
Susi langsung membahas tujuannya ke Jakarta dan berusaha membujuk Rena dan Reni untuk kembali sama Dani dan Ikhsan. memuji perubahan kebiasaan liarnya dan Ikhsan setelah mengenal Rena dan Reni.
" Kita enggak mau memaksa orang yang enggak mencintai kita, kita Ikhlas kalian kembali sama Dani dan Ikhsan. kita mengikat pernikahan karena kesalahan dan kita melepaskan ikatan pernikahan sirih karena sadar akan kesalahan." Ucap Susi jujur, Susi merasa menderita selama rumah tangga bareng Dani sama sekali enggak merasa diperhatikan dan dipedulikan bahkan selalu diasingkan dipindahkan karena takut ketahuan sama Rena dan Reni.
" Sama saya juga ingin melepaskan Ikhsan untuk kamu Reni, karena saya sudah mendapatkan laki laki yang bener bener mencintai saya dan memperlakukan saya sangat baik, saya bisa melihat setiap hari Ikhsan memuji kamu membuat saya berfikir mungkin kalian berjodoh dan kamu yang mampu merubah kebiasaan liar Ikhsan." Ucap Ratna jujur, Ratna sudah enggak peduli lagi sama status ayah biologis yang penting ke bahagiaannya saat ini.
" Dengan mudah melepaskan Ikhsan demi saya, kamu enggak memikirkan bagaimana nanti anaknya tanya siapa ayah kandungnya?" Tanya Reni enggak percaya Ratna bisa dengan mudah melepaskan suaminya
" Setelah di talak, saya langsung ngurus nikah resmi sama orang yang peduli sama saya dan selalu ada untuk saya, untuk apa mempertahankan sesuatu yang bukan milik saya. enggak akan bahagia Reni, sampai kapan pun kalo hati, fikiran, dan perhatian nya untuk kamu untuk apa di pertahankan." Lanjut Ratna
" Tapi saya enggak mau dianggap pelakor dan merebut suami orang, maaf saya enggak bisa menerima Dani lagi, apa lagi saya sempet kecelakaan dan amnesia karena saya melihat mantannya Dani. maaf" Tegas Rena, Rena berusaha enggak mau egois
" Kalo kamu?" Tanya Ratna penuh harap melihat Reni
" Kamu beneran rela saya sama Ikhsan, dan janji enggak muncul di kehidupan saya dan Ikhsan setelah kalian cerai?" Tanya Reni, reni enggak bisa hidup tanpa Ikhsan apa lagi karena Ikhsan kehidupannya berubah seratus persen
" Saya janji dan enggak ada niatan sama sekali untuk kembali sama Ikhsan. karena saya enggak mencintai Ikhsan sama sekali.' Lanjut Ratna meyakinkan Reni, apa lagi nasip Burhan ada ditangannya sekarang.
" Kaka terserah kamu saja Reni, kalo kamu mau bahagia kembali sama Ikhsan ya silahkan . memang benar sikap dan ucapan Ikhsan dan Dani ke kita bener bener dijaga dan enggak ada unsur mecccccyyuummm sama sekali." Lanjut Rena meyakinkan Reni, sedangkan dirinya ragu karena Rena paling males mendapat gelar pelakor
" Yakin ka, setiap orang ada masa lalu suram, tapi setiap orang punya hak yang sama mendapatkan kesempatan menjadi manusia yang baik." Lanjut Reni yakin, Reni memang merasakan sikap dan ucapan Ikhsan sopan dan enggak ada unsur mecccccyyuummm sama sekali
" Jadi kamu yakin mau balikan sama Ikhsan?" Tanya Rena dengan tegas
__ADS_1
" Yakin ka, kasian juga mereka kalo bertahan tapi enggak bahagia, dan perhatiannya ke saya kan. lebih jahat lagi bertahan tapi membiarkan mereka menderita." Lanjut Reni yakin untuk melanjutkan hubungannya
" Alhamdulillah Burhan terbebas dari siksaan" Batin Ratna bahagia dan merasa lega bisa nolong Burhan
" Terimakasih Reni, semoga kalian bisa melanjutkan hubungan kalian ke jenjang pernikahan resmi." Lanjut Ratna merasa lega
" Astaga nasipnya Joko" Batin Susi kwatir
