SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Pecahan hati


__ADS_3

...Jangan terlalu ambis buat bikin dia yang lo suka, balik suka sama lo, karena realitanya bikin lo sakit - Milan...


...***...


Pak Aksa : Aku akan menjemputmu malam ini.


Nelam : Apakah acaranya besar?


Pak Aksa : Tentu, karena ini perayaan ulang tahun perusahaan.


Nelam : Apa gaun ini pemberian mu?


Pak Aksa : Tentu sayang.


Nelam : Kenapa kau memanggilku seperti itu?


Pak Aksa : Apa kurang jelas, hm?


Nelam : Aku mengerti.


Pak Aksa : Baiklah, dalam 15 menit aku akan menjemputmu.


Nelam menyuapi Raka, tak lama Milan datang pada Nelam. Tiba-tiba dia duduk di samping Nelam.


"Kenapa Pak polisi?"


"Nel, kamu tau gak?"


"Tau apa?"


"Pak Hans meninggal!"


Nelam melotot lalu menjatuhkan sendoknya. "Milan? Kamu jangan bercanda deh!" ucapnya syok.

__ADS_1


"Katanya Si Vera udah WA kamu, tapi nomer kamu gak aktip."


Nelam menggebuk bahu Milan lalu mendengus kesal. "Milan! Kenapa kamu gak kasih nomer aku!"


Milan mendecak lalu menyandarkan tubuhnya. "ck, aku juga kata Aisyah."


"Udah dimakamin?"


"Udah, kesian Si Vera nangis terus, padahal dia mau diwisuda sebulan lagi."


"Nanti kalo aku ada waktu, ke rumah Vera, kesian dia."


Milan mengacak rambutnya frustasi. "Gak usah lah, kamu emang gak sakit hati? Gara-gara dia, hidup kamu kayak gini!"


Nelam menggeleng pelan. "Aku bahagia Mil, punya Raka aku udah bersyukur banget."


"Terus, kapan kamu buka hati buat orang lain?"


Nelam membawa piringnya ke dapur. "Aku mau pergi Mi."


Nelam sempat terhenti karena perkataan Milan, Nelam melirik Milan dengan lirih lalu dia berjalan menuju kamarnya.


Setelah menutup pintu, Nelam menyandar di badan pintu kemudian menaruh piring di atas meja.


Nelam malah menjatuhkan air matanya."Maafin aku Mil, aku gak bisa cinta kamu, aku udah berusaha buat belajar mencintai kamu, tapi hatiku malah nolak Mil, aku malah cinta sama orang lain."


***


Milan menangkap Raka ke pelukannya, namun anak itu malah ingin lepas dari kurungan Milan, dia berlari menghampiri pria tinggi yang baru muncul di balik pintu.


"Papa!" teriaknya.


Milan mengerutkan keningnya lalu melihat Aksa dengan tajam. Kenapa Raka sangat dekat dengan bos baru Nelam. Bertahun-tahun dia dekat dengan Raka, tapi kenapa Raka malah memanggil pria itu dengan sebutan 'Papa'.

__ADS_1


Aksa menggendong Raka lalu membawanya duduk di sofa. Milan menghembuskan napasnya kesal, lalu menunjuk-nunjuk Aksa.


"Kenapa Anda di sini!"


Aksa membetulkan jasnya lalu bangkit berhadapan dengan Milan.


"Apa hak Anda, Tuan?" tanya Aksa terkesan formal.


"Saya suaminya!"


Aksa tersenyum miring meremehkan. "Saya tidak peduli karena saya menyukai istrimu."


"Kurang aj-" Tangan Milan sudah di udara namun terhenti saat melihat Nelam dengan dress biru muda, terlihat sangat anggun dan cantik.


"Sudah siap Sayang?" tanya Aksa.


"Mama!" Raka berjalan ke arah Nelam lalu memeluk kakinya.


Tatapan Milan melemah, dia pergi begitu saja.


'Aku gak mungkin paksain perasaan kamu, biar aku pergi, supaya kamu tenang. Setidaknya kamu bilang makasih untuk 4 tahun ini' -Milan.


"MILAN!" panggil Nelam.


Aksa berjalan ke arah Nelam, lalu memegang tangannya. "Ayok kita pergi."


Reno masuk ke dalam rumah, dari tadi dia di luar sambil membaca buku, mungkin melihat Milan keluar dengan wajah kesal membuat Reno bertanya-tanya. Tapi dia tidak mungkin menanyakan kenapa Milan secara langsung, karena dia rasa Milan cemburu.


Reno menangkap Raka yang sedang bermain sendiri. "Mau pergi sekarang, Kak?"


"Iya Ren, titip Raka ya."


"Iya Kak."

__ADS_1


***


Vote dan komennya ya..


__ADS_2