
"Pagi, Pak." Ucap wanita itu di hadapan Aksa yang sibuk dengan file-filenya. Dia menyimpannya lalu mendongak melihat sosok wanita yang berdiri di depannya.
"Terlambat 20 menit 13 detik. Apa aku harus menghukum mu?" tanyanya dingin seketika membuat degupan jantung bermain dengan cepat. Nelam harus berasalan apa, masalahnya tadi Raka tidak mau ditinggal, dia juga gak mau makan kalau Nelam tidak menyuapinya.
"Ma-maafkan saya Pak," ucapnya sembari menunduk.
Aksa menghela napas pelan. "Andai saja kita bisa bersama."
"Pak, boleh saya duduk?"
"Tentu Nona Nelam."
Aksa melihat jam tangannya, dua jam lagi dia harus meeting, namun dia malah memperhatikan Nelam.
"Pagi Aksa," sapa seorang lelaki.
Aksa melihat pria berumur an 30 tahun itu dengan kening mengerut. Pria itu berdiri di mejanya sisi kiri.
"Keponakan ku ini sudah sangat sukses, bahkan akan mengalahkan pamannya sendiri."
Aksa melipat tangannya. "Aku memang lebih pintar darimu dan aku lebih hebat dari mu."
"O.. O.. O.. Tampaknya kau sedang meremehkan paman mu ini."
Nelam hanya terdiam melihat bukunya lagi sedangkan Alsa melihat pria itu dengan tatapan meremehkan.
"Caramu yang norak itu tidak mempan untuk menghancurkanku, Paman Rayhan."
"Ada cara lain mungkin?"
"Kau pikirkan saja sendiri, menikamku dan mencoba membunuhku, apa kau tidak capek? Aku tidak akan mati."
"Ya.. Ya.. Kau memang hebat, tapi kau ti-" dia menggantungkan pembicaraannya saat melihat Nelam. "Dia sekretaris barumu?"
Aksa meraih macbook-nya. "Kau tidak perlu tahu."
__ADS_1
Rayhan menghampiri Nelam, dan mengulurkan tangannya pada Nelam.
"Hai, kau cantik sekali, boleh kita berkenalan?"
Seseorang menepis tangannya. "Singkirkan tangan kotormu darinya!" ucap Aksa dingin.
Rayhan menaikan alis kanannya. "Tak seharusnya kamu menikah lagi, atau aku akan bunuh anakmu jika kamu punya anak."
"Ini alasan kenapa aku gak mau punya anak. KAU PRIA PALING RENDAH DIMUKA BUMI INI!" teriaknya kencang.
Rayhan menyinggungkan senyuman miringnya. "Sudahlah, kau pertahankan rumah tanggamu dengan wanita mandul itu, jangan menikah lagi."
Aksa mendorong tubuh Rayhan. "Apa hak mu!"
"Hak ku adalah, aku ingin menghancurkan anak kakakku dan aku akan menguasai semuanya! Hebatnya aku!"
Aksa menyeringai. "Kau tidak akan menang."
"Sudahlah, aku sedang tidak mau berdebat dengan mu, sekarang aku hanya tertarik pada gadis cantik ini."
Nelam mengerutkan dahinya. Aksa meraih kerah kemeja pamannya itu. "Jangan menyentuhnya, jangan berbicara padanya, paham!"
"Kau tak berhak atasnya, dia hanya sekretarismu. Lepaskan aku, atau kau mau ada orang yang menusukmu lagi?"
Aksa memberikan senyum miringnya. "Aku tidak pernah takut, dan aku tidak akan pernah mati di tanganmu!"
Aksa mendorong Rayhan dengan kuat.
"Jangan pernah memfitnahku di depan Ayah!"
Rayhan menarik kemejanya lalu melihat jam tangannya. "Aku harus meeting dengan Kakak ku Gilang Mahendra, lalu memberitahunya kalau kau memutus kerja sama dengan perusahaan milik Pak Handi."
Aksa semakin melihatnya dengan sinis. "Bukannya kau yang membuat rekan bisnisku tidak mempercayai ku?" tanyanya. "Aku lebih suka bermain pintar daripada bermain licik."
Rayhan menghela napas. "Aku cukup membuang waktuku, tapi akan lebih menyenangkan jika aku bermalam dengan gadis cantik itu."
__ADS_1
"PERGI!"
"Tanpa kau suruh pun aku akan pergi, Tuan Muda."
Dia berlalu sambil mengedipkan mata kirinya pada Nelam. Aksa melepaskan kepalan tangannya lalu menghela napas pelan. Dia memegang dada kirinya lalu merintih.
"Shhh.. awww.."
Nelam bangkit lalu memegang tangan Aksa. "Pak, kenapa? Dada kamu sakit?"
Nelam menuntun tubuh besar Aksa untuk duduk di sofa. "Ayok, pelan-pelan."
Setelah duduk, Aksa melihat Nelam yang tampaknya khawatir padanya.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?"
"Aku khawatir, apa kamu punya penyakit jantung?"
"Enggak, aku cuma.." Aksa membuka kancing bajunya.
"Ngapain Pak?! Nanti ada yang masuk! Aku keluar ya!"
Dada bidangnya terlihat, Nelam bangkit dari duduknya, namun Aksa menarik tangannya hingga Aksa tengadah melihat wajahnya.
"Aku tidak akan macam-macam padamu, aku cuma minta tolong."
"Mi-minta tolong?"
****
Vote dan komen ya.. ♥ supaya double up lagi :')
Rayhan Mahendra, adik dari ayahnya Aksa.
__ADS_1