SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Rintik Sendu


__ADS_3

...Ibu kuat, untuk anaknya, anak lemah, tanpa ibunya - Nelam. ...


***


"Katakan sekali lagi!"


"AKU MEMBENCI ANAK IBU! ANAK IBU YANG MENGHANCURKAN KU, ANAK IBU YANG MEMBUNUHKU PERLAHAN!"


plakk.


"MAM! CUKUP!"


"Sekali lagi kamu menjelekan anak saya! Saya penjarakan kamu!"


Aksa melihat Nelam, sungguh sakit hatinya melihat wanita itu diperlakukan semena-mena oleh ibunya. Tapi Aksa, dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia akan tetap menjadi anak penurut. Dia tidak berani menentang ibunya.


"Raka akan tinggal di istana ku, jangan mengambilnya! Kalau kau nekat, kita selesaikan di persidangan!"


Nelam memegang kaki Nyonya Kinan. "Bu, saya mohon, jangan ambil anak saya, Bu.. hiks.. hiks.."


"Mamaaaa! Mau mamaaa!" teriak Raka di sela tangisnya.


Nyonya Kinan menjauhkan kakinya. "Lepasin! Saya mau pergi!"


"Buu, saya mohon, Raka masih butuh saya, hiks.. hiks.."


Nyonya Kinan mengusik kakinya. "Bodyguard! Masuk!" teriaknya hingga dua orang lelaki berbadan kekar masuk ke ruangan.


"Lepaskan pegangannya!" perintahnya.


"Bu... enggak Bu... Rakaaa.. " ucap Nelam dengan nada pasrah.


Bodyguard itu menarik tangan Nelam dengan kasar, lalu memegang tangannya.


"Singkirkan tangan kotor kalian!" teriak Aksa, namun bodyguard itu tidak menuruti perkataan Aksa.


"Aku akan mencari baby sister yang handal untuk cucu kesayanganku," ucapnya lalu melenggang pergi begitu saja.

__ADS_1


"Mamaaaa, Omah jaaatt!"


"BU! JANGAN AMBIL ANAK SAYA!"


"BU! KAMU TIDAK BERHAK MEMISAHKAN IBU DAN ANAK!"


"WALAUPUN AKU TAU, AKU TIDAK AKAN BISA MELAWANMU, KARENA KAMU BANYAK UANG!"


Bodyguard itu melepaskan pegangan tangannya pada tangan Nelam karena Aksa berusaha melepaskan pegangan tangan itu. Nelam berlari mengejar Ibu Kinan, namun lagi-lagi bodyguard itu menghadangnya, bahkan mendorong tubuhnya hingga terjatuh saat di lorong rumah sakit.


"BUUU! JANGAN BAWA ANAK SAYA!"


hiks.. hiks..


Aksa berjongkok lalu memeluk kepala Nelam. "Maafkan aku Nel, aku tidak bisa menentang Ibuku."


"Aku kehilangan separuh jiwaku, hiks.. hiks.. Aku membesarkannya sendiri, dia dengan mudah membawa cucunya, tanpa memikirkan aku yang membesarkannya bertahun-tahun hiks.. hiks.." ucapnya disela tangisnya.


Aksa mengusap pucuk kepalanya lalu menciumnya. "Aku akan pastikan, Raka akan kembali padamu."


"Menikah denganku."


Nelam terdiam, genangan matanya melihat mata Aksa. "Tapi aku..."


"Kita akan bersama jika kau menikah dengan ku."


"Tapi kondisinya seperti ini."


"Semua akan baik-baik saja jika kita menikah."


"Ibu mu tidak merestuinya."


"Maksudmu?"


"Pesan yang dia kirim padaku."


***

__ADS_1


Nelam duduk di sofa bersama Reno, remaja delapan belas tahun itu merangkul bahunya. Sungguh hampa hari ini tanpa kehadiran Raka.


"Biasanya Raka minta dimasakin sop ayam Ren, hiks.. hiks.."


"Raka juga sering bilang Om Eno ayak. Padahal Reno kan yang nemenin dia. Kalo Kakak lagi kerja, Raka nyuruh Reno buat video call."


Tangis Nelam pecah, dia mencium baju Raka yang di depannya terdapat gambar mobil.


"Kakak pengen liat anak Kakak Ren, Kakak gak kuat, hiks.. hiks..."


"Kak, yang tabah, kita harus kuat buat lawan mereka."


"Tapi kita gak punya kekuatan Ren, hiks.. hiks.."


"Kak, kita harus sabar, bukannya bertahun-tahun Kakak bisa sabar."


"Tapi kali ini berat banget Ren, Kakak gak bisa Reno! Kakak mau mati aja Ren, hiks.. hiks.."


"Kak! istigfar!"


Nelam melihat layar hand-phone-nya, lalu melihat pesan WA dari Aksa.


Pak Aksa : Raka sedang bersamaku, dia sedang makan. Kamu jangan lupa makan, kalau Mama gak ada, nanti aku video call.


Nelam : Raka gak makan udang.


Pak Aksa : Aku tahu.


Nelam menyeka air matanya lalu dia membuat status di whatsapp.


...Aku menimangnya dari bayi, memberikannya Asi, bekerja dari pagi hingga petang hanya untuk bayi ku, dia tumbuh baik tanpa kasih sayang seorang Ayah, dia sehat walaupun kadang aku tidak bisa memberikan apa yang dia mau....


...Hanya orang jahat yang tega memisahkan anak dengan ibunya. Ingat, karma masih berlaku. Naluri seorang ibu kuat, walaupun dipisahkan, anaknya akan tetap mencari orang yang membesarkannya dengan rasa sabar. ...


***


Vote dan komennya ya..

__ADS_1


__ADS_2