
Sebenarnya bukan perpisahan yang menyakitkan, tapi kenangan tentangnya.
***
"Dew, ada banyak yang ingin aku sampai kan buat kamu."
Mereka menyantap makanan favoritnya. Di tempat sederhana, namun Dirga menyukainya, apalagi di temani oleh wanita yang dia sukai.
"Tentang tadi, kamu gak serius kan?"
"Aku harap kamu belum nikah."
uhukk...
uhuk..
"Ini! minum!"
Nelam batuk, kemudian Dirga segera memberinya air mineral dengan panik. Nelam segera meneguknya, kemudian mengatur napasnya.
"Aku sudah memiliki anak."
Jleb..
Sungguh sakit mendengar perkataan itu, sampai-sampai tegukannya terhenti karena tiba-tiba mengeras. Dirga menunduk, karena ini yang dia takuti, Nelam benar-benar memberikan cintanya pada orang lain.
"Suami mu kemana?"
"Sudah tidak ada."
Kini Dirga bisa menghirup udara dengan tenang, karena ada celah untuknya. Tidak peduli kalau Nelam seorang janda dan dia seorang perjaka. Yang terpenting adalah, dia bisa mendapatkan Nelam.
'Rasa ini terlalu dalam, hingga aku tidak bisa melepasmu begitu saja," batin Dirga.
"Katanya kamu mau nungguin aku Nel, satu tahun aku di sana, bahkan aku gak dapat kabar darimu lagi."
"Aku terlalu sibuk dalam rasa sakit, aku di sini mencoba bertahan walaupun hari-hari ku terasa berat."
"Apa dia meninggalkanmu?"
__ADS_1
"Dia orang yang paling aku takuti, dia orang yang tidak bertanggung jawab, dia yang menghancurkanku hingga hancur lebur."
"Jadi, kamu tidak akan kembali lagi padanya?"
"Tidak akan pernah, aku sangat membencinya."
"Tapi kalau kamu masih mencintainya?"
"Aku gak mungkin mencintainya."
'Karena ada orang yang aku cintai, namun aku gak bisa pertahanin cinta ini,' batin Nelam.
Dirga meraih tangan kanan Nelam. "Aku mengagumimu, gak peduli kalau kamu seorang janda, aku akan jadi Ayah yang baik buat anak kamu."
Air mata Nelam menggenang kemudian mendorong tangan Dirga. "Maaf Dir, aku gak bisa."
Mendengar perkataan itu membuat Dirga tetunduk lesu. "Mungkin ini terlalu cepat Nel, kita butuh waktu. Aku yakin kamu gak lupa kenangan kita."
"Karena kita hanya sahabat."
"Baiklah, mungkin kita sahabat dulu, nanti akan ada waktu untuk kita merasa nyaman kembali."
Dirga tersenyum. "Aku udah lama gak makan ini, waktu di Amerika aku tidak bisa makan seperti itu."
"Emangnya makanan di sana tidak enak?"
"Masih enak makanan di sini."
Nelam bangkit dari duduknya. "Aku harus pulang Dir, takutnya anak aku nangis."
Dirga bangkit dari duduknya. "Aku mau tau rumah kamu Dew."
"Ayok, gak jauh kok."
"Bentar, aku bayar dulu," ucap Dirga.
Dirga berdiri di dekat penjual mie ayam, dia melihat dompetnya karena hanya ada kartu ATM dan black-card. Dengan percaya diri, dia menyodorkan kartunya.
"Gak ada uang receh? Cuma dua puluh ribu kok," ucap penjual mie ayam.
__ADS_1
Nelam terkekeh kecil lalu menyodorkan uangnya. "Ini Pak."
Dirga melihat Nelam tidak percaya. "Aku sangat memalukan, sampai-sampai kamu yang bayar."
"Gak papa kok."
"Aku belum ke ATM, tadi."
"Udah yuk."
Dirga membuntuti Nelam, ketika akan menyebrang, Dirga memegang tangan kanan Nelam. "Kamu inget gak, waktu kamu nyebrang terus kamu berdiri di tengah karena di kiri sama kanan banyak kendaraan."
"Aku hampir tertabrak."
"Untung aku langsung ngejar kamu."
Nelam melepaskan pegangan tangan Dirga. "Tapi itu dulu, waktu aku masih kecil, sekarang aku sudah bisa menyebrang sendiri, tanpa bantuan siapa pun, aku sudah mandiri sejak dulu."
"Asal kamu jangan mandiri soal cinta, kamu gak bisa bertahan tanpa cinta."
"Kalau cinta pada akhirnya menyakitkan kenapa harus jatuh cinta?"
"Entahlah, kamu terlalu pintar menentang argumenku."
***
Aksa melihat tab-nya, dia sedang videocall dengan aparat kepolisian. Senyumnya terukir, dia tertawa kemenangan melihat pamannya itu mendekam di penjara.
"Hai paman Rayhan, gimana kabar mu?" tanya Aksa di sela tawanya.
"Aku akan bilang sama Nelam kalau kamu yang perkosa dia!" teriaknya di video call.
Aksa tersenyum meremehkan. "Sayangnya, selama tujuh tahun, kau tidak akan bertemu dengan Nelam."
"Awas kau! Lihat pembalasanku nanti!"
Aksa melihat ke bawah jam tangannya. "Aku tidak ada waktu untuk berbicara dengan koruptor seperti mu, bersenang-senanglah di sana!"
***
__ADS_1
Vote dan komen ya, supaya dobel up