" Kamu enggak mau memberikan Dani kesempatan kedua, dia selalu memuji kamu dan selalu memikirkan kamu. apa enggak mau berikan kesempatan" Lanjut Susi sedikit memaksa
" Kesempatan kedua sudah saya berikan saat saya sembuh total dari amnesia,dan sekarang saya semakin yakin untuk meninggalkan Dani enggak ada lagi rasa percaya sama Dani, maaf jadi kalian bercerai atau enggak itu bukan urusan saya." Tegas Rena enggak nyaman dan merasa di paksa
" Oh yah kalian enggak pesenn makanan?" Tanya Ratna mengalihkan pembicaraan
" Iyah ini mau pesan makanan" Lanjut Reni langsung berdiri
" Oke Reni" Lanjut Rena lirih
Rena merasa sedih sekali saat kesempatan kedua sudah diberikan kenyataan pahit harus dijalaninya, Dani enggak bisa setia dan seenaknya mempermainkan perasaan perempuan. Rena enggak ingin menjadi perempuan egois, secara enggak langsung kehadiran Rena menjadi penghancur rumah tangga Dani sama istrinya
Dilain sisi, Ikhsan bernafas lega karena Reni berhasil memberikan kesempatan kedua untuknya, Ikhsan enggak akan mengecewakan Reni lagi, perempuan yang bener bener dicintainya.
" Selamat bro sebentar lagi balikan." Ucap Dani lirih, segitu dalamnya rasa kecewanya Rena
__ADS_1
" Alhamdulillah bro, yang sabar yah bro, kalo kalian jodoh pasti ada saja kok jalan untuk balikan." Ucap Ikhsan, sejujurnya Ikhsan enggak tega melihat Dani galau karena enggak bisa memiliki Rena lagi
" Siap siap Joko disiksa didepan Susi secara langsung, dan Susi akan menjadi budak ranjang saya, saya enggak akan memakai hati tapi memakai emosi" Lanjut Dani terpaksa, karena Susi hubungannya sama Rena hancur.
" Lakukan sesuka kamu Dani, hidup empat sampah itu dibawah tangan kita, jadi suka suka lah sama mereka." Lanjut Ikhsan, Ikhsan sejujurnya males Burhan enggak dikerjain sama lima waria
" Beres, kita langsung antar perempuan sampah itu, biar kita melihat wajah ketakutan dan wajah jijik saat tongkat ajaibnya dipegang sama waria secara bergantian." Lanjut Dani merinding membayangkannya.
" Hahahaha, kalo engga stres yah bunuh diri Joko, disiksa sama lima waria secara langsung dan gantian." Lanjut Ikhsan ketawa puas
" Hayo lah jemput dua sampah, terus kita lihat muka ketakutannya Joko saat kita datang." Lanjut Dani, Dani merapihkan meja kerjanya.
Ikhsan dan Dani siap siap untuk pulang, sejujurnya Ikhsan males untuk ikut tapi Ikhsan penasaran sama reaksi Joko saat dihukum nanti
Dilain sisi, Ratna dan Reni ngobrol santai sambil makan, sedangkan Rena dan Susi saling diam sibuk sama fikiran masing masing.
" Kalian pulangnya sama siapa?' Tanya Rena penasaran, Rena ingin tahu kelanjutan kehidupannya Susi
" Kita berdua saja kok Rena, memangnya kenapa?" Tanya Susi penasaran
" Bagaimana kalo kita antar saja, kasihan kan kalo kalian naik umum terlalu lama, sekalian kita mau jalan jalan di Tegal." Lanjut Rena semakin penasaran
" Enggak usah Rena terimakasih, lagian kan masih jam kerja juga kan. masa harus bolos kerja karena kita. nanti Ikhsan pasti salah faham. kalian kan mau balikan." Ucap Ratna, Ratna enggak ingin Rena dan Reni tahu kenyataan kehidupan mereka, apa lagi sekarang Joko lagi nunggu hukuman menjijikkannya.
__ADS_1
" Ya bener juga sih, yah sudah deh kapan kapan saja yah" Lanjut Rena kecewa karena rencananya gagal.
Rena, Reni, Susi, dan Ratna siap siap untuk pulang, Susi was was sama hukuman yang diberikan Dani ke Joko sekarang