
Mungkin Raka dewasa akan berkata, 'Aku bangga pada Mama, dia kuat mental dan fisik.'
Nelam : Aku ada di depan rumahmu, tolong aku.. Aku sangat merindukan Raka.
Aksa : Diluar hujan deras! Kau tidak kehujanan?
Nelam : Aku sendiri menggunakan ojek online, aku sedikit kebasahan.
Aksa : Tunggu, aku sudah selesai tugasku, aku segera datang.
Aksa berjalan menuju lift, lalu menekan lift rumahnya, di rumahnya ini terdapat 3 tingkat, sekarang dia menuju lantai bawah. Aksa dengan penampilan seadanya yaitu jas putih dan celana hitam. Dia memang malas mengenakan jas ketika di dalam rumah.
Aksa berjalan menuju pintu keluar kemudian membuka pintu. Matanya membelalak melihat sesosok wanita cantik dengan rambutnya yang basah. Tanpa pikir panjang, Aksa memeluk tubuh wanita itu.
"Maafkan aku," ucap Aksa dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku merindukan Raka, sampai mau mati. Tolong aku, aku terasa sesak menangis seharian."
"Semua akan baik-baik saja."
"Raka kemana?"
"Maafkan aku, Ibu dan Ayah ku membawa Raka ke apartemen. Katanya takut kamu membawa Raka."
.Nelam melepaskan pelukannya kemudian dia terduduk dengan tangisnya yang tersedu-sedu. Dia mengingat betapa sabarnya dia mendidik Raka, membesarkan Raka, memberikan kasih sayang yang tulus.
flashback.
"Mamaa, Aka mau puna mobil besal," Anak itu memainkan mobil-mobilannya.
"Nanti kalau Mama punya uang, Mama beli mobil buat Raka."
__ADS_1
"Tapi kata temen-temen Mama miskin."
Nelam mengikat rambutnya kemudian menarik daster lusuhnya. "Mama gak miskin Nak, cuma nasib Mama kurang beruntung saja."
"Tapi, Aka mau puna Ayah, supaya bisa beli mobil banyak."
"Tanpa Ayah, Raka bisa dapetin itu semua."
"Tapi semua olang puna Ayah, tapi enggak Aka."
Nelam menghampiri Raka kemudian memeluk tubuh anak itu. "Semua punya Ayah, kalau enggak, Raka gak mungkin ada di dunia ini."
"Mana Ayahnya."
Nelam menyeka air matanya. "Sudah meninggal."
"Mama boong!" Raka melepaskan pelukan Ibunya. "MAMA BOONG!" teriak anak itu kemudian melempar mobilannya.
'Sampai kapanpun, Mama gak mau Ayah kamu muncul di kehidupan Mama,' batin Nelam.
flashback end.
Aksa memeluk tubuh Nelam. "Maafkan aku."
"Raka baik-baik saja, tadi siang katanya dia rindu sama kamu."
Nelam mengeratkan pegangannya di belakang kemeja Aksa. "Raka harus makan sayur, Raka harus diusap punggungnya kalau mau tidur, Raka harus cuci kaki sebelum tidur, Raka gak makan udang."
Aksa memegang kedua pipi Nelam. "Kamu tau semuanya tentang Raka, kamu Ibu paling kuat, kamu wanita paling hebat."
"Tapi sekarang aku lemah, aku tanpa Raka hidupku hampa."
__ADS_1
"Aku akan pertemukanmu dengan Raka, aku janji."
Nelam menyeka airmatanya, lalu menampilkan jari kelingkingnya. "Janji?"
Aksa tersenyum manis lalu menyatukan jari kelingking. "Janji, Sayang."
"Aku memegang janjimu, maka kamu harus tepati."
"Aku akan segera mempertemukan kalian, kamu dan Raka sangat berharga di hidupku."
"Terimakasij sudah memberikan rasa sayang pada Raka."
"Aku akan berikan apapun untuk Raka, termasuk nyawaku."
Aksa menyeluk sakunya, karena handphone-nya bergetar. Segeralah dia mengangkat teleponnya.
"Hallo Mam."
"Raka sakit, sekarang ada di rumah sakit Citra."
"Aksa segera kesana Mam."
Nelam mencengkal tangan Aksa erat lalu menggerakannya. Tangisnya semakin mendesak.
"Raka.. Anakku.., aku ikut.., aku mo-mohon.., hiks.. hiks.. "
Aksa memegang tangan Nelam lalu mencium tangan wanita itu. "Tentu Sayang, kamu memang harus ikut."
***
Vote dan komennya ya..
__ADS_1