Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Kepanikan Dani


__ADS_3

Dani dan Rena menikmati kuliner malam di kota Palembang, Dani yang sudah terbiasa kuliner disini langsung ajak Rena. Rena cuman ikutin saja kemana pun Dani ngajak makan dan jalan jalan. Rena merasa bahagia didekat Dani. saat menikmati makan malam Dani langsung melotot melihat perempuan seksi dan cantik lagi ngantri untuk beli makanan ditempat yang sama.


" Sial, ngapain dia disini, bisa bahaya kalo Rena tahu kebiasaan buruk saya astaga." Batin Dani panik melihat perempuan yang sering diajak rebahan


" Dani kamu kenapa? kok melamun?" Tanya Rena Penasaran


" Saya enggak enak badan Rena, kita ke apotik yuk beli obat." Ucap Dani gugup, Dani langsung narik tangannya Rena


" Tapi makanan nya bagaimana? baru dimakan separo?" Tanya Rena bingung


" Biarkan saja, saya bener bener enggak enak badan." Lanjut Dani panik


Dani langsung ajak Rena pergi, Dani terpaksa ajak Rena jalan muter untuk meninggalkan angkringan yang mesajikan makanan khas Palembang, Rena cuman pasrah ikutin keinginan Dani untuk ke apotik.


Dilain sisi, Burhan dan Joko menyiapkan makanan untuk Susi dan Ratna, hubungan mereka awalnya diam diam lama kelamaan ketahuan satu sama lainnya.


" Makan malam spesial buat ibu hamil sudah siap." Ucap Burhan, Burhan membawa masakannya ke Susi.


" Terimakasih sayang, kita sepiring berdua yah." Ucap Susi manja melihat Burhan


" Boleh sayang, aku suapin yah." Lanjut Burhan bahagia, Burhan langsung suapin Susi dengan pelan setelah itu suapin buat dirinya sendiri


" Susi kamu sudah beli baju anak?" Tanya Ratna sambil menikmati masakan Joko


" Belum nanti saja, mungkin pas sudah tahu jenis kelaminnya saja. rencana nya saya dan Dani yang beli kalo dia mau tapi kalo enggak yah beli sama kesayangan saya Burhan." Lanjut Susi cuek


" Oh nunggu tahu jenis kelamin anak, yah sudah saya juga deh, tapi baju yang bisa dipakai cewek dan cowok sudah banyak saya jahit. kamu mau?" Tanya Ratna melihat susi manja manjaan sama selingkuhannya.

__ADS_1


" Mau deh dua puluh yah, lumayan punya hasil karya kamu." Lanjut Susi santai


" Sayang, nanti malam panjat pinang sama aku mau yah?" Tanya Joko melihat Susi


" Boleh sayang" Lanjut Susi, Susi menjalankan kebebasan sama Burhan dan Joko menghindari jatuh cinta.


" Yah sudah setelah selesai makan kita rebahan di kamar masing masing yah, Burhan sayang siap siap buat nanti yah." Goda Ratna terpaksa, Ratna selama tinggal di Villa berusaha hemat enggak ingin boros, walaupun pemberian Ikhsan lebih dari cukup tapi Ratna ingin menjadi istri yang bisa mengatur keuangan yang diberikan sama Ikhsan.


setelah makan Ratna dan Burhan jalan ke kamarnya Ratna sedangkan Joko membantu Susi jalan ke kamarnya. beruntungnya di Villa cuman tinggal berempat saja ART yang diperintahkan jagain Susi dan Ratna sudah diberhentikan mencegah ketahuan Dani dan Ikhsan kalo istri istrinya selingkuh selama tinggal di Villa. beruntungnya mereka enggak banyak tanya.


Dilain sisi, Reni merasa merasa kesepian tanpa ada Rena di rumah, Ikhsan minta ART dirumahnya untuk menemani Reni selama Rena diluar kota, dan merahasiakan kebiasaan buruk Iksan dan Dani selama ini.


" Nona kenapa?" Tanya bik Sum melihat Rena melamun di ruang santai


" Kangen sama ka Rena bik Sum, baru pertama kali kita menjalankan aktifitas sendiri seperti ini, kemanapun saya pergi selalu ada ka Rena begitu juga sebaliknya." Ucap Reni sedih


" Namanya saudara kangen seperti itu wajar nona, tapi kalian kan sudah dewasa jadi biasakan diri untuk melakukan apapun tanpa saudara. dulu bik Sum juga sama nona, enggak biasa merantau hidup sendirian di Jakarta bosan dan sepi, tapi sadar usia dan keadaan akan memaksa kita untuk hidup mandiri nona. jadi jangan sedih seperti ini nona maaf yah." Lanjut bik Sum merasa engga enak menasehati temen bosnya.


