SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Waktu itu...


__ADS_3

...Ketika dua orang saling melepas, percayalah ada satu yang berpura-pura ikhlas....


***


"Pak kenalkan, dia Vera, staf keuangan baru di sini," ucap Nelam.


Vera masih melihat wajah Aksa, kemudian agak mencari tahu apakah Nelam sudah tahu kalau Aksa adalah orangnya.


'Rupanya orang ini atasannya Nelam,' batin Vera.


"Pagi Pak."


Aksa melihatnya, jelas sekali dia mengingat Vera, mengingat peristiwa lima tahun yang lalu.


Aksa mengulurkan tangannya, Vera menerima uluran tangan itu.


"Saya Aksa, direktur utama di sini."


Setelah berjabat tangan, Aksa memperhatikan Vera dengan intens.


'Aku akan memastikan kalau dia tutup mulut atas peristiwa lima tahun lalu,' batin Aksa.


Nelam menepuk jidatnya. "Astaga, aku lupa! Aku harus mengantarkan map ini ke Pak Ilham!"


Aksa memasukan tangannya pada saku celana lalu mengangkat dagunya sekilas melihat ke arah Nelam. "Iya, segeralah antarkan."


"Yaudah, Ver, aku duluan ya."


"Iya Nel."


Aksa melihat punggung Nelam memastikan kalau wanita itu sudah benar-benar menjauh.


"Permisi Pak," ucap Vera, namun Aksa mencengkal tangannya.


"Jangan dulu pergi!"


Vera melihatnya dengan lirih, cukup mengerti kalau ini pertanda bahwa Aksa masih sangat mengingatnya.


"Kau mengenaliku?"


"Lima tahun yang lalu, sudah lama, tapi aku akan terus mengingat kesalahanku."


Aksa mengangguk-angguk pelan. "Ya, kau menjualnya padaku, hingga aku lupa, aku memaksanya membiarkan egoku merajaiku. Dia tertekan saat itu karena aku memakai topeng, aku sangat tidak tega, tapi aku hanya memikirkan diriku, aku menyesal hingga saat ini. Isak tangisnya membuatku tertekan bertahun-tahun, hingga aku tidak bisa melupakannya."


"Bapak tidak jujur pada Nelam?"


"Kalau aku jujur, Nelam akan benci padaku, bahkan dia akan meninggalkan ku seperti dulu lagi. Dia mengira Debi yang menghamilinya, sekarang dia sangat membenci Debi."


"Tapi Pak, kebohongan pasti akan terungkap."

__ADS_1


"Coba saja kau tidak menjualnya, pasti aku hanya akan mengajaknya kencan, bertunangan dan menikah dengannya, tapi malam itu akan sangat menginginkannya, apalagi kau langsung mengunci pintunya."


"Ini memang takdirnya."


Aksa menatapnya serius lalu melihat ke kiri-kanan. Melihat mata Vera dengan tajam membuat wanita itu menunduk. "Sekarang kau penakut rupanya, dulu kau berani hingga menjual Nelam sembarangan."


Vera menyeka air matanya. "Aku sangat menyesali perbuatanku."


Aksa tersenyum meremehkan. "Orang sepertimu mana mungkin berubah, aku yakin."


Vera tengadah. "Aku sudah berubah."


"Awas saja kalau kau membongkar rahasia ini, dan kalau kau mencoba menyakitinya lagi."


"Iya Pak, saya akan tutup rapat-rapat rahasia ini."


"Aku mencarinya bertahun-tahun, Tuhan baru mempertemukan kita kembali dengan keadaan yang berbeda. Nelam sudah menikah dan mempunyai anak, namun dia bercerai," ujarnya membuat Vera mengerutkan keningnya.


'Sungguh, itu anakmu!' batin Vera.


"Pak kamu harus tahu sesuatu kal-"


Aksa menepuk bahu kanan Vera. "Sebentar."


"Hallo."


Aksa mematikan panggil telepon barusan lalu melihat layarnya sambil berbicara. "Pokoknya kamu tutup rahasia ini rapat-rapat, saya ada janji, saya duluan."


"Ta-"


Vera menghela napas kesal saat Aksa melenggang pergi begitu saja sambil berbicara di telepon.


