SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Terungkap!


__ADS_3

Tok..


Tok..


Tok..


"Silakan masuk.." Ucap wanita berkacamata dan berjilbab coklat itu.


Melihat muridnya dengan heran.


"Ada apa, Mil?" tanyanya sembari membereskan file-file-nya.


Milan duduk di kursi depan kepala sekolah. "Bu, Milan mohon. Ujian nasional kan minggu depan, kesian Nelam, kasih dia kesempatan, Bu." Milan memohon, dia akan melakukan apa saja supaya Nelam bisa sekolah lagi.


Bu Kepsek menatap Milan datar, "Ini udah keputusan Ibu! Kalau pengawas lain liat murid seperti itu, nama baik sekolah akan tercoreng, paham!" Segaknya membuat Milan menatapnya datar juga. Dia tidak bisa menahan amarahnya, omongan itu mencabik-cabik hatinya.


"Demi nama baik sekolah, Ibu bahkan tega membiarkan muridnya di ambang kehancuran."


Bu Kepsek menghentikan pergerakan tangannya dan meletakan pulpen begitu saja. Dia bersidekap menggeram marah, "Salah kamu, sebagai seorang lelaki kamu harus tanggung jawab. Nelam hancur karena kamu!" Pekik bu Kepsek dengan nada tinggi.


Milan frustasi, dia mengacak rambutnya. "Nelam bukan hamil sama aku. Vera udah menjual Nelam di club malam, Bu! lelaki itu memperkosa Nelam sampai dia hamil." Jelasnya.


Bu Kepsek menganggap omongan Milan itu kebohongan belaka. Akal-akalan Milan itu bisa membodohinya, namun dia cukup pintar dan tidak percaya dengan Milan.


"Udah, Mil. Sekarang palajaran bahasa Inggris. Masuk kelas kamu!" Ucapnya dengan nada tinggi.


"Milan benar!" Suara itu membuat Milan melihat ke sumber suara dengan cepat. Ibu berbadan kecil dan berjilbab hijau itu menghampirinya. Matanya berbinar, Milan sudah tau kalau Bu Eva pasti akan membelanya.


"Maaf bu, Milan memang benar. Vera telah menyebarkan poto Nelam waktu di club. Saya rasa apa yang dikatakan Milan benar, Vera merasa benci terhadap Nelam." Jelasnya membuat Kepsek memegang jidatnya merasa pening.


"Apa buktinya?"


Bu Eva, Mamanya Aisyah duduk di sebelah Milan lalu memutar sebuah video yang memperlihatkan Nelam dan Vera di depan sebuah apotik.


"Denger ya Nelam, kalo sampe lo bilang kalo gue jual lo, abis lo sama gue."


"Aku gak bakal bilang Ver, tapi Tuhan yang bakal kasih tau kebenarannya."


"So suci lo!"


"Panggil kan Vera." Titah bu Kepsek membuat Bu Eva mengangguk dan pergi menuju kelas Vera.


Milan menghembuskan napasnya lega.


Vera POV.


Aku seneng aja. Mampus kamu Nelam. Kalau udah enggak ada kamu, aku bebas deketin Milan. Tunggu deh, kemana sih Milan, aku enggak lihat dia daritadi. Aku yakin, sikap Milan yang dingin itu bakal mencair. Aku bakal terus perjuangin kamu Mil, aku cinta sama kamu.


Aku berjalan keluar melihat Sarah. Dia partner baruku sekaligus sahabat terbaikku sekarang.

__ADS_1


"Hai Sar." Aku menyapanya.


"Oh, hey." Dia menatapku males. Ada apa dengan dia.


"Sar, nanti malem ke rumah aku yak. Aku bakal buatin kamu masakan yang enak." Kataku membuat dia dan yang lain terkekeh.


"Heh, cupu!" Dia mendorong tubuhku, membuatku terjatuh.


Apa yang dia lakukan padaku setelah aku membantunya. Perlakuannya sudah membuat rahangku menegas. Alisku menaut, lalu aku bangkit dari dudukku, menatap dia yang kurang ajar. Ya, aku harus memberinya pelajaran.


Plakkk...


Aw.....


