
...Dipertemukan oleh waktu, dipisahkan oleh takdir - Milan. ...
***
Nelam naik ke pelaminan bersama Aksa, dia mengulurkan tangannya pada Milan yang terlihat tampan menggunakan stelan berwarna putih.
"Selamat ya Mil."
'Harusnya kamu yang dampingi ku Nel, bertahun-tahun aku jagain kamu, sedangkan kamu bukan jodohku.'
Milan menerima uluran tangan Nelam, "Iya, makasih Nelam."
Setelah Nelam, kemudian Aksa dengan senang hati memberikan ucapan selamat namun ekspresi Milan menandakan kalau dia masih belum ikhlas.
"Selamat, semoga cepat diberikan momongan," ucap Aksa.
"Ya," balas Milan singkat, namun setelah Aksa mulai beranjak pergi, Milan menahannya. "Aku menitipkan Nelam, bertahun-tahun aku jagain Nelam, kalau kamu rusak dia, aku pastikan kamu bakal nyesal."
Aksa menepis tangan Milan, Nelam dan Aisyah terdiam namun dalam benak Aisyah 'Segitunya suamiku mencintai wanita lain.'
"Tanpa Anda suruh," balasnya ketus.
"Nelam, kamu gak mau cerita dulu?"
Tiba-tiba mata Nelam bergelombang, "Anak aku diambil neneknya i."
Milan melotot begitu pun Ai, Aksa mengusap punggung Nelam.
"Aku dipisahkan dengan Raka, hatiku ancur i, hiks.. hiks.."
"Neneknya? Kamu sudah tau siapa yabg menghamilimu dulu?"
"Adiknya Pak Aksa yang hamili aku, terus ibunya mengambil Raka."
"SIALAN!" teriak Milan, kemudian meraih kerah kemeja Aksa. Aisyah segera menahan tubuh suaminya.
"MILAN! TENANG MIL!"
"NELAM SESANGSARA GARA-GARA ADIK LO YANG BAJINGAN ITU! BAHKAN DIA HAMPIR BUNUH DIRI!"
"MILAN UDAH!"
Aksa tidak melawan perkataan Milan, dia hanya bisa menunduk. Nelam menarik tangan Aksa dengan cepat.
"Ayok kita pulang, Milan gak bisa nahan emosi!"
"NEL! NELAM!"
***
__ADS_1
Nelam menurunkan kaca mobil melihat air hujan yang turun membasahi tanah.
"Tutup kembali, kau bisa basah," perintah Aska.
"Biarkan aku basah, aku terlanjur larut dalam kesedihan."
"Aku akan membawa Raka pada mu."
"Tapi Ibu mu mengancamku, kalau aku nekat membawa Raka, dia akan memenjarakan ku."
"Atas kasus apa? kau tidak salah apa-apa."
"Aku tidak tau, tapi Ibu mu punya segalanya. Dia dengan mudah menuduhku, lalu memenjarakan ku."
"Aku akan cari jalan keluar atas masalahmu."
Aska memegang tangan kanan Nelam lalu menciumnya. "Percayakan semua padaku, Sayang."
"Apa kamu bisa?"
"Aku akan lakukan apa saja demi mu."
"Pak Aksa"
Sttt-
"Jangan berisik atau aku akan mencium mu."
Aksa membeehentikan mobilnya. "Kau menantangku, kekasihku?"
Nelam mengerutkan keningnya. "Eumm- Kekasihmu?"
"Iya, kamu milikku!"
Nelam melipat tangannya. "Aku bukan barang dan ti-"
empptt-
Cupp.. di pipi kiri
cuppp.. di pipi kanan
cupp di kening.
cup.. cup.. di bibir.
"Kau bayak melakukan itu!" bentaknya membuat Aksa tersenyum.
"Kau tambah cantik jika marah padaku, teruslah marah padaku, nanti aku akan menciummu."
__ADS_1
"Kau itu! dasar buaya!"
Nelam mengernyit geli melihat Aksa mengedipkan mata kanan kemudian mata kirinya.
"Kenapa kau genit seperti itu?"
"Aku genit hanya padamu."
"Kenapa hanya padaku."
"Aku hanya suka pada kekasihku ini yang paling cantik, paling baik, paling istimewa dimata ku."
Nelam menunduk menyembunyikan senyumnya kemudian melihat Aksa ketus. "Apa-apa an sih," ucapnya so jual malah.
"Wajahmu merah seperti tomat, tandanya kau sedang malu."
Nelam mentap-tap pipinya. "Enggak kok, aku cuma gerah."
"AC mobil begitu dingin, Sayang."
Nelam memegang pipi kiri Aksa. "Kau Raja gombal."
"Kau wanita paling cantik."
"Tapi, aku bekas adikmu, apa kau mau sama aku?"
"Aku mencintaimu, aku menyayangi ragamu, aku menyukai jiwamu."
"Apa tidak masalah? Kita akan melawan restu ibumu?"
"Aku pastikan, aku akan mendapat restu ibuku dulu."
"Mungkin butuh waktu lama."
"Apa kau mau aku lebih cepat menikahimu?"
Nelam melirik Aksa kembali. "Semakin kita dekat, semakin berat kamu menahan nafsumu, jika kita tidak menikah, aku takut kejadian itu terulang kembali."
"Aku tidak akan melakukan hal bejat itu, aku tidak akan memaksamu berhubungan badan, seperti yang adikku lakukan padamu."
"Aku percaya padamu, kau orang baik itu yang membuat aku mencintaimu."
Nelam melihat layar handphone-nya.
Dirga : Dua satu jam aku menunggu mu di rumahmu, ditemani Reno. Tapi anak itu pergi menemui kekasihnya.
Nelam : Aku sedang di jalan, Dir. Sebentar lagi sampai.
***
__ADS_1
Vote dan komen nya ya..