Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Sewa Villa seminggu


__ADS_3

Rena merasa lega pesan tiket dan sewa villa sudah beres, merasa beruntung karena villa yang didekat sama villanya Dani di sewa sama pemiliknya. setelah jenguk Danu membuat Rena mengatur rencana untuk ketemu sama Susi dan Ratna.


" Beruntungnya anak buahnya Danu masih bebas, bisa dengan mudah dibayar untuk memantau keseharian Susi dan Ratna. enggak akan dibiarkan Reni disakiti lagi sama buaya seperti Ikhsan." Ucap Rena, Rena masuk kedalam mobil, dan perlahan meninggalkan tempat tinggal barunya Danu untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya.


Dilain sisi, Ikhsan mengajak Reni jalan jalan ke danau untuk mengisi waktu luang sebelum kembali ke kantor.


" Sayang, pemandangannya indah sekali sayang." Ucap Reni bahagia, bisa melihat danau yang indah pemandangannya.


" Iyah sayang, aku sering kesini sayang, untuk mencari inspirasi bikin denah rumah atau taman gitu sayang, dan Alhamdulillah selalu dapat inspirasi aku." Ucap Ikhsan terus terang


" Kesini sama siapa?" Tanya Reni penasaran


" Sendiri sayang, aku butuh ketenangan kalo kerjaan lagi mumet sayang." Lanjut Ikhsan, Ikhsan faham sama pertanyaan Reni yang curiga dan cemburu


" Oh sendirian dikirain ada temennya sayang" Lanjut Reni, Reni yang curiga seketika jadi lega sama jawaban Ikhsan


" Sayang, beli jajanan di sana yuk" Lanjut Ikhsan, Ikhsan mengalihkan pembicaraan.


" Boleh sayang hayo, aku ingin menikmati jajanan disini." Lanjut Reni


Dilain sisi, Burhan perlahan suapin Ratna makan, sesekali ngelus pelan perutnya Ratna yang sudah terlihat buncit.


" Banyak makan yah sayang, supaya anak kita tetep sehat." Ucap Burhan, Burhan mencium keningnya Ratna


" Iyah sayang, aku makan banyak nih. calon ayah juga harus banyak makan juga yah supaya selalu sehat temani aku tumbuh kembang bersama bunda." Ucap Ratna, Ratna sudah enggak kaku lagi godain Burhan karena sebentar lagi Burhan jadi suami resminya.


" Duh calon ayah dan bunda so sweet sekali, cepetan habiskan makanan kalian nanti saya habiskan loh" Protes Susii kesel, iri karena Ratna bisa bahagia sampai sekarang setelah melewati halangan dan rintangan yang ada.


" Iyah bude, maaf yah" Lanjut Ratna merasa enggak tega, bermesraan didepan Susi apa lagi membuat Susi merasa iri dan sedih.

__ADS_1


Dilain sisi, Rena diam diam ketemu sama mantan anak buahnya Danu, Rena mengatur cara supaya Ratna dan Susi mau jujur apa saja yang dilakukan Ikhsan dan Dani setiap datang ke villa.


" Tenang saja Bu, mungkin kita manfaatkan ibu Susi saja Bu, kita pastikan enggak ada anak buahnya pak Dani dan pak Ikhsan." Ucap mantan karyawan Danu


" Bagus atur semuanya, berapapun bayarannya akan saya bayar, kalo ketahuan suruh ketemu sama saya dan jangan sakitin Susi." Tegas Rena, Rena sudah tahu betapa kejamnya Dani kalo sudah marah besar apa lagi pasangannya direbut paksa apapun alasannya.


" Baik nona, kita akan kerjakan perintah nona, saya tahu tempat yang biasa Susi kunjungi, saya akan menjebak Susi nona apa lagi Susi sudah keguguran dengan mudah menjebaknya dan sekarang yang temani mereka waria untuk takut takutkan Burhan." Lanjut Mantan anak buahnya Danu


" Bagus rencananya, atur saja bagaimana enaknya, setelah selesai laporkan saya biar sisanya saya yang urus. selama seminggu harus selesai." Tegas Rena, Rena ingin memanfaatkan waktu kunjungan kerja melihat langsung keadaan mantan istrinya Dani dan apa saja yang dilakukan Dani selama ke Villa


Dilain sisi, Dani yang tahu Rena pergi dari tadi merasa cemas, enggak biasanya Rena pergi sendirian apa lagi selama ini.