Aku menampar pipinya dengan keras. Dia meraih rambutku dengan cepat, dua temannya membantu dia untuk menjambak rambutku. Mereka bertiga, sedangkan aku sendiri. 


"Berani lo sama kita!"


"Sarah, lo yang bikin gue jual Nelam!"


"Ya tetep aja lo yang bego!"


"Tapi uangnya kita bagi dua!"


"Ampun gak!"


"Ampun Sarah!"


"Sudah! Hentikan!" Bentak Bu Eva membuat mereka melepaskan tangannya pada rambutku.


"Kalian semua, ikut Ibu ke kantor kepala sekolah!" Katanya membuatku terlonjak.


Bu Eva berjalan mendahului. Aku masih menatap mereka tajam. Ternyata mereka kejam, setelah menghasutku, mereka juga menjahatiku. Sekarang aku sudah tidak punya teman, aku telah jahat sama sahabat baikku.


Kita memasuki ruang kepala sekolah. Tubuhku menegang gugup, apakah mereka akan menghakimiku?


Aku duduk di sebelah Milan, sedangkan Sarah dan kawan-kawan duduk di kursi panjang agak jauh jaraknya dari aku. Tatapan Bu Kepsek membuat badanku gemetar takut.


"Apa benar kamu menjual Nelam!" Bu Kepsek membentak membuat aku terlonjak kaget.


Aku menunduk, "A... Aku.." Lidahku kelu, namun Bu Kepsek menatapku intens dan Milan menatapku tajam. Aku tidak bisa, aku tidak mau dicap orang jahat. Aku bukan orang jahat...


Jelaskan!


Milan mendorong-dorong lengan atasku. "Jelaskan woy!" Katanya.


"I-iya Bu, aku udah jahat sama Nelam. Ini idenya Sarah juga. Dia yang udah menghasutku. Waktu itu dia sengaja potoin Nelam waktu Nelam di club sama lelaki agar teman-teman menyangka kalau Nelam itu pelacur. Terus ada yang nawarin uang sama aku, tadinya aku menolak, tapi karena aku mabuk terus Sarah menghasutku, aku setuju, aku maksa Nelam untuk masuk ke kamar VIP. Uang hasil menjual Nelam aku membagi dua dengan Sarah." Aku menjelaskan sambil menunduk.


"BOHONG!" teriak Sarah.

__ADS_1


flash back.


"Aku akan memberimu uang, berapa pun nominalnya."


Vera menampilkan smirk-nya. "Dia temanku, aku gak mungkin jual dia."


"Jadi, kau tidak akan memberikannya?"


"Kita di sini buat seneng-seneng sama temen-temen, bukan mau jual diri Om!"


"Saya masih muda."


Pria itu membuka topengnya membuat Vera membulatkan matanya.


"Waw, lo ganteng banget, kita seumuran?"


"Tidak, mungkin aku lebih tua darimu. Aku menyukai teman mu, tapi dia bukan PSK? Aku tidak mau kalau itu benar."


Vera menggeleng. "Masih perawan, hahaha," ucapnya sambil tertawa lalu meneguk minuman dalam gelas kecil.


"Hai Vera," sapa Sarah, kemudian dia melihat pria tampan itu. "Wow, hebat juga lo Ver."


"Boleh kenalan?" tanya Sarah.


"Maaf saya tidak ada waktu," pria itu pergi meninggalkan mereka berdua.


Sarah duduk di sebelah Vera. "Itu tadi siapa, ganteng, kaya Raya lagi, kayaknya dia semacem tuan muda tipe gue banget, kenalin dong."


Vere meneguk minumannya lagi. "Dia mau beli Nelam."


Sarah melotot. "Berapa juta?"


"Lima puluh juta," ucap Vera.


"Ya cepet jual aja gak papa."


"Lah, kalo Nelamnya gak mau?"


"Ck, lo tuh harus pinter jadi orang, katanya lo mau Si Nelam pisah sama Si Milan, kita bakal dapet duit lagi."


"Kalo gue ditangkap polisi, gimana?"


"Gak bakal, lagian, Si Nelam kan kerja sama bapak lo."


Sarah menarik tangan Vera untuk menemui pria itu lagi.


***


Bersambung...

__ADS_1


Vote dan komen ya supaya double up☺


__ADS_2