SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
ekstra part 2 ( sembunyi)


__ADS_3

Aksa menimang anaknya, begitupun dengan Nelam.


"Dia sangat mirip dengan ku," ucap Raka.


"Aku ibunya, mereka lebih mirip denganku," jawab Nelam.


"Kau tau, aku sangat tidak setuju, anakku kau pakaikan baju seperti itu," protes Nelam.


"Mereka lucu. Mereka akan menjadi batman dan superman yang akan melindungi kita di hari tua," ucap Aksa.


"Aku akan mengganti pakaiannya."


"Baiklah, aku selalu mengalah soal mu."


Aksa menaruh bayinya di box bayi besar yang baru dia beli seharga 50 juta.



Aksa mendekat pada Nelam kemudian mencium keningnya. "Terimakasih telah memberikanku kebahagiaan."


"Terimakasih juga sudah menjadi Ayah yang baik."


"Aku mencintaimu, Sayang."


drtt-


Hand-phone Aksa bergetar, segeralah dia menerima panggilan. Aksa menggunakan bahasa mandarin, karena banyak rekan kerja yang berasal dari luar Negara. Setelah menutup teleponnya, Aksa segera mencium kening Nelam dan bayinya.


"Aku harus ke kantor sebentar tiba-tiba klien dari luar menungguku."


"Baiklah, hati-hati di jalan."


"Kita sudah berkomitmen untuk menjaga anak kita berdua tanpa bantuan siapa pun. Jadi, pastikan Mama, Papa, dan Firly tidak ikut mengurusnya. Aku akan mengijinkan mereka menjenguk cucunya saat hari libur saja."


"Baiklah, kau harus makan dulu."


"Tidak usah sayang, aku tidak akan lama."

__ADS_1


Nelam melihat punggung Aksa, kemudian melihat jam dinding.


"SAYANG!" panggil Nelam.


Aksa berbalik lalu mengangkat bahunya.


"Kamu gak jemput Raka di sekolah?"


Aksa menepuk dahinya. "Aku lupa memberitahumu, Raka akan les dulu, siang aku jemput."


"Baiklah."


Nelam menidurkan Kefa, kemudian melihat layar handphone yang menyala.


Bu Kinan : Apa Aksa masih di rumah?


Ayah Gilang : Masa pengsiunku harus


dihabiskan dengan cucuku yang lucu, izikan aku menemuinya.


Debi : Nelam, aku ada kado buat keponakan ku, aku boleh melihatnya?


Nelam menghela napas dalam. "Mereka sangat menyayangi anak-anakku, tapi Aksa kukuh dengan pendirian nya," batin Nelam.


setelah beberapa menit, ketukan pintu itu membuat Nelam membuka pintunya, dilihatnya, keluarga besar itu ada di depannya. Dan Debi juga menggendong Raka, sedangkan Firly dan Tuan Gilang sudah menghampiri Kenan dan Kefa di boks bayi.


"Bukannya Raka harus les?" tanya Nelam, Raka hanya tersenyum menampilkan gigi ompongnya.


"Bu guru bilang, dia lagi sibuk, jadi Raka disuruh pulang karena ada rapat, Mama," ucap Raka.


"Iya Nel, jadi Debi jemput Raka," tembal Ibu Kinan. "Dia nelepon Debi."


"Kenapa gak telepon Papa?" tanya Nelam.


"Papa kan sibuk," ucap Raka.


"Raka, Raka, kamu paling pinter kalo ngeles."

__ADS_1


Mereka memasuki kamar bayi yang dipenuhi peralatan bayi, lemari, mainan, robot-robotan, boneka, dll.


Raka bermain dengan Debi dan Firly, sedangkan Omah Opah mengejar Kenan dan Kefa yang sudah merangkak jauh.


"Capek loh kalian ngejar mereka."


Nelam duduk di karpet dekat Firly. "Kami kewalahan, tapi Aksa kukuh ingin mengurus anaknya bersama."


"Aksa dari kecil keras kepala, tapi dia sosok pekerja keras."


"Firly, kamu bilang kamu punya pacar," ucap Debi membuat Firly menoyor kepala kakaknya itu.


Firly menggerakan tangannya ke kiri-kanan. "Boong Ayah!"


"Iya, pacarnya pengangguran."


"No! i dont have boyfriend!" Firly menekuk wajahnya.


"Ngambek dia!" ucap Debi puas.


***


Setelah 10 menit menemui klien-nya, Aksa buru-buru membuka pintu rumah dan menaiki tangga.


"RAKA, KEFA, KENAN, PAPA PULANG!" teriaknya bersemangat.


***


Nelam melotot tidak percaya, begitupun mertua dan adik iparnya.


"Sembunyi! Sembunyi!" ucap Nelam panik.


Segeralah mereka sembunyi di belakang boks bayi, di belakang sofa dan di belakang lemari.


***


Extra part lagi?

__ADS_1


__ADS_2