SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
End..


__ADS_3

Happy Reading ♥


...Hiduplah dengan pandangan lurus dan janganlah menengok ke belakang, kamu akan terjatuh....


...Nelam....


...---...


"Kamu tidak menanyakan Raka?"


"Raka dimana," ucap Nelam dengan datar.


"Raka dengan Omah dan Opahnya. Dia baik-baik saja tapi dia menangis dan menanyakanmu. Aku ayahnya, tapi aku kewalahan saat anakku menangis. Aku membutuhkanmu, aku kesepian jika tidak ada kamu. Aku mencintaimu dari dulu," ucapnya lagi namun Nelam masih terdiam. Nelam bangkit dari duduknya berniat ke kamar mandi, namun seperti biasa. Aksa menggantungkan tangan kanan Nelam ke lehernya untuk menuntun istrinya.


"Hati-hati...," kata Aksa.


***


Setelah keluar dari kamar mandi, Nelam langsung membaringkan tubuhnya. Dia membelakangi Aksa yang sedang memainkan hand-phone-nya.


"Pulanglah," ucap Nelam.


"Aku akan tidur di sofa di ruang tamu. Kalau kamu butuh aku, panggilah aku."


Nelan tidak menggubris, Aksa keluar dari kamar Aisyah. Setelah sadar bahwa Aksa sudah pergi dan menutup pintu, Nelam menatap ke arah pintu. Nelam melirik ke sisi kiri.


"Terasa sepi, dia tidak ada di sampingku saat aku tidur. Apa dia kedinginan? Di luar banyak nyamuk," batin Nelam. Tidak dipungkiri, Nelam mencemaskan suaminya. Bagaimanapun, dia masih berstatus sebagai istrinya Aksa. Nelam merasa bersalah jika Aksa tidur di luar.


***


Aksa keluar kamarnya, lalu melihat Milan dan Aisyah yang berjalan menuju kamar mereka namun menemui Aksa terlebih dulu.


"Ai udah cerita semuanya, dan kamu ternyata orang yang memperkosa Nelam dulu, wajar Nelam semarah itu, dia terlalu hancur olehmu," ucap Milan.


"Aku menyembunyikannya karena aku takut kehilangannya."


"Kamu cukup cerdas menyembunyikannya, setelah kau memilikinya, baru kau ceritakan semuanya."


"Rahasiaku terbongkar sendiri."


"Yasudah, semua telah terjadi, minta maaf pada Nelam."


"Aku sudah melakukannya, aku akan membujuknya sampai dia memaafkanku."


Milan menepuk bahu kanan Aksa. "Good luck."


***

__ADS_1


Aksa berbaring di sofa panjang sambil memainkan hand-phone-nya. Seorang wanita menghampirinya, dia bangkit dari baringnya. Wanita itu memegang perutnya yang besar, lalu menghembuskan napasnya dengan pelan.


"Tidurlah di kamar," ucapnya singkat, Nelam langsung membalikan tubuhnya dan berjalan ke kamar. Aksa mengikutinya, tangan kirinya memegang tangan kanan Nelam. Wanita itu masih diam walaupun tangannya digenggam pria tampan ini.


***


Walaupun sudah tidur berdua, Nelam masih membelakangi Aksa. Karena merasa gerah, Aksa membuka kaosnya. Terlihatlah badan athletisnya yang berkeringat. Aksa melirik ke arah Nelam yang sama sekali tidak merasa gerah.


"Mungkin Vera lupa memasang AC," ucap Aksa.


Mungkin Aksa akan bergadang karena Aksa tidak terbiasa tidur di kasur dan ruangan sempit seperti ini. Nelam yang sedaritadi berpura-pura tidur itu membuka matanya.


"Sayang, kamu gak gerah?" tanya Aksa. Nelam meraih kipas kecil terbuat dari kayu dan kain. Nelam berbalik badan, lalu menggibasi wajah mereka. Nelam dan Aksa berhadap-hadapan. Mereka menatap satu sama lain, Aksa memegang dagu Nelam.


"Masih terlihat cantik dan akan selalu cantik untuk selamanya," ucap Aksa.


Nelam memegang pipi Aksa, "Aku tidak bisa pergi darimu. Aku memang sangat membencimu dulu, karena aku memanggul beban sangat berat dan batinku tersiksa karena omongan orang yang menghinaku. Tapi aku hanya manusia biasa dan aku juga tidak bisa membenci orang selamanya. Aku sudah memaafkanmu."


Aksa mencium tangan Nelam dengan cepat, "Aku janji, aku akan memperbaiki diriku dan belajar menjadi suami yang baik. Terimakasih."


Nelam memberikan senyum manisnya pada Aksa, "Aku percaya padamu."


Aksa memegang perut istrinya, "Sayang, kalau nanti kamu lahir jadilah seperti ibu kamu. Jadi wanita yang kuat dan hebat," ucap Aksa.


