SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Suasana Keruh


__ADS_3

"Aku gak mungkin hamil!"


"GAK MUNGKIN!" teriaknya kencang.


ceklek..


"Jadi Kakak hamil?" tanya Reno yang baru masuk ke kamar Nelam. Dia duduk di sisi ranjang dekat Nelam.


Nelam segera menghapus air matanya, lalu tersenyum pada Reno. "Enggak kok, hamil apa, masa kakak baru SMA udah hamil."


Reno masih melihat Nelam dengan intens. "Reno tau kalo Kakak boong."


Nelam melihat mata tajam Reno, dia meneguk salivanya dengan kuat, mencoba tegar walaupun hatinya sedang rapuh.


"Boong apa sih Reno?"


"Kak Milan yang hamili Kakak?" tanyanya dengan santai.


"Milan?"


"Tapi gak mungkin kan, Kak? Harusnya Kakak gak nutupin ini semua ke Reno."


Tiba-tiba air matanya terbendung di matanya, Nelam meneteskan air matanya lagi. "Reno, ini urusan Kakak."


Reno melihatnya dengan lirih. "Terus Reno siapa Kak? Cuma anak kecil yang polos? Reno udah kelas tiga, Kak!"


Nelam menyeka air matanya. "Ini kesalahan Kakak."


"Kakak diperkosa orang?"


Nelam diam, Reno mengepalkan tangannya. "JAWAB KAK!" kali ini Reno menyeka air matanya. Matanya yang merah menandakan kalo anak itu benar-benar marah. "KENAPA KAKAK DIEM AJA!"


"Kakak gak tau, Reno."


Reno melihat Kakaknya kecewa, lalu bangkit dari duduknya. "Walaupun Ibu sama Ayah gak ada, seharusnya Kakak jangan buat mereka sedih, JANGAN NGERENDAHIN DIRI SENDIRI KAK! KALAU GINI SIAPA YANG MAU TANGGUNG JAWAB!"


Nelam bangkit dari duduknya. "RENO KAMU GAK TAU APA-APA! INI MASALAH KAKAK!"


"SEKARANG KAKAK HAMIL, APA KATA TETANGGA? MEREKA BAKAL NILAI KALO KAKAK ITU CEWEK GAK BENER!"


"EMANG! KAKAK EMANG CEWEK GAK BENER RENO!"


Reno menggeser rahangnya lalu mengengguk. "Kakak udah ngaku, KAKAK JUAL DIRI KAN?!"


PLAKKK


"RENO!"


"AWWW SHH."


Setelah Nelam menampar adiknya itu, Reno langsung keluar dari kamar Nelam, isak tangis Nelam terdengar sangat menyakitkan. Aisyah masuk lalu melihat Reno yang melenggang pergi dengan rasa kesal, kemudian Ai menghampiri Nelam dengan cepat. Ai memegang bahu Nelam karena gadis itu sedang menangis di lantai.


"Nelam ada apa?!" tanyanya panik.

__ADS_1


"Ai!" Nelam memeluk tubuh Ai.


"Kenapa?"


"Aku hamil i."


Ai membulatkan matanya kemudian melihat mata Nelam dengan serius. "Cowok bertopeng itu?"


Nelam mengangguk dengan rasa menyesal.


"Kita harus cari dia Nelam! Dia harus tanggung jawab!"


"A-aku... ga-gak tau.. hiks.. hiks.. "


"Nelam, terus gimana?"


"Aku mau aborsi Ai."


"Astagfirullah Nelam, sama aja pembunuhan, sekalinya aborsi, Tuhan gak bakal kasih kamu keturunan lagi."


'Tapi aku bingung i, aku mau ujian, kalo mereka tau aku bisa dikeluarin hiks.. hiks..."


"Nelam tenang, semua bakal baik-baik aja."


"Kamu mau kan anterin aku ke tempat aborsi?"


Ai menggeleng. "Gak boleh Nelam! Pokoknya aku gak setuju kamu aborsi anak kamu!"


"Banyak kok wanita yang masih bertahan hidup untuk anaknya, mereka rela banting tulang buat anaknya meskipun pundaknya lemah."


"Apa aku bisa i? aku masih 18 tahun."


"Kamu bisa Nelam."


"Apa aku bakal bertahan sampe ujian nanti?"


"Pasti bertahan, kamu harus yakin."


Aisyah menampilkan jari kelingkingnya pada Nelam. "Janji jangan aborsi."


Nelam tersenyum pada wanita berkrudung biru itu. "Iya, aku bakal bertahan buat dia," kata Nelam sembari mengusap perutnya. "Dia gak punya dosa, dia gak bersalah, aku yang harus bertahan buat dia."


Ai tersenyum lalu mengusap perut Nelam. "Yang kuat jagoan, Tante tunggu kamu lahir ke dunia," ucapnya sangat positif vibes. "Pasti anak kamu cantik kayak kamu."


"Kalau cowok?"


"Pasti ganteng kayak Reno, dong."


"Reno marah sama aku i."


"Loh, kok bisa?"


"Dia kira aku jual diri, dia tau kalo aku hamil."

__ADS_1


"Reno masih labil, dia gak bakal dengerin kamu Nel."


"Assalamualaikum," salam Milan yang tiba-tiba masuk. "Tadi aku dengerin kalian lagi ngobrol, jadi aku langsung masuk."


Ai hanya diam, melihat Milan. Dia diam-diam mengagumi Milan tanpa dia bisa mengatakannya, karena dia tahu kalau Milan Cinta Nelam.


"Nel," Milan berjongkok lalu merengkuh Nelam ke dekapannya. "Kamu kenapa lagi?"


Ai hanya tersenyum melihat sikap manis Milan.


"Mil, aku minta satu permintaan boleh?"


Milan memegang bahu Nelam. "Boleh Sayang, kamu boleh minta apa aja ke aku."


"Aku minta putus Mil."


Tiba-tiba Milan membeku, baru saja berbaikan, lagi-lagi Nelam meminta putus.


"Kenapa lagi, aku udah bilang kalau aku gak mau putus Nel," ucapnya lalu mengelus kepala Nelam dengan lembut.


"Mil, aku serius," ucapnya. "Aku hamil Mil."


jleb..


Sungguh menusuk ke dalam hati Milan, pacar yang sangat dia cintai hamil oleh orang lain, rasanya seperti dilindas truk namun masih hidup.


"Ha-hamil?"


Nelam mengangguk dengan menyesal.


Milan mengepalkan tangannya lalu menonjok lemari baju di dekatnya. "AKU BAKAL TONJOK DIA NEL! AKU BAKAL KASIH HUKUMAN YANG SETIMPAL BUAT DIA!"


"DIA SIAPA MILAN!"


"Nel, biar aku yang tanggung jawab."


Nelam menggeleng. "Kamu bukan Ayah bayi ini Mil, kamu gak usah tanggung jawab."


"Jadi, kamu maunya Ayah bayi ini yang tanggung jawab Nel!"


"Karena dia bapaknya Mil!"


Milan mengangguk. "Jangan-jangan kamu suka sama cowok itu Nel! Kamu suka sama dia!"


"Bukan gitu Milan."


"Iya Nelam, kalo kamu mau kita putus."


Milan pergi begitu saja dengan rasa kesal.


***


vote dan komen supaya cepet update

__ADS_1


__ADS_2