
Dani dan Iksan pulang ke rumah dengan perasaan bahagia, karena seharian bareng Rena dan Reni jalan jalan. Susi dan Ratna menunggu kedatangan Dani dan Iksan dengan perasaan bahagia, karena hasil tespek menunjukkan mereka hamil. Dani yang melihat Susi duduk manis diruang tamu langsung mencium bibirnya dengan kasar.
" Sayang ada yang mau kita bahas" Ucap Susi melepaskan ciumannya
" Mau bahas apa sih? mau dikamar?" Tanya Dani, tangannya Dani m3r3m45 pelan gunung kembarnya Susi
" Wajah kalian seperti nya bahagia sekali?" Tanya Ikhsan melihat wajahnya Susi dan Ratna dari tadi senyum terus
Ratna enggak menjawab pertanyaan Ikhsan, langsung ngajak Ikhsan duduk di sofa Ratna duduk dipangkunya Ikhsan sambil pegang tangannya Ikhsan supaya mau pegang perutnya.
" Aku hamil sayang, aku hamil anak kita." Ucap Ratna dengan bahagia, Ratna menunjukkan hasil tespeknya
" Aku juga sayang, akhir akhir ini kita kompak sekali merasa mual dan pusing akhirnya kita beli tespek dan hasilnya kita positif, aku mengandung anak kita Dani sayang." Ucap Susi bahagia, Susi kasih lihat hasil tespeknya
__ADS_1
" Apa kalian hamil? Ini enggak mungkin" Tanya Dani kaget mendengar ucapan Susi dan Ratna
" Yakin itu anak aku?" Tanya Ikhsan ragu
" Aku melakukan olahraga panas cuman sama kalian berdua secara bergantian, dan aku engga tahu ini anak siapa, begitu juga dengan Susi. aku enggak pernah melakukan olahraga panas selain sama kalian." Lanjut Ratna nahan amarahnya, bagaimana bisa Ikhsan ragu sama kelakuan sendiri
" Tapi saya masih mau bebas tanpa ikatan apapun, gugurkan kandungan kalian kalo masih mau disini." Bentak Dani kesel, Dani membuat Susi berdiri.
" Saya setuju sama ide kamu Ikhsan, biarkan mereka istri diatas kertas, bagaimana apa kalian setuju? saya nikahi Susi begitu juga Ikhsan menikahi Ratna tapi kalo saya ingin olahraga panas bareng Ratna dan Susi harus mau lakukan, kita akan tanggung biaya hidup kalian, urus akte lahir anak dan sebagainya. bagaimana?" Tanya Dani dengan serius
Ratna dan Susi memikirkan keinginan Dani dan Ikhsan, permintaan yang sangat tegaa bisa bisanya mereka mengasingkan Ratna dan Susi masih mau kebebasan tanpa ikatan resmi, tapi kebutuhan hidup sepenuhnya ditanggung.
" Baik saya setuju, asal anak ini punya bapak nya, saya enggak akan menggangu keinginan kalian, yang penting mau tanggung jawab." Lanjut Susi sedih menerima kenyataan pahit ini.
__ADS_1
" Kapan menikahi aku sayang" Lanjut Ratna melihat Ikhsan
" Besok saya urus semuanya, kalian jangan keluar rumah, kalo sudah siap kita akan nikah sirih kalian akan ditemani sama satu ART untuk merawat kalian, kita akan bikin surat perjanjian kalo kalian ingkar otomatis kita bercerai dengan kalimat talak berbeda sama nikah resmi." Lanjut Ikhsan tegas, Ikhsan sadar keadaan masa depan akan merusak kebahagiaan nya
" Saya setuju apapun yang kalian inginkan, besok periksa kandungan mau engga?" Tanya Susi melihat Dani penuh harap
" Boleh, di surat perjanjian harus kalian patuhi jangan seenaknya dari pada kita buang kalian" Bentak Dani frustasi, saat dirinya mengagumi wanita dengan kepribadiannya yang baik dan ramah harus ada cobaan seperti ini
" Apapun yang kalian minta kita turutin,ya sudah yuk istirahat sayang." Lanjut Susi pegang tangannya Dani
Susi, Dani,. Ikhsan, dan Ratna. langsung jalan ke kamar untuk istirahat, Dani merasa bersyukur Ikhsan selalu bisa diandalkan dalam situasi apapun.
jangan lupa like, komentar, hadiah,dan votenya. mksh 😘😘😍
__ADS_1