Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Mereka harus disembunyikan dimana lagi


__ADS_3

Danu mengajak Dani, Rena, Reni, dan Ikhsan. rapat pembahasan pembangunan rumah untuk Joko dan Burhan. Dani merasa frustasi karena pembangunan rumah yang diinginkan Danu sangat dekat dengan rumah yang di ditempati Rena dan Reni.


" Astaga, mereka harus disembunyikan dimana lagi, takut. ketahuan ini bener bener ancaman untuk saya tuhan." Batin Dani frustasi, pusing memikirkan tempat tinggal Ratna dan Susi lagi


" Pak Dani, kenapa anda melamun?" Tanya Joko sengaja, Joko tahu apa yang difikirkan Dani saat ini.


" Ah, enggak apa apa kok. sepertinya yang akan memantau proyek ini saya sendiri, soalnya enggak semuanya bisa ikut melihat proyek ini." Tegas Dani, Dani enggak ingin Rena selalu ikut ke kota Tegal


" Enggak masalah pak" Ucap Rena, Rena merasa aneh sama ucapan Dani, tapi Rena enggak berani komentar bagaimana pun Dani tetep lah atasannya.


" Baiklah, pembangunan kapan di mulai? yang sering ke sini sepertinya Joko dan Burhan saja, sedangkan saya dan Eka kalo sempat akan kesini melihat pembangunan rumah impian mereka." Ucap Danu, Danu senyum sinis melihat Dani dan Ikhsan


" Sial, permainan apa lagi ini, kenapa mereka yang diutus, dengan mudah ketemu sama mantan mereka, harus gerak cepat disembunyikan." Batin Ikhsan cemas, cemas rencana nya akan ketahuan, apa lagi Ratna selalu ke rumah sakit


" Oh perwakilannya mereka, baiklah enggak masalah." Ucap Ikhsan berusaha santai


" Joko dan Burhan, mulai malam ini kalian tinggal disini, memantau langsung rumah impian kalian, soal perabotannya kalian enggak usah fikirian beli lah sesuai rumah impian kalian, kalian akan tinggal di apartemen saya." Ucap Eka, Eka tahu apartemen milikny Deket sama rumahnya Dani.


" Sial sial, mereka memperkecil pergerakan untuk ketemu mereka." Batin Ikhsan dan Dani frustasi, mereka semakin yakin ini semua jebakan untuk mereka.


" Siap pak bos, kalian berdua bos terbaik yang pernah kita punya.kita selalu bekerja dengan baik untuk membalas jasa kalian" Lanjut Burhan optimis


" Yah sudah, kita pamit dulu, sampai jumpa lagi pak Dani, pak Ikhsan, Rena, dan Reni." Lanjut Danu senyum ramah kearah Rena


" Terimakasih atas kepercayaan Danu untuk perusahaan kita untuk mengerjakan proyek proyek pembangunan." Ucap Reni tulus

__ADS_1


Danu menjabat karangannya Dani, Ikhsan, Rena, dan Reni. Danu senyum sinis melihat Dani dan Ikhsan. dan langsung pergi diikuti sama Eka, Joko, dan Burhan. senyum kemenangan terpancar jelas di bibir mereka masing masing


Dilain sisi, Susi mengerutkan keningnya membaca WhatsApp dari Dani, Susi dan Ratna diperintahkan untuk merapihkan barang barang mereka lagi sebentar lagi akan pindah, Susi minta bantuan ART untuk membantu Ratna merapihkan barang barangnya.


" Apa lagi ini, apa lagi yang mereka hadapi. sampai kita disuruh pindah lagi?' Tanya Susi jenuh, jenuh menghadapi masalahnya Dani dan Ikhsan.


" Entahlah, sepertinya ini ada hubungannya sama pacar mereka, dan dokter Danu sangat cerdas membuat mereka semakin panik membuat kita disuruh pindah lagi." Puji Ratna, Ratna akui Danu pasti memiliki niat untuk Dani dan Ikhsan, enggak akan bersusah payah membuat Dani dan Ikhsan sepanik ini


" Kita pasrah saja, bagaimana akhirnya toh Joko dan Burhan kerja ditempat dokter Danu dan asistennya. ini pasti ada campur tangan mereka juga" Lanjut Susi, Susi merapihkan barang barangnya.


" Mereka engga rela, kita enggak bisa bahagia masih dalam ikatan pernikahan sama Dani dan Ikhsan tapi selalu dicuekin dan enggak bahagia sama sekali." Lanjut Ratna bahagia, saat tahu Burhan kerja ditempatnya Danu dan Eka.


