
Dani dan Ikhsan turun dari mobil dan langsung tersenyum bahagia melihat pujaan hatinya ada didepan rumah, Dani mengajak Rena dan Reni untuk merapihkan rumah barunya dan membeli perabotan rumah barunya. Rena dan Reni bersiap siap untuk ikut ke Mall. Rena dan Reni membeli tambahan perabotan untuk kamar tamu dan kamar orang tuanya.
" Kita ada hadiah untuk kalian, semoga kalian suka." Ucap Ikhsan menatap Reni penuh cinta
" Apa?" Tanya Reni penasaran
" Mungkin terlalu cepat yah, tapi selama sebulan saya menemani kamu di rumah sakit sambil melihat kondisinya Rena, selama itu juga saya merasa nyaman didekat kamu merasa bahagia, dan kagum sama semangat kamu untuk selalu bisa dalam segala hal. l love you Reni." Lanjut Ikhsan memberikan kotak berwarna merah untuk Reni
" se serius Ikhsan" Lanjut Reni gugup
" Serius Ren, saya menyukai kepribadian kamu dan semangat kamu, mau kan menjadikan aku orang terpenting untuk hidup kamu." Lanjut Ikhsan pegang tangannya Reni
Reni ngangguk tanda setuju menerima Ikhsan menjadi pacarnya, Ikhsan memakaikan kalung yang dibelinya tadi ke lehernya Reni. setelah selesai Ikhsan mencium keningnya Reni
__ADS_1
" I love you sayangku, terimakasih sudah memberikan kesempatan." Lanjut Ikhsan bahagia, Ikhsan enggak mau lama lama mengatakan cintanya.
" Rena, i love, mungkin lebih cepat dari Ikhsan mencintai adik kamu tapi saya nyaman dan bahagia didekat kamu. mau kan menjadi kekasih aku" Ucap Dani menatap Rena penuh cinta
" Tapi Dani maaf, kita berteman saja dulu yah. kita baru kenal beberapa hari maaf." Tolak Rena ramah melihat Dani, Rena enggak merasakan cinta sama sekali ke Dani.
" Sabar bro" Ucap Ikhsan nepuk pundaknya Dani
" Tapi kita masih bisa berteman kan?" Tanya Dani penuh harap, Dani walaupun cintanya di tolak tapi selalu berusaha menunjukkan cinta dan perhatian nya buat Rena
" yah sudah yuk melihat rumah barunya." Ucap Reni bahagia akhirnya jadian sama Ikhsan
Dani yang patah hati berusaha bersikap santai justru semangat membuat Rena jatuh cinta padanya, Dani enggak ingin kehilangan orang yang dicintainya
__ADS_1
Dilain sisi, Ratna dan Susi muntah muntah, bodyguard yang menemani Ratna dan Susi berusaha membantu kedua majikan nyaa memberikan obat masuk angin dan susu ibu hamil.
" Andaikan disaat mual mual seperti ini, ada Ikhsan bisa dimanjakan selama awal kehamilan." Ucap Ratna sedih, menjalankan kehamilan tanpa suami disampingnya
" Sudah jangan menghayal, itu enggak akan terjadi, lebih baik sekarang kalian istirahat. kontrol dokter kandungan sudah saya dapat dan sudah pastikan dokter enggak akan pernah tanya soal suami. jangan sampai anak itu kenapa kenapa" Tegas bodyguard melihat Ratna
" Mereka bener bener tega, apa kamu mau tidur di kamar bareng saya. kita enggak melakukan apapun cuma minta ditemani saja takut tengah malam butuh bantuan." Ajak Susi melihat bodyguard yang menemani nya
" Saya takut hilaf nyonya" Tolak bodyguard
" Atau kalian tidur dalam satu kamar ditemani ART perempuan?" Saran bodyguard, mereka seperti kucing melihat daging segar lama kelamaan akan memakan sampai puas dan mereka enggak ingin melakukan kesalahan
" Baiklah" Lanjut Susi pasrah, Susi kwartir lagi pengen tapi engga bisa disalurkan
__ADS_1
Ratna menangis di kasur meratapi kehamilan yang enggak diinginkan, hamil yang enggak membuat mereka merasakan kebahagiaan sama sekali.
Jangan lupa like, komentar, hadiah,dan vote.