SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Pertolongan


__ADS_3

"Ayo... kita keluar.."


"Bela kebenaran!"


Suara gemuruh memecah keheningan, membuat para murid yang tadinya di dalam berhamburan keluar. Kertas karton yang di beberkan di atas kepala dengan coretan spidol bertulisan justice for Nelam memberi jawaban atas setiap pertanyaan.


"Ada apa? Ada demo?"


"Ayo bergabung!"


Semua siswa berkumpul di lapangan, demo ini mungkin akan sedikit ada pertentangan dari pihak sekolah, namun mereka akan terus di sana sampai keadilan didapatkan.


Beri Nelam keadilan...


Beri kesempatan ...


Ijinkan dia mengikuti ujian..


Mereka berkoar. Para guru dan karyawan staf tata usaha keluar ke TKP. Terlonjak kaget, mereka merasa panik saat melihat aksi murid-muridnya.


Bu Kepsek mengambil pengeras suara. Sikapnya memang tegas, dia menatap ke arah murid-muridnya dengan tajam.


"Jangan mengandalkan emosi! Jangan menghakimi seseorang! Tentang Nelam, Ibu memang akan mempertahankannya. Jangan berbuat rusuh dan onar, tugas kalian hanya belajar, jangan memikirkan hal ini, biarkan jadi tanggung jawab Ibu, mengerti!"

__ADS_1


"BUBAR!"


"BUBAR!"


"Ayok bubar wey..." Tutur Milan menggiring bebek-bebeknya yang memenuhi lapangan upacara.


Menengok ke belakang, Bu Kepsek sudah menunjuk-nunjuknya, dia hanya tersenyum canggung. Memang dalang dari semua ini adalah Milan.


***


"Apa, bu?" tanyanya terlonjak kaget mendengar perkataan wanita gendut di hadapannya.


"Iya, tadi bahkan teman-temanmu demo buat ngebela kamu. Dua hari lagi kan ujian nasional, kamu masuk, ya. Maafkan Ibu, hiraukan saja walaupun pengawas akan sedikit curiga, yang terpenting kamu ikut ujian." Jelasnya panjang lebar membuat Nelam beejongkok mencium tangan Bu Kepsek.


"Untuk biaya persalinan, Ibu yang tanggung." Tuturnya lagi, Nelam menatapnya tidak percaya.


"Ibu, tapi Nelam bisa ngerepotin Ibu."


"Nggak, sayang."


"Makasih, Bu. Nelam janji bakal ganti uang Ibu."


Bu Bunga menghela napas, "Gak apa-apa. Ibu ikhlas Nel, kalau kamu butuh apa-apa, kamu langsung panggil Ibu."

__ADS_1


Matanya berkaca-kaca mendengar penjelasan Bu Bunga. Terasa melegakan hati, bebannya mengurang sedikit. Lagi-lagi Nelam mencium tangan Bu Bunga. Karena merasa sibuk, Bu Bunga berdiri dari kursi lusuh untuk berpamitan.


Bu Bunga mengusap pucuk kepala Nelam, "Yang kuat sayang, hadapi dunia dengan semangat! Ibu pamit ya, Assalamualaikum.. "


Nelam tersenyum ikhlas. "Iya, Bu. Waalaikumsalam."


Telah menghilang dari pandangannya, Nelam melanjutkan pekerjaannya. Mencuci dan menggosok pakaian tetangga untuk upah yang hanya sedikit, namun sangat bermanfaat untuknya dan Reno.


"Kak.. aku udah selesai jemur pakaiannya, tadi itu guru kakak, ya. Mau apa dia Kak?" tanyanya polos.


"Nggak apa-apa. Cuma mampir sebentar. Ren, gimana ujian nasionalnya, kamu bisa ngerjain MTK tadi?" Tanya Nelam matanya berbinar menyimpan harapan pada adiknya yang akan lulus dan melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atas.


"Bisa dong! Walaupun aku gak ikutan les, aku bisa menyelesaikannya!" Reno dengan kepercayaan dirinya. Karena merasa bangga, Nelam memeluknya.


"Jadilah orang pintar. Kakak janji, bakal nyekolahin kamu. Pokoknya kamu jangan pernah mikirin soal biaya."


Pelukannya terlepas, Reno membawa baju kotor di samping Nelam untuk dicuci. Reno itu sangat rajin, pulang sekolah dia harus membantu kakaknya yang hamil muda.


Karena merasa letih, Nelam terduduk di kursi lusuhnya. Perutnya yang agak membuncit terus dia usap. "Jangan khawatir, kalau mereka bilang kamu anak haram dan menggunjingmu, jangan dengar kan. Karena kamu makan bukan dari mereka, jangan pernah malu atau pun menyalahkan dirimu. Ibu akan selalu merawatmu." Nelam sedikit melepas risaunya karena seseorang telah berjanji akan membayar biaya persalinannya.


_______________________


Bersambung...

__ADS_1


Vote dan komen ya 😗


__ADS_2