
Ikhsan yang sudah tahu dirinya diberikan kesempatan sama Reni pura pura jemput Reni, Dani sengaja ikut serta jemput Reni ingin sekali ketemuan sama Rena karena sangat rindu sama Rena.
" Enaknya yang sudah baikan" Ucap Dani lirih
" Alhamdulillah bro, saya juga enggak menyangka Reni mau memberikan kesempatan kedua untuk saya" Ucap Ikhsan sedikit bangga
" Saaya akan berjuang sendirian demi cinta saya ke Rena" Lanjut Dani optimis
" Amin bro, semangat memperjuangan yang sudah hilang untuk bisa kembali lagi" Lanjut Ikhsan, Ikhsan memarkirkan mobilnya didepan rumahnya Rena.
Dilain sisi, Rena dan Reni siap siap untuk berangkat kerja, Rena periksa kembali dokumen yang dibutuhkan hari ini untuk kerja.
" Semuanya sudah beres hayo de buruan berangkat sebelum macet" Ucap Rena semangat untuk memulai hari
" Iyah ka, ini juga sudah selesai kok." Ucap Reni, Reni enggak sabar ketemu sama Ikhsan
Rena menghentikan langkahnya saat melihat Dani dan ikhsan sudah berdiri didepan rumahnya, Rena setika membuang wajah dan nafas kasarnya.Berbeda sama Reni yang langsung diam saat mendengar ucapan Ikhsan untuk ajak balikan lagi.
" Aku menerima kamu kembali tolong bahagia kan aku, jangan ada lagi kebohongan atau rahasia apapun lagi. sampai itu terjadi saya dan Kaka saya enggak akan mau memaafkan kamu dan kita berdua bener bener keluar dari perusahaan karena males ketemu dan dimodusin lagi" Tegas Reni menatap Ikhsan
" Aku janji sayang, enggak akan ada lagi kebohongan ditengah tengah hubungan kita, aku semakin belajar untuk setia sayang masa lalu bikin aku kapok sayang, Kapok bikin orang yang aku cintai sakit hati dan sedih karena masa lalu aku sayang." Ucap Ikhsan meyakin kan
" Sayang, kasih aku kesempatan ke tiga sayang, kali ini aku bener bener janji enggak akan membuat kamu kecewa lagi please sayang" Bujuk Dani penuh harap
" Maaf pak Dani, saya enggak bisa dan saya harap Ikhsan enggak seperti anda yang sudah diberikan kesempatan justru mengecewakan dan sekarang minta balikan lagi maaf enggak bisa. biar kan lah keadaan seperti ini dulu, kalo memang kita berjodoh pasti akan ada jalan untuk balikan lagi, dan tolong jangan bikin saya risih saat di kantor karena saya ingin profesional dalam bekerja pak." Tegas Rena, Rena berusaha santai menghadapi Dani, Rena berusaha menghargai Dani sebagai atasannya saat di kantor.
__ADS_1
" Baik lah kalo itu mau kamu saya hargai, tapi kita boleh kan tetep berteman biasa saya janji enggak akan modus modus kamu lagi. supaya kamu bisa betah bekerja Rena." Lanjut Dani ngalah dari pada Rena semakin marah
" Oke boleh, saya harap kamu bisa pegang ucapan sendiri." Lanjut Rena berusaha senyum
" Alhamdulillah berteman juga baik kok, dari pada musuhan. yaah sudah yuk ke kantor" Lanjut Reni, Reni lega Kaka nya baikan sama Dani walaupun status temen biasa
" Sayang, pakai mobil aku yah" Lanjut Ikhsan penuh harap
" Terserah Dani dan ka Rena" Lanjut Reni lihat Dani dan Rena bersamaan
" Silahkan saja" Lanjut Rena dan ikhsan bersamaan
Ikhsan senyum bahagia dan langsung ajak Reni jalan ke mobil, begitu juga dengan Rena dan Dani yang masuk mobilnya Rena.
Dilain sisi, Ratna merasa enggak tega melihat kondisinya Susi semenjak kepergian Joko jadi lebih banyak melamun dan perlakuan Dani sebelum pulang pun membuat Susi badannya sakit semua.