"Iya ayah...," ucap Aksa meniru suara anak kecil membuat Nelam tertawa. Aksa terus memandangi senyum istrinya.


***


"Makan yang banyak supaya Dede Bayi sehat," ucap Aksa.


"Kamu gak ke kantor," ucap Nelam.


"Aku kan pernah bilang, pekerjaan nomer dua. Kamu nomer satu," ucap Aksa.


Setelah merasa kenyang, Nelam menunjuk gelas berisi air putih dengan manja. Aksa menghembuskan napasnya pelan, lalu tersenyum. Setelah meminum air, Nelam memegangi perutnya. Nelam menggeser badannya lalu melihat kasurnya yang basah.


"Ini air apa?"


"Kamu kontraksi sayang!" ucap Aksa.


Aksa membopong tubuh Nelam ala bridal-style. Secepatnya, Aksa keluar kamar Nelam. Aisyah dan Milan yang sedang memainkan laptopnya segera menghampiri mereka.


"Nelam..! Nelam mau melahirkan!" ucap Aisyah panik sembari berlari. Milan membukakan pintu keluar dari rumahnya.


***


Suara tangis itu terdengar nyaring. Aksa menghembuskan napasnya dengan lega setelah cemas memikirkan Nelam yang harus menjalani operasi caesar. Suara tangis bayi itu membuat Nelam meneteskan air matanya lagi.

__ADS_1


Aksa menggendong bayi mungil itu. Setelah suster membawanya menggunakan box bayi. Aksa tidak bisa mendeskripsikan perasaanya sekarang.


"Bayi kita tampan, sangat mirip dengan kakaknya, Raka. Sayang, terimakasih sudah memberikanku anak-anak yang lucu."


Aksa mencium bayi mungil itu, lebih tepatnya bayi laki-laki kembar itu. "Aku beri nama Kenan Samudra Mahendra dan Kefa Samudra Mahendra. Bagus, kan."



Nelam hanya mengangguk lalu tersenyum manis.


"Maaf, Pak, bayinya saya ambil dulu," ucap seorang suster.


Suster mengambil bayi mungil itu, dan menaruhnya di boks bayi. Suster membawanya keluar ruangan agar keluarga sang bayi bisa melihatnya.


Aksa memegang tangan Nelam dengan lembut. Aksa juga mencium tangan Nelam.


"Aku sekarang benar-benar sudah menjadi ayah dari tiga anak.  Aku merasa bersyukur, dan aku janji, aku akan merubah sifat kekanak-kanakan ku, karena aku harus bertanggungjawab atas keluarga kecilku. Tentang masa lalu kita, biarlah berlalu. Aku juga menyesalinya, dan aku akan memperbaikinya. Terimakasih telah memberikanku kesempatan kedua," jelas Aksa.


"Iya, aku percaya padamu. Kamu adalah ayah yang baik. Karena manusia itu pasti melakukan kesalahan, dan orang yang hebat adalah orang yang mengakui kesalahannya dan meminta maaf," Aksa tersenyum lega, dia semakin yakin bahwa dia bisa menjadi ayah yang baik.


***


Semua heboh dan ricuh. Ayah dan Ibu Aksa tampak gemas dan antusian. Apalagi Raka, dia ingin sekali mencium adiknya.


"Tampan sekali, seperti Raka," ucap Nyonya Kinan.


"Cucu kedua dan ketiga kita sangat menggemaskan," tambah tuan Mahendra.


"Opah..., Omah ..., Aka pengen gendong Dede bayi," ucap Raka yang sedang digendong oleh Milan.


"Nanti kalau Raka udah gede baru bisa gendong dede bayi," tambah Aisyah


***


Nelam percaya, suatu saat nanti kebahagiaan akan datang. Kuncinya sabar dan menunggu karena dibalik cobaan yang kamu hadapi kamu akan menemukan titik terang.


Untuk rasa bencinya terhadap Aksa, Nelam sudah melupakannya. Nelam bukan orang yang suka menyimpan dendam. Masa lalu biarlah berlalu, memaafkan adalah cara terbaik agar kamu tubuh menjadi sosok yang dermawan dan tegar. Marah akan larut dalam kebencian. Itu sangat tidak baik, belajarlah mengikhlaskan dan jalani hidup dengan baik. level tertinggi dalam kehidupan adalah sabar.


Pertemuan yang tidak sengaja, kejadian pahit dan manis memang akan selalu melingkupi hidup manusia. Jalani, syukuri, nikmati.


...Tamat.......


...Huhu..  Terharu akhirnya bisa nyelesein nih cerita.....


Makasih kritik dan sarannya ya teman-teman :)


Nanti aku bakal nulis lagi, dengan judul kedua, semoga bisa konsisten ya;:)

__ADS_1


salam hangat :)


__ADS_2