SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Selamat tinggal


__ADS_3

Sore ini, Reno sudah membawa koper dari kamarnya. Dia menghampiri kakaknya di teras rumah. Dia melihat Raka yang sedang memainkan robotnya. Reno turun dan berjongkok di hadapan Raka.


"Raka, Om pamit dulu, ya. Inget, mainnya jangan jauh-jauh."


Raka malah menangis, "Nanti Aka main sama siapa? Om Eno jangan pergi, nanti siapa yang mau ngelindungin Aka kalau digalakin temen-temen, siapa yang malahin temen Aka kalo meleka bilang Aka anak halam."


Reno mengusap kepala Raka. "Gak ada yang berani sama Raka sekarang, karena sekarang mereka tunduk sama Raka. Mereka takut, Papa Aksa menjarain Papa mereka."


"Emang bisa?"


"Bisa, karena Raka punya uang."


"Kemalin gak punya uang?"


"Kemarin ujian, sekarang kita sudah lulus. Tuhan kasih kita jalan dan perubahan."


"Om Eno mau pergi kemana? Kapan ketemu Aka lagi? hiks.. hiks.."


"Secepatnya kita ketemu lagi, ada mimpi yang harus om selesaikan."


"Mimpi apa?"


"Banyak, tapi om belum selesai mimpikan itu."


"Tapi, Aka sayang sama om Eno."


"Om Eno juga sayang banget sama Raka."


Reno tidak bisa menahan air matanya, di sana dia akan sangat merindukan sosok mungil ini. Reno memeluk Raka dengan erat. Raka menangis dengan kencang. Nelam mengusap puncak kepala Reno, remaja itu mengusap air matanya.

__ADS_1


"Om Eno. Hiks.. hiks.."


"Raka harus jagain Mama Nelam, karena dari bayi, Mama sayang banget sama."


"Om Eno uga, dari sekarang Aka udah besal. Om Eno udah ada kumisnya sedikit, tapi Om Eno malah pelgi."


"Om Eno bakal jengukin Raka, setahun sekali."


"Tapi lama, Raka gak ada temen."


"Banyak kok, kan ada Papa Aksa."


"Tapi kan, maunya sama Om Eno."


"Ayok, Reno," ucap Aksa.


"Om Eno.. hiks.. hiks.. mau ikut.."


Reno melambaikan tangannya, ini sangat mendadak, yang jelas di Amerika, dia harus mengejar ketertinggalan. Aksa sudah mendaftarkan dan memfasilitasinya. Reno melihat poto Raka di hand-phone-nya kemudian dia tidak bisa menahan tangisnya.


'Sudah lama kita bersama, aku pamannya, namun aku seperti seorang ayah untuk Raka. Aku yang menggendongnya, menimangnya, menyuapinnya, aku harus sukses, aku ingin bertemu Raka saat dia dewasa dan kami saling memeluk sebagai seorang pria dewasa, membicarakan pekerjaan dan membicarakan tujuan,' batin Reno.


Flashback.


Reno memakai kaos putih namun sedikit noda di bajunya. Dia menghampiri Nelam yang sedang menimang bayi mungil.


"Kak, Raka nangis terus, beli susu formula."


"Kakak gak ada uang."

__ADS_1


"Biar Reno aja yang pinjem uang."


"Jangan Reno, mereka gak bakal minjemin kita uang, mereka malah hina kita."


"Gak semua orang kayak gitu Kak."


"Tapi Reno."


"Yaudah, Reno ngamen dulu."


"RENO UDAH! KAKAK GAK MAU LIAT KAMU NGAMEN LAGI!"


"KAKAK JANGAN EGOIS! RENO SAYANG SAMA RAKA! RENO BAKAL KORBANIN SEMUANYA UNTUK RAKA, TERMASUK HARGA DIRI!"


Nelam menarik tangan Reno. "Reno, kakak mohon, Kakak gak mau kamu ditangkap sat pol pp lagi, Kakak mohon Ren."


"Tapi, Raka gimana Kak?"


Reno menceluk saku bajunya. "Pake uang Reno buat beli susu formula."


"Terus, kamu bayar SPP gimana Ren?"


"Reno mau cari kerja lagi, siapa tau Pak Dadang ada proyek."


Flashback end.


***


Vote dan komen ya ;)

__ADS_1


__ADS_2