
Mereka mulai menyantap hidangan yang memenuhi meja. Raka sedari tadi tidak bisa diam, dia bahkan bersembunyi di bawah meja. Aksa menghembuskan napas berat ketika merasakan ada yang mencubit kakinya.
"Monster kecil ini, aish, aku harus menangkapmu."
Aksa menekuk badannya, kepalanya memeriksa ke bawah meja. Anak itu tersenyum tidak berdosa. Aksa dengan cepat menariknya ke dekapannya. Nyonya Kinan dan Tuan Gilang hanya tertawa kecil. Mereka ingin sekali Aksa memiliki seorang putra, namun rumah tangganya dan Rania tidak harmonis karena perselingkuhan.
"Nelam, kalau kami boleh tau, suamimu dulu bekerja dimana?" tanyanya membuat Nelam berhenti mengunyah. Dia meraih sebuah tisu dan membersihkan mulutnya.
"Sejak Raka di dalam kandungan, suamiku sudah meninggalkan aku," ucapnya membuat mereka menatapnya dengan sendu.
"Aku harus menemui suamimu. Aku akan menghajarnya hingga babak belur. Katakan, dimana rumahnya!" ucap Aksa serius memandangi wajah Nelam. Wanita itu hanya tersenyum melihat ekspresi Aksa. "Maaf, aku emosi jika ada pria seperti itu, tega-teganya dia meninggalkan wanita secantik kamu."
"Kesian sekali Nelam, kalo Mama ketemu mantan suamimu, sudah Mama pitaskan kepalanya!"
"Kalo Papa ketemu, Papa penjarakan seumur hidup! Supaya jera!"
Nelam hanya tersenyum simpul.
"Nelam, jika Aksa melamarmu apakah kamu mau?" tanya Tuan Gilang, membuat Aksa berdehem.
Nyonya Kinan dengan serius menunggu jawabnya.
"Kamu jangan pikirkan Rania. Aku sudah bercerai," jelas Aksa, namun Nelam malah tidak menggubris membuat Nyonya Kinan hilang harapan.
"Baiklah, mungkin Nelam harus pikir-pikir dulu," ucap Tuan Gilang.
__ADS_1
Selang beberapa menit, seorang pria datang dengan keadaan mabuk. Entah apa yang membuatnya tidak bisa menghilangkan kebiasaanya ini, Debi memang selalu mencari masalah. Tuan Gilang menghampiri Debi dengan ekspresi marah.
Plakk...
Tuan Gilang menamparnya dengan cepat, lalu Nyonya Kinan menahan tangannya. Aksa menatap adiknya itu sambil menggelengkan kepala. Debi menunjuk-nunjuk Nelam.
"Nelam, aku mencintaimu," ucap Debi sambil tertawa sendiri.
Raka yang digendong oleh Aksa dilepaskan begitu saja, anak itu berdiri di atas sofa sambil melonca-loncat. Aksa menghampiri adiknya, takut Sang Ayah akan menghabisi pria gila itu. Kakinya sangat lesu saat berjalan, Aksa kewalahan menghadapi sikap adiknya ini hingga dia menyeretnya masuk ke dalam kamarnya.
"Entah apa yang membuat Debi sadar." Nyonya Kinan khawatir. Nelam menggendong Raka menghampiri mereka di ruang keluarga.
"Nelam, kamu cinta pertamaku."
Mata Nelam membelalak kaget, dia tiba-tiba berkeringat.
Setelah mengunci adiknya di kamar, Aksa menghampiri Nelam. Senyumnya mengembang, dia mengusap pucuk kepala Raka.
"Jangan dengarkan perkataan Debi, dia kalau sedang mabuk suka ngelantur."
Nelam meneguk salivanya lalu menghela napas pelan.
"Om, Tante, Nelam pamit pulang dulu," ucap Nelam sembari menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
"Iya, hati-hati di jalannya."
__ADS_1
Tuan Gilang dan Nonya Kinan mencium pipi Raka, mereka menatapnya sendu. Baru saja beberapa jam yang lalu merasakan mempunyai seorang cucu, kini mereka harus kesepian lagi.
"Raka gak mau nginep di sini?" tanya Tuan Gilang, Raka menggeleng.
"Raka, nanti main lagi ya ke rumah Omah. Boleh gak, Tante bawa Raka kalau Mama sedang bekerja?"
"Raka sangat nakal, dia akan sangat merepotkan," jelas Nelam namun Nyonya Kinan memohon.
"Tidak akan merepotkan. Aku hanya ingin ada seorang anak kecil di rumah ini karena anak-anak ku belum bisa memberikan aku cucu," ucapnya membuat Aksa menatapnya lirih.
"Iya, kalau tidak merepotkan. Raka jangan nakal ya," ucap Nelam namun Raka malah tersenyum menampilkan gigi ompongnya.
"Enggak nakal. Nanti mamah malah," ucapnya membuat semua orang tertawa.
"Dadah dulu ke Omah sama Opah," ucap Aksa.
"Dadah Omah, Opah," ucap Raka yang sedang digendong Nelam.
"Aku menyayangi Raka. Dia mirip sekali dengan Aksa waktu kecil," ucap Nyonya Kinan.
"Mungkin kau terlalu menginginkan cucu, jadi kau terlalu menyamakan Raka dengan Aksa. Tapi anak itu sangat menggemaskan," ucap Tuan Gilang.
****
Tuan Gilang dan Nyonya Kinan
__ADS_1