SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Reno adikku


__ADS_3

"Nelam! Kamu milikku!"


Dirga memegangi kedua tangan Nelam, spontan membuat degupan jantung wanita itu berdegup lebih kencang serasa ingin keluar. Takut, pastinya. Karena rasa trauma dulu, membuat ketakutannya lebih ekstra.


"DIR! LEPASIN!"


"TOLONGG!"


"DIRGA!"


BUGHH..


"LEPASIN KAKAK GUE ANJING!"


Satu pukulan membuat Dirga melepaskan pegangan tangannya, kini dia beralih melihat Reno. Anak remaja berusia 18 tahun itu mengangkat lengan bajunya.


"Sini! Lawan gue jing!" teriaknya.


"Ren, Kakak gak ber mak-" ucapannya terhenti, lalu Dirga menunduk. "Kakak terbawa emosi, maaf."


Reno mendekati Dirga lalu meraih kerah kemejanya. "GUA BENCI NGELIAT COWOK PEMAKSA KAYAK LO!"


"GUA SAKIT TIAP KALI ADA ORANG YANG MENCOBA PERKOSA KAKAK GUA! GUA KESAL! GUA JAGAIN KAKAK GUE SELAMA INI, DAN LO COBA NGERUSAK DIA! GUA GAK IKHLAS!" teriak Reno dengan air mata yang membendung di kedua matanya.


Reno mendorong tubuh Dirga lalu mengatur napasnya. "Jangan coba paksa kakak gue buat lakuin perbuatan gak bermoral tadi, karena kakak gue manusia, bukan binatang yang ditiduri seenaknya, lalu pergi melupakan perbuatannya."


"Ren, Kakak minta maaf," ucap Dirga.


Nelam memegangi kepala dengan kedua tangannya, isak tangisnya terdengar begitu menyakitkan.


'Kakak pasti trauma,' batin Reno.


Reno menggiring tubuh Dirga menuju pintu. "Mending Kakak pergi."

__ADS_1


"Ren.. Tapi Ren.. "


Bruk..


Ceklek..


Nelam masih menutupi wajahnya, kemudian Reno bersimpuh lutut di hadapannya. Nelam mengusap rambut Reno kemudian remaja itu menjatuhkan kepalanya ke lutut Nelam.


"Kak, kapan Kakak bahagia, hiks.. Reno gak bisa ngeliat Kakak kayak gini terus, Kakak bahkan trauma."


"Ini udah jalan takdir Kakak Ren, Kakak harus jalani."


"Reno harus balas perbuatan bejat Si Debi! Reno harus bunuh dia Kak!"


"Reno, jangan berpikir seperti itu Ren, kalau Reno dipenjara Kakak sama siapa? Hidup Reno masih panjang, Reno pinter, pasti Reno bakal jadi orang sukses."


"Tapi Reno dendam sama dia Kak! Jangan ketemu, apalagi cinta sama dia Kak, setiap Reno ngeliat lelaki yang menghamili Kakak, Reno sakit hati."


"Nikah sama Kak Aksa, walaupun dia Kakaknya pria bejat itu, dia bisa lindungin Kakak."


"Jika takdir menyatukan Kakak sama Kak Aksa, Kakak akan jalani."


Reno tengadah melihat wajah Nelam. "Jadi, Kakak nerima Kak Aksa?"


Nelam mengangguk. "Kakak cinta sama dia, Kakak gak bisa bohongin perasaan Kakak."


"Hanya itu jalan satu-satunya supaya kita gak pisah sama Raka, Reno kangen Raka. Hiks.. hiks.. ditinggalin Raka satu hari berasa setahun."


"Kak Aksa udah beli rumah buat kita, setelah menikah kita tinggal sama-sama."


"Sama Raka? Bukannya Kakak gak direstuin?"


Nelam menyekai air matanya. "Kamu gak. perlu khawatir, Kak Aksa bakal selesein masalah ini."

__ADS_1


***


Dirga memasuki rumahnya, kemudian melihat Aksa yang sudah duduk di sofa.


"Aku sudah menunggumu sejak dua jam lalu."


"Ada apa lagi?" Dirga kemudian duduk di sebelah Aksa sembari melepas dasinya.


"Debi membuatku pusing saja."


"Kenapa Debi? Pecat saja dia sebagai adikmu, biar aku yang gantikan."


Aksa mengalungkan lengan kanan pada tengkuk Dirga. "Kau memang sudah ku anggap sebagai adikku sendiri."


Aksa masih memperhatikan raut wajah Dirga, "Ada apa denganmu?"


Dirga menghela napas pelan. "Aku kecewa pada pacarku."


"Kau punya pacar?"


"Bahkan ketika aku di Amerika dia malah menikah dan sekarang punya anak."


"Kau belum berjodoh saja."


"Sudahlah, aku capek. Mending kau pulang."


"Aku ingin membicarakan tentang kerjasama kita."


"Aku malas bekerja."


***


Vote dan komennya ya.

__ADS_1


__ADS_2