SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Menikah?


__ADS_3

Setelah menulis curahan hatinya di status whatsapp, Nelam mendapat beberapa balasan.


Nadya : Yang sabar Bu Nel.


Eva : Bu kenapa? Anak ibu diambil siapa?


Milan : Nelam? Raka kenapa!


Aisyah : Nelam, yang tabah ya. Kamu mau ke acara pernikahan aku gak, hari ini? Siapa tau kamu mau cerita ke aku.


Dirga : Anakmu diambil suamimu? Aku akan hajar mantan suami mu!


Nelam menunda telepon genggamnya, kemudian melihat dirinya di cermin. Dia mengingat dirinya dulu waktu mengandung Raka. Penampilan compang camping dan perutnya yang berisik karena cacing-cacing yang meminta makan.


"Aku yang mengandungnya, aku yang melahirkannya dan aku yang merawatnya. Dengan mudahnya dia mengambilnya dariku. Aku tidak boleh kalah olehnya."


Setelah berhias, Nelam mengambil tas slempang di atas gantungan kemudian dia keluar kamarnya. Spontan dia berhenti ketika melihat seorang pria duduk di sofa. Pria itu meliriknya.


"Kau cantik sekali, kita akan berangkat bersama, bukan?"


"Bapak tau darimana, kalau aku akan pergi ke acara pernikahan Milan?"


"Seseorang memberitahuku, kau tidak perlu tahu."

__ADS_1


Nelam berjalan kemudian duduk di sebelah Aksa. "Aku akan menikah denganmu."


Aksa melotot tidak percaya, kemudian dia meraih tangan Nelam. "Benarkah? kau akan menerima lamaranku?"


Nelam mengangguk. "Aku tidak mau berpisah dengan Raka."


"Apakah ada alasan lain, hm?" tanya Aksa.


"Karena aku..." Nelam menggantungkan ucapannya. "Aku mencintaimu."


Aksa merengkuh tubuh Nelam ke pelukannya. "Kita akan melewati ini bersama."


"Tapi ini pesan dari ibumu."


Nyonya Kinan : Jangan berharap bisa menikah dengan Aksa, awalnya aku iba, tapi setelah Rania memberi tahu kalau kau suka ditiduri lelaki, aku jadi muak. Jangan dekati anak-anakku! Kau dapat membawa mala petaka!


Aksa memberikan handphone-nya pada Nelam, kemudian mengusap pucuk kepala Nelam. "Jangan dengarkan Ibu ku, aku tau ini sulit untukmu dan untukku. Walaupun tindakan ibu ku salah, aku tidak bisa menentangnya. Aku anak yang sangat berbakti, tapi perlahan aku pasti akan membawa Raka padamu, Sayang."


Aksa memeluk tubuh Nelam. "Kamu wanita yang kuat. Aku sangat mencintaimu, jangan pergi lagi, ku mohon."


Nelam memegang kedua pipi Aksa. "Terimakasih karena selalu ada di saat aku membutuhkanmu. Aku juga mencintaimu."


Dalam beberapa detik bertatapan, Aksa mencium bibir ranum Nelam lalu ********** hingga keduanya larut dalam kemesraan ini. Setelah ciuman singkat itu, Aksa mencubit pipi Nelam. "Menggemaskan."

__ADS_1


"Bukannya kita mau ke acara pernikahan Milan."


"Hm, lebih tepatnya pernikahan mantanmu."


***


Debi sedang ada di persidangan, melihat Rania sebagai terdakwa karena kasus pembunuhan.


"Saya membunuh korban karena dia telah melontarkan perkataan yang membuat saya sakit hati. Dia bilang kalau saya wanita jelek, saya tidak tahu diri, saya tidak pantas untuk mantan suami saya, dan saya seorang pelacur murahan. Kami bersahabat sudah lama, tapi karena saya tidur dengan pacarnya, dia marah dan memaki saya, hingga saya tidak tahan dengan perkataannya. Saya mendorongnya hingga terpental ke lemari, lalu dia melempar pot bunga ke kepala saya, kemudian saya menusukan pisau yang tadinya tergeletak di atas nakas. Saya sempat syok karena Vera langsung pingsan dengan darah di perutnya, karena kata-kata makiannya terngiang di kepala saya, dengan nekat saya memotong tubuhnya layaknya binatang yang telah mati."


Rania menangis dan menutup menutup wajahnya. "Saya benar-benar di luar kendali saat itu, saya sangat puas karena dia mati seperti itu. Tapi saya sangat menyesal karena ke khilafan saya."


Debi menggelengkan kepalanya. "Waw! Dia psikopat hebat!" ucapnya sambil bertepuk tangan.


"Atas tindak kriminal yang telah Anda perbuat, hakim memutuskan vonis hukuman penjara seumur hidup."


Tuk..


Tuk..


***


Vote dan komen ya.. supaya cepat berlanjut.

__ADS_1


__ADS_2