratna hancur dan merasa bersalah sebenarnya Ratna salah satu korban keegoisan Ikhsan dan Dani

__ADS_1


__ADS_2