" Ini semua bukan salah kamu Susi, kita kan enggak ada yang tahu kalo akhirnya Joko meninggalkan dunia ini kan. sudah ikhlas kan saja Susi, ini semua bukan salah kamu kok." Ucap Ratna lirih, Ratna mengerti perasaannya Susi sekarang dan merasa enggak tega melihatnya.
" Sekarang kita harus lebih ikhlas lagi menjalankan kehidupan ini bertiga, dan jangan melakukan kesalahan apapun, karena kita sudah tahu betapa kejamnya Dani dan Ikhsan ke kita kan." Lanjut Burhan, rasanya ingin sekali menikahi Susi juga supaya enggak merasa kesepian tapi enggak berani takut Dani semakin sadis ke Burhan, Susi, dan Ratna.
" Iyah Burhan, tapi tetep saja saya menyesal Burhan." Lanjut Susi nangis histeris, Susi meluk Ratna.
" Sekarang kita bebers villa ini baru kita temani Ratna cek kandungannya yah, sekalian jalan jalan untungnya Ikhsan masih kasih uang banyak untuk Ratna selama hamil, mungkin setelah melahirkan biaya kebutuhan anak andelin dari gaji yang dikasih saja." Lanjut Burhan pasrah, pasrah akan resiko dari perbuatannya selama ini, Dani enggak akan murka kalo enggak tahu dirinya selingkuhan Ratna dan enggak berusaha kabur
Dilain sisi, Danu dan Eka bener bener payah saat melawan Dani, sekarang kehidupan Danu dan Eka berubah drastis dan semua kemewahannya hilang selama mempertanggungjawabkan kesalahannya.
__ADS_1
' Dani bukan orang sembarangan aasrrrgghhh sial, salah cafi muzuh" Teriak Danu menyesal
" Saya juga enggak menyangka Ikhsan bisa mendapatkan dokumen itu, otomatis Dani langsung menyerang kita seperti ini. kehilangan harta dan kehilangan orang yang dicintai" Ucap Eka menyesal, menyesal turutin keinginan Danu untuk curang di rumah sakit dulu
" Pasti mereka sudah bahagia nih, sial sial kamu Dani." Teriak Danu frustasi
Danu bener bener dibuat enggak berdaya sama Dani, Danu bener bener enggak bisa bebas karena Dani mengancam orang orang yang berani bikin Danu pulang bakal menyesal
Dilain sisi, Ikhsan mencium tangannya Reni, penuh rasa syukur dan bahagia akhirnya bisa memiliki lagi orang yang di cintai nya.
" Sayang, Terimakasih yah sudah mau memberikan kesempatan kedua" Ucap Ikhsan bersyukur, Ikhsan melihat Rena dengan senyum bahagianya.
" Sama sama sayang, aku faham setiap manusia pasti akan berubah dan enggak ada salahnya memberikan kesempatan ke dua" Ucap Reni bahagia
" Iyah sayang, aku janji enggak akan menyakiti kamu lagi apapun alasannya" lanjut Ikhsan percaya diri
" Mantan kamu bagaimana nasibnya sayang, dia bakal nikah sama siapa? maaf aku kepo soalnya kan dia mengandung anak kamu." Lanjut Reni, Reni dari tadi melihat Ikhsan yang mengendarai mobilnya
" Sama Burhan, dia karyawan aku sayang dan dalam waktu dekat surat nikah mereka akan selesai, mereka nikah resmi soalnya aku enggak mau direpotkan sama urusan surat menyurat sayang, aku enggak mau hubungan kita di ganggu apapun alasannya." Lanjut Ikhsan jujur
" Karyawan sekaligus selingkuhannya Ratna selama ini" Batin Ikhsan kesel
Mobil yang dikendarai Ikhsan melewati kepadatan kendaraan pagi hari
Dilain sisi, Rena sepanjang perjalanan ke kantor cuman diem dan fokus sama pekerjaan yang lagi di lakukan, Dani sedih dan kesel dicuekin seperti ini sama Rena tujuannya mau modus tapi justru dianggap angin berlalu
__ADS_1
" Perempuan kalo sudah kecewa seperti ini ternyata astaga Rena" Batin Dani menyesal