
Jika aku tidak bisa memilikimu, orang lain juga tidak bisa memilikimu - Dirga.
***
Nelam keluar dari mobil mewah Aksa kemudian menghampiri Aksa di dekat badan mobil.
"Ayok masuk dulu, mau aku kenalkan sama teman aku."
Aksa melihat jam tangannya. "Aku harus kembali ke kantor, Sayang. Lain kali ya, Sayang." Ucapnya kemudian mencium pucuk kepala Nelam.
"Yaudah, kamu hati-hati di jalan."
"Waktu berdua sama kamu begitu cepat, aku ingin segera menikah agar aku leluasa."
"Leluasa untuk apa?"
"Aku sudah ingin bersetubuh denganmu."
Nelam mengerutkan keningnya. "Dasar kau!"
"Aku pulang ya, Sayang."
Aksa memegang knop pintu mobil, namun Nelam memeluknya dari belakang. "Aku selalu merindukanmu."
"Aku juga merindukanmu, aku harus kerja sekarang, supaya aku bisa membahagiakanmu."
Nelam melepaskan pelukannya, kemudian Aksa memegang pipinya. "Aku akan menaruhkan nyawaku hanya untukmu, akan ku lakukan apa saja agar kau tak jauh dariku. Aku mohon jangan membenciku karena kesalahanku."
"Jangan membuat kesalahan."
"Aku bukan manusia sempurna, Sayang. Aku gak sebaik yang kamu pikir, dan aku juga banyak kebohongan."
"Kebohongan apa?" Nelam mengerutkan keningnya.
"Kebohongan yang membuat orang yang aku Cinta, membenciku."
Nelam memegang jas Aksa. "Coba ceritakan, aku ingin kejelasan."
"Akan ku ceritakan semua jika aku telah menikah denganmu."
Nelam menggelar napas pelan. "Kau harus cerita semua, kegelisahanmu, ketakutanmu, agar kau bisa berbagi perasaan denganku."
Aksa meraih tangan Nelam lalu menciumnya. "Kau wanita paling baik, paling kuat juga di muka bumi ini. Aku hanya ingin kau menerima maafku."
"Semua punya kesalahan."
__ADS_1
"Cepat pergi."
Aksa cemberut lalu mengerutkan keningnya. "Kau mengusirku, hmm?"
"Iya, kan kau harus bekerja."
"Apa kau suka hadiah dariku?"
"Bukannya tas itu sangat mahal."
Aksa mencium pipi kanan Nelam. "Aku bekerja untukmu dan Raka."
"Kita belum menikah."
"Tapi tetap saja kalian tanggung jawabku."
Nelam menghela napas pelan. "Terimakasih."
Aksa tersenyum manis lalu mulai duduk ke kirsinya, namun karena Nelam masih menahan tangannya, Aksa menutup pintu mobilnya. Aksa mencium kening Nelam lalu memegang kedua pipi Nelam.
"Mas kerja dulu Sayang."
"Mas?"
Nelam tersenyum lalu berjingkat.
Cupp..
Nelam mencium pipi Aksa, kemudian Aksa mencium tangannya. "Aku pergi ya Sayang."
Aksa masuk ke dalam mobilnya, kemudian menurunkan kaca mobilnya. "Jaga diri baik-baik."
Nelam mengangguk, setelah mobil Aksa sudah jauh keberadaannya dia berjalan masuk rumahnya.
Setelah di dalam, dia melihat Dirga dan Reno sedang menonton pertandingan sepak bola.
"Ren, kamu mau lapangan bola? Kakak mau kasih kamu lahan."
"Gak usah Kak."
Nelam berjalan ke arah mereka. Dirga bangkit dari duduknya, mendekat pada Nelam namun wanita itu menjauh.
"Dir.. aku mau langsung tidur," ucapnya membuat Dirga membeku.
"Kamu pasti pergi dengan mantan suamimu."
__ADS_1
,
"Aku lagi capek."
Dirga menahan tangan Nelam. "Aku udah nungguan kamu selama dua jam! Terus kamu pergi gitu aja?!" Dirga tersenyum meremehkan. "Pasti kamu masih cinta sama mantan suamimu, kan!" ucapnya dengan nada sedikit membentak. Karena suasana canggung ini, Reno memilih masuk kamarnya.
"Dir, kamu ngertiin aku dong, aku tuh capek kamu marah-marah gak jelas kaya gitu, aku tuh lagi hancur, anakku diambil orang."
"Pliss, ngertiin aku ya," mohon Nelam.
"Gak bisa Nelam! Kamu belum cerita sama aku!"
"Cerita apa Dir! Ini urusan pribadiku, mending kamu pulang, udah malem."
Dirga melepaskan pegangan tangannya, tatapannya melemah. "Percuma punya segalanya, kalau aku gak bisa dapetin kamu."
"Aku akan menikah Dir."
Dirga mengepalkan tangannya. "Apa! Kamu!" teriaknya kencang.
"Aku akan menikah."
Dirga memegang kedua bahu Nelam dengan kasar. "GAK BISA! GAK ADA YANG BOLEH NIKAH SAMA KAMU!"
"DIRGA PLISS! SAKITT DIRGA!"
Dirga mendorong tubuh Nelam, hingga wanita itu terduduk di sofa, melihat Dirga begitu, membuat Nelam teringat kejadian waktu itu. Kejadian saat dia diperkosa oleh Aksa, walaupun sampai saat ini dia belum mengetahui kalau pelakunya adalah calon suaminya.
Dirga menatap Nelam lapar, dia melonggorkan sabuk celananya.
"Kesabaranku udah habis Nel. Aku menyukaimu, aku menginginkan kamu seutuhnya!"
"DIRGA! JANGAN DIRGA!"
"AKU GAK BISA NELAM! AKU GAK BISA NGELIAT KAMU CINTA SAMA ORANG LAIN!"
"AKU GAK CINTA SAMA KAMU DIR, JANGAN MAKSA PERASAAN OR-"
EMPTT..
"DIAM!"
***
Vote dan komennya ya.. huhu..
__ADS_1