" Yah lah pasti, empat bulan hidup bareng, pasi tahu semuanya, kita pasrah akhirnya bagaimana sama hidup kita Ratna. walaupun kasihan Dani dan Ikhsan tapi itu karma dan balasan mereka yang semakin seenaknya sama hidup kita." Lanjut Susi, Susi sama sekali enggak peduli apa yang difikirkan Dani dan Ikhsan.


" Yah sudah kita siap siap, sebelum mereka datang. malas melihat mereka marah karena kita belum siap." Protes Susi kesel


Dilain sisi, Dani dan Ikhsan menatap kesal kearah Joko dan Burhan, mereka seolah melarang Dani dan Ikhsan untuk kabur lagi. Begitu banyak alasan Joko dan Burhan untuk tetep bersamanya.


" Kalian jangan belagu, karena sekarang enggak kerja sama kita, ingat Drajat kalian dan kita berbeda hah. jadi jangan sok akrab ngajak kita jalan." Bentak Ikhsan kesal.


" Kalian pilih mau ikut kita minum, atau waria waktu itu akan godain kalian bagaimana?" Ancam Joko menatap sinis kearah Dani dan Ikhsan penuh amarah


" Sial, berani ancam kita hah" Bentak Dani enggak terima diancam seperti ini.


" Terserah kalian, didepan sudah ada lima waria yang siap siap bersenang senang bareng kalian, kalo kalian enggak mau menerima ajakan kita." Ancaman Burhan, Burhan bisa melihat wajah ketakutan Dani dan Ikhsan

__ADS_1


" Apa mau kalian sebenernya hah, enggak mungkin ajak minum biasa dengan ancaman. bilang saja apa mau kalian sekarang." Bentak Ikhsan, Ikhsan mengepalkan tangannya menahan amarahnya.


" Kita enggak mau apa apa kok, cuman mau bersantai sama kalian saja, hayo lah cepat mau atau enggak. satu teriakan mereka akan masuk kesini bersamaan dan mereka akan melakukan hal yang sama yang pernah kalian perintah kan ke kita." Bentak Joko kesel, Cuman diajak minum saja banyak negosiasinya


" Baiklah, kalian mau minum dimana?" Tanya Dani pasrah


" Di tempat istri kalian sekarang, kita cuman sekedar minum saja setelah itu pulang kok. mau atau enggak?" Bentak Burhan senyum licik


Burhan menghindar saat Ikhsan mau menghajar wajahnya, justru Burhan berhasil membuat wajahnya Ikhsan babak belur


" Kalian bener bener sial, berani sekali menjebak kita hah." Bentak Dani penuh amarah, Dani membantu Ikhsan berdiri


" Kalian masuk lagi" Teriakan Joko, Joko senyum puas saat pintu terbuka, terlihat wajah lima waria masuk kedalam ruangan, membuat Dani dan Ikhsan merinding melihatnya.


" Itu lah, yang kita rasakan dulu saat kalian menyiksa kita dengan waria. sekarang kalian mau merasakan juga atau membiarkan kita minum ketemu sama Susi dan Ratna lagi bareng kalian. jawab?" Bentak Joko, Joko senyum kemenangan melihat Dani dan Ikhsan ketakutan


" Sehebat apa Danu, bisa bayar mahal semua ini." Bentak Dani semakin kesel


" Enggak perlu tahu kamu, sekarang buruan mau ajak kita ketemuan atau kalian bersenang senang sama mereka. merasakan menjijikan pedang samurai kalian dipegang sama mereka bergantian hah." Bentak Burhan, Burhan masih merinding mengingat akan siksaan yang diberikan Dani dan Ikhsan dulu


" Baik baik, kita akan kesana, kita akan minum sama perempuan perempuan liar itu puas kalian hah." Bentak Dani akhirnya pasrah juga, membiarkan ketemuan sama Susi dan Ratna sebelum dipindahkan


" Nah begitu dong dari tadi, dan untuk kalian waria kalian kembali ke tempat kalian." Lanjut Joko melihat kelima waria


" Yah enggak seru ah, enggak jadi bersenang senang sama mereka." Ucap salah satu waria kecewa. kelima waria akhirnya keluar dari ruangan dengan wajah ditekuk

__ADS_1


" Akhirnya mereka pergi juga, yah sudah hayo ketemu sama mereka. dasar licik." Bentak Dani kesel, kesel karena kalah sama mantan karyawannya sendiri.


__ADS_2