
...Aku pergi agar kita berhenti saling menyakiti - Nelam. ...
***
"Kenapa Nelam?"
Nelam mengalihkan pandangannya untuk melihat Raka. "Raka cucu mu."
Nyonya Kinan melihat Nelam tak percaya. "Ma-maksudmu?"
"Dia benar-benar cucu mu."
Nyonya Kinan mengalihkan pandangannya pada Aksa. "Kau menikah diam-diam dengan Nelam?"
Nelam menunduk lalu menyeka air matanya. "Tapi maaf Bu, Nelam gak bisa mempersatukan Raka dengan Debi."
Nyonya kinan semakin heran, kemudian memegang bahu kiri Nelam. "I-itu anaknya Debi?" tanyanya menelisik.
Nelam menyeka air matanya. "Iya, hiks.. hiks.."
"Astaga! Aku senang sekali! Aku punya cucu!" ucapnya sembari memegangi dadanya.
Nyonya Kinan mengejar Raka lalu menggendongnya. "Aku tidak pernah menyangka, Debi melangkahi Aksa, Nelam dan Debi harus menikah," jelas Nyonya Kinan membuat Aksa melotot.
'Bagaimana ini, kenapa jadi runyam seperti ini? harusnya aku yang menikah dengan Nelam,' batin Aksa.
Nelam berjalan mendekati Nyonya Kinan lalu mengambil Raka. "Aku gak bisa menikah dengan anak tante."
Nyonya Kinan melihatnya dengan khawatir. "Ada apa? Aku semakin bingung? Kalau dengan Aksa, bukannya kalian saling mencintai?"
Nelam menggeleng. "Aku tetap tidak akan menikah, aku trauma hingga saat ini. Keputusanku sudah bulat, aku juga bermaksud untuk resign, aku pamit."
__ADS_1
Aksa mulai beranjak dari tempat tidurnya untuk mengejar Nelam karena tidak menyangka Nelam akan mengatakan hal seperti itu. Suara tangis Raka semakin kencang dengan tangan mengulur, anak itu tampak tidak mau meninggalkan Ayahnya. Aksa sembari menahan perih karena Nelam tiba-tiba pergi dari ruangan itu.
"NELAM!" teriak Aksa kencang.
"KAU JANGAN SEPERTI ITU!"
"TUNGGU!"
"NELAM JANGAN TINGGALKAN AKU!"
Aksa memegangi pintu menahan perih di perutnya, dia ingin mengejar Nelam sampai tangga, namun dia tidak kuat karena keadaannya. Nyonya Kinan melihat Aksa dengan lirih, dan memegang tangannya.
"Biarkan saja, dia tidak bisa membawa cucu ku pergi begitu saja. Mama akan nyuruh Debi buat ambil anaknya."
Aksa menyeka air matanya, dia tiba-tiba lemah karena Nelam. "Itu anak Aksa, Mam!"
Nyonya Kinan melotot. "Anakmu?"
"Kata Nelam pelakunya Debi."
"Nelam salah paham, Mama jangan bilang pada Nelam."
"Sudah lah, Mama semakin pusing dengan tingkah kalian."
***
Flash back on..
Tiga puluh menit lalu sebelum Nelam tiba-tiba pergi.
Nelam mengalihkan pandangannya pada layar hand-phone untuk membuka aplikasi whatsapp, Nyonya Kinan menemani Raka di sofa, Aksa melihat tab-nya.
__ADS_1
[Nomor tidak dikenal] : Kamu punya anak? Bolehkan aku ajak anak kamu main?
Nelam : Siapa kamu!
[Nomor tidak dikenal] : Inisial R.
Nelam : Jangan ganggu anak ku!
[Nomor tidak dikenal] : Aku memberi kamu pilihan.
Nelam : Aku tidak akan memilih!
[Nomor tidak dikenal] : Tinggalkan Aksa, menghilanglah dari kehidupannya sebelum anakmu yang menghilang.
Nelam : Aku akan bilang pada Aksa kalau kau mengancamku!
[Nomor tidak dikenal] : Aku telah membunuh banyak orang, cuma menghilangkan kamu dengan anakmu, semudah membalikan telapak tangan.
Nelam : Jangan sakiti anakku, sakiti saja aku!
[Nomor tidak dikenal] : Mikir goblok! kalo gak mau celaka, jauhin Aksa! Resign kek, atau nggak lo bunuh diri terjun dari lantai 10, atau lo mau gue abisin anak lo?
Nelam : Iya! Aku bakal pergi sama anak aku! Kamu jangan ganggu aku lagi!
[Nomor tidak dikenal] : Gue cuma mau balas dendam ke si Aksa! Gue sakit hati!
Nelam : Jangan libatkan aku dan anakku! Karena kami bakal pergi secepatnya tanpa kamu suruh!
[Nomor tidak dikenal] : Kalo lo masih belum pergi, gue bakal ngincer anak lo! Paham!
***
__ADS_1
Vote dan komennya ya..