"Sama sama nona, yah sudah bibik Mau istirahat oh yah kalo mau makan sudah bibik masak cemilan buat nona, tuan Ikhsan bilang nona suka merasa lapar di malam hari." Lanjut Bik Sum berdiri


" Yah sudah saya juga kembali ke kamar, terimakasih bik Sum atas sarannya." Lanjut Reni lega


" Oke nona" Lanjut bik Sum


Reni langsung jalan ke kamarnya, Reni berusaha membiasakan diri tanpa ada Rena enggak harus sedih sedih terus, Reni mencoba mengirimkan WhatsApp ke Ikhsan tapi enggak direspon. membuat Rena siap siap untuk tidur.


Dilain Sisi, Ikhsan malas tidur sendirian, Ikhsan melihat jam didinding masih jam tujuh malam, Ikhsan dilema mau ngapain malam ini. akhirnya Ikhsan memerintahkan bodyguard untuk membawa Ratna ke rumahnya. dan besok kembali ke Villa.

__ADS_1


" Apapun yang kamu ingin kan aku selalu turutin sayang" Ucap Ratna manja, Ratna sangat bahagia karena malam ini menemani suaminya rebahan bareng.


" Kamu kesini setiap malam saja yah, supaya saya enggak mencari perempuan lain. saya takut melakukan kesalahan yang sama." Ucap Ikhsan, tangannya Ikhsan menari dengan indah di badannya Ratna


" Enggak masalah sayang, terimakasih sudah memberikan aku kesempatan untuk bersama sayang. seenggaknya aku enggak merasa kesepian." Lanjut Ratna bohong


" Yah sudah yuk ke kamar, kasihan anak kita kalo kamu kecapean." Lanjut Ikhsan gandeng Ratna, Ikhsan langsung ngajak Ratna ke kamarnya untuk istirahat.


" Yah begini lah nasip jadi selingkuhan majikan sendiri, mengantarkan Ratna setiap malam ke sini, pasti Ratna bahagia setiap malam ketemu sama Ikhsan huff." Batin Burhan, beruntungnya Burhan belum melakukan apapun jadi Ratna bisa ke Jakarta dengan santai.


Burhan langsung ke kamarnya dengan perasaan hancur dan sakit hati, enggak bisa marah dan cemburu karena diawal Susi dan Ratna sudah menegaskan hubungan mereka karena kebutuhan bukan karena cinta. saat suaminya ingin ketemu enggak boleh menunjukan rasa cemburu dan kesel sama sekali.


Dilain sisi, Ikhsan tersenyum mendengar kondisi anaknya baik baik saja, Ikhsan membayangkan punya banyak anak dari Ratna dan Reni suatu saat nanti. rumahnya pasti semakin ramai semakin banyak anak.


" Memangnya kapan mau ajak nikah Reni?" Tanya Ratna berusaha santai, Ratna enggak ingin menunjukan rasa cemburu dan keselnya karena enggak ingin menghilangkan kesempatan kebersamaan seperti ini lagi.


" Entah lah, Rena dan Reni belum jemput orang tuanya untuk tinggal disini, mungkin setelah dua tahun tinggal di Jakarta baru melamar Reni, aku enggak sabar ingin memiliki banyak anak." Ucap Ikhsan, tangannya Ikhsan menari dengan indah di badannya Ratna


" Dua tahun lagi, anak kita sudah satu tahun umurnya, bakal punya mamah tiri, enggak sabar mau lihat kamu punya anak dari Reni dan semakin banyak anak sama aku sayang." Lanjut Ratna santai


" Iyah sayang, terimakasih yah enggak merusak malam ini dengan amarah cemburu kamu." Puji Ikhsan bahagia melihat istrinya mulai berubah


" Aku belajar ikhlas dan sabar sayang, aku mencintai kamu, dan enggak ingin kehilangan kamu sayang." Lanjut Ratna melihat Ikhsan penuh cinta.


" Maaf yah rasa cinta aku sepenuhnya untuk Reni, tapi perhatian aku usahakan berikan dengan adil ke kamu." Lanjut Ikhsan, sejujurnya Ikhsan enggak ingin memiliki dua istri tapi menikahi Ratna karena terpaksa, Ikhsan hanya ingin menikah sama perempuan yang bener bener dicintainya.


" Enggak masalah sayang, disamping kamu sudah membuat aku bahagia, mendapatkan perhatian selama hamil sudah lebih dari cukup sayang. tenang saja aku enggak akan mengganggu kebahagian kamu." Lanjut Ratna senyum semanis mungkin

__ADS_1


Ikhsan mendengar ucapan istrinya merasa lega dan bahagia, Ikhsan enggak perlu kwartir Ratna mengacaukan kebahagiaan bersama Reni. setelah Ikhsan berangkat kerja Ratna langsung pulang ke Villa tanpa membawa banyak baju. karena Ratna datang malam dan paginya sudah pulang lagi.


Jangan lupa like, komentar, hadiah,dan Votenya.


__ADS_2