***


flashback lima tahun yang lalu.


Aksa baru pertama kali ke tempat ini, kalau karyawannya tau, dia sering ke tempat seperti ini, habislah citranya, uniknya Aksa lebih memilih memakai topeng mata. Dia menunggu Debi yang sedang asik mabuk dan mungkin sedang bermain dengan para wanita di club ini. Sungguh menjijikan katanya, apa bagusnya wanita di sini.


Namun setelah melihat Nelam yang tampak di paksa masuk oleh Vera, Aksa terkesima.


"Cantiknya wanita itu," ucapnya.


"Ayok! Lo tuh norak banget sih! Lo mau dibantuin gak!" sentak Vera.


Setelah masuk, dia membiarkan Nelam duduk sendiri hingga seorang lelaki menghampirinya. Nelam menggeser tubuhnya karena risih. Vera mengobrol dengan Sarah di telepon.


"Gimana kalau kita jual Si Nelam," ucap Sarah di telepon. "Gue lagi diperjalanan nih."


"Jual ke siapa?"

__ADS_1


"Siapa aja lah, yang penting laku, gue lagi butuh duit nih!"


"Lu nya dimana!"


"OTW!"


Aksa tahu kalau Vera akan menjual Nelam, wanita yang menurutnya baru pertama kali ke club malam seperti ini. Tadinya dia bermaksud menyelamatkannya tapi...


Setelah berunding dan negosiasi, akhirnya Aksa mendapatkan Nelam. Pikirannya buntu, bahkan dia menyuruh Vera untuk membawa Nelam masuk ke kamar yang dia sewa. Soalnya di tempat ini tidak akan tempat kencan. Tadinya Aksa berpikir kalau dia hanya ingin mengajak Nelam mengobrol di kamar, namun tidak. Setan cukup menguasai otaknya. Tidak peduli sekeras apa Nelam berteriak atau semenyedihkan apa isak tangisnya. Aksa hanya sedang terlena dengan kepuasannya.


Aku menolaknya, aku sakit, tapi dia terus memaksaku, melakukan semuanya padaku tanpa aku bisa melawannya karena tenaganya. Aku ingin dia berhenti tapi dia tidak mendengarkanku, aku seperti mimpi buruk- Nelam.


Dia menghancurkanku, dan hanya memikirkan kenikmatannya-Nelam.


Setelah melakukan aksi bejatnya, Aksa membuka topengnya lalu mengeratkan sabuk di celananya. Dia mengusap rambut Indah Nelam.


"Aku sungguh menyukai mu, kau telah memberikan kesucianmu, dan aku akan membawamu ke rumahku, Mama sangat senang jika aku akan menikah muda."


Aksa mencium tangan Nelam. Dia pergi agak lama dari kamar ini untuk menemui Debi yang sedang digebuki beberapa orang, karena dia membuat keributan. Tapi waktu dia kembali, Nelam sudah tidak ada. Aksa menyuruh bodyguard-nya untuk mencari Nelam.


Namun Aksa tetap saja tidak menemukan titik terangnya. Sekeras apapun dia mencarinya. Yang sudah hilang terasa sulit ditemukan. Dia hanya memikirkan Nelam, saat dia dijodohkan pun, pikirannya hanya memikirkan wanita yang ditidurinya. Aksa tidak mau yang lain.


Waktu akan mempertemukan kita kembali, aku yakin- Aksa.


Waktu akan mempertemukan, jika kamu orangnya, lebih baik waktu memisahkan kita kembali - Nelam.


Cinta memberi kekuatan, termasuk keingin untuk terus bersama. -Aksa


Tapi cinta dan benci menjadi satu, aku tetap membencimu, biarkan aku menghilang lagi untuk kedua kalinya - Nelam.


***


Vote dan komen supaya bisa berlanjut ya.. Nunggu komen banyak baru lanjut lagi ya..


......Poto Aksa si anak sultan waktu remaja ......


...Umur 18 tahun...


...



...


...Poto Nelam waktu umur 15 tahun. Anak seorang penjual bubur keliling....


...Selisih usia mereka 3 tahun...


__ADS_1


__ADS_2