" Apa lebih baik telefon Reni yah, jadi kwartir Rena pergi terlalu lama seperti ini" Ucap Dani kwatir


" Seperti gangsing saja bro, ada apa sih gelisah seperti itu?" Tanya Ikhsan, Ikhsan masuk kedalam ruangan Dani.


" Yah susah saya saja yang telefon, jangan ke Reni dulu kalo kita bisa cari tahu." Lanjut Ikhsan berusaha tenang, salah langkah bisa bisa Reni ngambek lagi


Ikhsan langsung ambil handphone didalam jasnya, Ikhsan langsung menghubungi nomor Rena. panggilan ke lima akhirnya Rena angkat panggilan Ikhsan


" Kamu dimana Rena? jam istirahat sebentar lagi selesai?" Tanya Ikhsan saat saluran telefon terhubung


" Maaf, saya sudah dijalan ke kantor kok. saya kejebak macet. yah sudah yah saya lagi baawa mobil" Ucap Rena disebrang telefon


" Yah sudah kalo begitu, saya tunggu di kantor." Lanjut Ikhsan, Ikhsan mematikan teleponnya.


" Rena sudah dijalan mau kesini, saran saya jangan kepo jangan bikin Rena risih sama kamu Dani." Tegas Ikhsan, Ikhsan enggak ingin Dani melakukan kesalahan apapun


" Beres beres deh, walaupun penasaran pergi kemana Rena sampai pergi selama ini." Lanjut Dani mulai kepo

__ADS_1


" Entahlah, saya enggak ingin ada drama apapun lagi, sudah cukup kebodohan kamu yah." Tegas Ikhsan menatap Dani


" Cerewet sudah sana kembali ke ruangan kamu" Usir Dani, Dani kembali ke meja kebesarannya.


" Huh" Protes Ikhsan kesel, Ikhsan nurut saja kembali ke ruangannya, lupa sama tujuannya keriangannya Dani.


Dilain sisi, Rena langsung jalan cepat masuk kedalam ruangannya, bersyukur sepuluh menit lagi masuk jam kerja. Reni yang melihat Kaka nya baru datang langsung jalan menghampiri Rena.


" Dari mana ka?" Tanya Reni penasaran


Rena bukannya menjawab tapi membisikan sesuatu ke Reni, membuat Reni ngangguk mengerti.


" Yah sudah Kaka mau kerja yah.". Ucap Rena santai, Rena jalan ke mejanya


" Pantas ka Rena yang mau ke Tegal, diam diam ada rencana sendiri ternyata" Batin Reni, Reni juga penasaran sama hasil yang dilakukan Rena nanti


Dilain sisi, Mantan anak buahnya Danu sekarang menjadi bodyguardnya Rena, Rena ingin memiliki karyawan yang bisa diandalkan demi misinya, Rena merasa aneh bukan seorang bos tapi punya anak buah sendiri.


" Jebak Susi gambar bro, kapan mau kesana?" Tanya Erik


" Besok saja yuk, apa masih ada waria atau enggaknya, beruntung yah kita mendapatkan pekerjaan juga, setelah tuan Danu mempertanggung jawabkan kesalahannya." Ucap Ibnu


" Iyah Alhamdulillah rezeki kita, melakukan pekerjaan yang sama dengan bos yang berbeda." Lanjut Erik lega, karena pekerjaan sebelumnya sudah berjalan tinggal kelanjutannya memantau kegiatan Burhan, Susi, dan Ratna.


Dilain sisi, Rena bersikap santai dan biasa saja saat rapat bareng Dani, Rena menatap layar monitor dengan fokus engga ingin melihat Dani kwatir kebawa perasaan yang akhirnya galau sendiri.


" Di Tegal proyek pembangunannya sudah tujuh puluh persen, itu artinya mau selesai." Ucap Rena, Rena membaca laporan yang dikirim mandor ke Rena lewat email


" Alhamdulillah Rena, kalo lancar pembangunan di sana." Ucap Dani lega, Dani salut sama Rena karena selalu ada penambahan biaya demi cadangan kwatir butuh apapun enggak mempersulit pembangunan.

__ADS_1


__ADS_2