
Rena dan Reni masuk kedalam rumahnya, perasaan rindu dirasakan sama Reni akhirnya bisa kembali ke rumahnya bareng Rena. Reni mengambil minuman segar untuk Ikhsan dan Dani yang menemani Rena duduk diruang tamu.
" Rena kenapa diam saja, apa yang kamu pikirkan?" Tanya Dani lembut
" Entahlah Dani, saya enggak nyaman ada kamu bawaannya emosi terus maaf, makannya saya lebih banyak diam dari pada ngobrol sama kalian." Ucap Rena terus terang
" Enggak apa apa Rena, walaupun saya enggak tahu apa yang kamu rasakan saya berusaha memahami" Lanjut Dani senyum kecut
"Apa Rena merasakan kesel karena kecelakaan itu yah" Batin Dani sedih
" Oh yah kamu mau kembali kerja kapan?" Tanya Ikhsan mengalihkan pembicaraan
" Tiga hari lagi boleh?" Tanya Rena ragu, Rena tiba tiba pegang kepalanya yang terasa sakit.
" Rena, kamu kenapa?" Tanya Dani kwartir
" Saya, saya sakit kepala pusing sekali" Lanjut Rena semakin kuat pegang kepalanya
Dani berusaha memijit kepalanya Rena tanpa ijinnya, Ikhsan memberikan air yang ada didalam tasnya Rena.
" Maaf Rena." Ucap Dani, Dani melepaskan tangannya
" Enggak masalah Dani, terimakasih yah kepala saya sudah enakan, dan Ikhsan terimakasih juga airnya." Ucap Rena lemes
__ADS_1
" Sama sama Rena" Lanjut Dani
" Ka Rena kenapa, sakit kepala lagi?" Tanya Reni panik, Reni masuk keruang tamu sambil bawa cemilan dan minuman segar
" Iyah sayang, tapi sudah baikan kok tadi Dani pijitin kepalanya Rena." Ucap Ikhsan, Ikhsan pegang nampan yang dipegang Reni.
" Iyah Reni, kepala Kaka sudah enakan kok." Ucap Rena malu karena kepalanya dipegang sama orang lain pertama kalinya
" Oh begitu, hayo dimakan cemilannya dan minuman segarnya." Lanjut Reni
Reni duduk disampingnya Ikhsan, Reni mengambil cemilan untuk ikhsan, Reni merasa bahagia sekali akhirnya kebahagiaan kembali dengan sembuhnya Rena walaupun enggak sepenuhnya.
Dilain sisi, Susi perlahan membuka matanya, Susi melihat sekelilingnya dan melihat Joko disampingnya yang lagi tidur sambil pegang tangannya.
" Sayang" Ucap Susi lirih
" Aku kenapa ada disini sayang?" Tanya Susi penasaran
" Sabar yah sayang, setelah kamu kepeleset kamu keguguran sayang." Lanjut Joko, Joko langsung meluk Susi yang nangis histeris
" Aku aku keguguran, aku kehilangan anaknya Dani, enggak mungkin sayang aku enggak mau sayang" Teriak Susi histeris
" Tenang sayang, tenang yah, kamu masih bisa hamil lagi sayang." Lanjut Joko, Joko mencium kepalanya Susi penuh cinta
__ADS_1
" Susi Alhamdulillah kamu sudah sadar" Ucap Ratna dan Burhan masuk kedalam kamar perawatannya Susi
" Saya keguguran Ratna, kehilangan anak pertama Dani, saya takut diceraikan Dani saya enggak mau jadi janda." Teriak Susi histeris
" Kamu tenang Susi, masih ada Joko disamping kamu Susi. dia selalu ada menerima kamu Susi, tinggalkan Dani yang egois, kamu hamil saja dia cuek apa lagi sekarang, sudah waktunya kamu bahagia" Ucap Burhan terang terangan
" Burhan, kamu bicara apa sayang, Susi lagi sedih kehilangan anaknya kenapa kamu bicara seperti itu sayang? aku tahu kita engga bahagia dengan pernikahan ini, tapi kita enggak mau kehilangan kemewahan yang kita miliki dari mereka. terutama Susi, dia masih bisa menjalankan program atau apapun memberikan keturunan untuk Dani." Tegas Ratna, Ratna kesel sama Joko dan Burhan yang selalu menuntut untuk berpisah terus menerus.
" Tenang sayang tenang" Lanjut Joko, Joko semakin mempererat pelukannya.
" Aku enggak mau kehilangan segalanya." Teriak Susi, Susi mukul punggung belakangnya Joko
Burhan yang mendengar suara langkah kaki, langsung suruh Joko melepaskan pelukannya. Dokter masuk kedalam kamar perawatannya Susi, dokter langsung meriksa kondisinya Susi
" Anda masih bisa hamil Bu, tenang yah jangan sedih sedih. supaya anda bisa hamil lagi dan saya akan memberikan obat penguat rahim ibu. supaya bisa ngisi lagi." Ucap Dokter
" Dokter serius?" Tanya Susi penuh harap
" Serius Bu, tenang yah, mending sekarang anda makan dan setelah itu minum obat supaya cepat sehat Bu." Penjelasan dokter, sejujurnya dokter bingung siapa yang jadi suaminya Susi, karena dari awal sampai sekarang seolah disembunyikan.
" Baik dok, saya akan makan dok." Lanjut Susi mulai tenang.
" Saya ambilkan makanan ibu yah, ibu harus banyak makan." Ucap Joko, Joko mengambilkan makanan diatas meja dan dengan telaten suapin Susi
__ADS_1
Dokter langsung keluar dari kamar perawatannya Susi, Dokter yang melihat perhatian Burhan dan Joko menjadi aneh tapi berusaha cuek dan enggak ikut campur.
Sambil menunggu new episode jangan lupa mampir ke karya karya saya * CEO mencari istri*," TTM CEO tampan*,*jangan paksa aku jadi teman ranjangmu*,* Istri ke 2 ku wanita malam*, novel baru * Om ceo suami ku"