
Reni dan Danu membahas pembangunan klinik yang diinginkan sama Danu, Reni yang melihat Ikhsan di meja kasir langsung menghampiri Ikhsan dan Dani. membuat Ikhsan gugup karena kedatangan Reni mendadak
" Sayang, kenapa ada disini?" Tanya Reni penasaran
" Aku, aku temani Dani mau berobat sayang." Ucap Ikhsan gugup
" Sakit apa, semoga cepat sembuh Dani?" Ucap Reni melihat Dani
" Flu, kamu ngapain disini? Rena siapa yang jagain?" Tanya Dani mengalihkan pembicaraan
" ketemu dokter Danu, dia minta dibuatkan desain untuk klinik barunya, dan rencana nya akan saya kirim ke Dani kalo sudah rapih" Lanjut Reni
" Pak Dani, katanya buruan kalo mau dipindahkan" Ucap bodyguard, bisikin Dani.
" Maaf ya Reni saya pamit duluan, soal desain itu nanti kita bahas lagi. Ikhsan hayo" Lanjut Dani gugup
" Sayang maaf yah, aku pulang duluan masih ada urusan, kalo sudah selesai aku temui kamu yah sayang" Ucap Ikhsan merasa bersalah
" Iyah sayang, hati hati dijalan yah." Lanjut Reni
Dani, ikhsan, dan bodyguard langsung pergi meninggalkan Reni. Danu yang melihat Dani dan Ikhsan terlihat gugup dan ada yang disembunyikan, Danu mendadak pergi begitu saja meninggalkan Reni sendirian.
" Yah ditinggal begini, yah sudah deh ke kamarnya ka Rena saja." Lanjut Reni
__ADS_1
Reni langsung jalan menuju kamar perawatan Rena.
Dilain sisi, Danu melihat beberapa perawat yang bawa pasien perempuan, diikuti sama Dani dan Ikhsan, Danu yang penasaran pinjem motor karyawan rumah sakit, dan diam diam telefon Supir ambulan.
" Baik, tetep jalan sesuai prosedur yang kamu jalankan, saya cuman penasaran saja." Ucap Danu, Danu mematikan teleponnya.
Danu terus saja ikutin ambulan yang dimasukin Ikhsan dan Dani membawa perempuan waktu itu.
Dilain sisi, Ikhsan menatap Susi sejujurnya enggak tega harus keguguran selama ini sikapnya Dani terlalu cuek, Ikhsan enggak bisa membayangkan kalo Ratna keguguran juga bakal mempertahankan pernikahannya atau menceraikannya dan lebih fokus perhatian sama Reni.
" Bro kenapa ngelamun?" Tanya Dani penasaran
" Saya engga bisa bayangin Ratna yang keguguran bakal diceraikan atau dipertahankan pernikahan kita, tapi saya sih pengen punya punya anak pertama sama Reni masih jauh untuk komitmen kan." Ucap Ikhsan bingung
" Berfikir yang sama ternyata, apa sebaiknya saya ceraikan saja yah, saya lebih fokus ngejar cintanya Rena lagi. saya enggak mau punya banyak istri bro" Lanjut Dani sambil melihat Susi
" Saya setuju, saya lebih bebas sekarang mendekati Rena sudah lepas tanggung jawab saya. dia akan tetep jadi istri pajangan saya, sesekali saya ajak panjat pinang kalo butuh saja." Lanjut Dani dengan lantang, Dani menatap Susi dengan senyum sinisnya.
Danu yang terus mengikuti ambulans, terkejut melihat ambulans itu berhenti di rumah sakit pelangi, Danu tetep diam melihat petugas rumah sakit menurunkan Susi dan disusul sama Dani dan Ikhsan disampingnya dibawa masuk kedalam rumah sakit.
" Perempuan itu siapanya mereka, semakin mencurigakan saja, Eka harus secepatnya menyelidiki mereka. besok Rena sudah pulang dari rumah sakit." Batin Danu, Danu memilih istirahat sebentar di warung depan rumah sakit.
Dilain sisi, Reni melanjutkan membuat desain klinik yang diinginkan Danu, Reni merasa bahagia karena ada pesanan desain secara langsung seperti ini.
__ADS_1
" Ka, bagaimana bagus enggak?" Tanya Rena memperlihatkan hasil desainnya
" Bagus Reni, detailnya oke ada taman bermain untuk anak anak dan ruangannya juga bagus dan harganya boleh juga de. enggak sabar mau lihat hasilnya." Ucap Rena antusias
" Sama ka, oh yah besok kata Danu, Kaka sudah boleh pulang akhirnya yah ka. jadi kita bisa lebih bebas beraktifitas" Lanjut Reni
" Sudah bosan disini Reni, enggak melakukan apapun juga kan dan bisa kembali bekerja walaupun Kaka lupa tapi berusaha profesional saat bekerja." Lanjut Rena antusias
" Bener ka, yah sudah saya rapihkan baju bajunya yah yah, supaya besok sore setelah pulang kantor kita bisa pulang kerumah bareng" Lanjut Reni, Reni merapihkan barang barang kerjanya.
Reni langsung berdiri dan jalan ke lemarinya Rena, merapihkan baju bajunya Rena, sedangkan Rena melihat hasil desain yang dibuat Reni.
Dilain sisi, Danu mengepalkan tangannya saat mendengar penjelasan supir ambulan yang membawa Susi, Susi dengan sengaja dipindahkan ke rumah sakit pelangi dalam kondisi koma.
" Jadi kamu enggak tahu siapa suami perempuan tadi?" Tanya Danu penasaran
" Enggak tahu dok, dua lelaki itu enggak bilang apapun sama petugas di rumah sakit kita dan dirumah sakit ini, mereka cuman bilang pasien habis keguguran dan sekarang koma mau dirawat di rumah sakit ini saja." Penjelasan supir ambulans
" Apa yang mereka mereka sembunyikan, yah sudah kita kembali ke rumah sakit, terimakasih sudah memberikan informasi ke saya." Lanjut Danu semakin penasaran
" Dokter mau ikut ambulan atau naik motor, kalo naik ambulan biar saya yang bawa motor ini?" Tanya petugas rumah sakit
" Naik ambulans saja, terimakasih tawarannya." Lanjut Danu, Danu merasa lelah hampir sejam bawa motor malam malam tanpa pakai jaket.
__ADS_1
Danu langsung memberikan kunci motor dan masuk kedalam mobil, perlahan ambulan meninggalkan rumah sakit pelangi.
Sambil menunggu new episode jangan lupa mampir ke karya karya saya * CEO mencari istri*," TTM CEO tampan*,*jangan paksa aku jadi teman ranjangmu*,* Istri ke 2 ku wanita malam*