SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Extra part 1 (Diambil alih)


__ADS_3

"Aku mau Papa sama Mama terapi di Amerika, biarkan Nelam dan aku yang mengurus Raka, Kenan, dan kefa," oceh Aksa.


Tuan Gilang bangkit dari duduknya. "Biarkan kami di sini dulu."


"Tapi Pa, kita juga butuh ketenangan," ucap Aksa dengan nada sedikit tinggi.


Nyonya Kinan bangkit dari duduknya, sedangkan Nelam masih duduk sambil menimang bayinya.


"Kita sudah berumah tangga, Pah, Mah, kalian juga butuh waktu berdua menikmati masa tua kalian."


"Kami kasihan sama kamu dan Nelam, kenapa tidak cari baby sister saja, kami takut kalian kecapean."


Aksa membuka dasi dan kemejanya. "Aku menyuruh Debi untuk menggantikanku beberapa minggu ini supaya aku dan keluarga kecilku punya waktu bersama, kita bisa urus bayi kita berdua."


"Raka sangat aktip, bayi kembar kalian juga harus dirawat dengan baik."


"Kita bisa menjaga Kenan, kefa, dan juga Raka. Raka sudah berusia lima tahun lebih dia juga sudah bisa menjaga adik-adiknya."


"Baiklah, kami akan pulang, kalau kalian butuh bantuan kami, kami siap siaga untuk mengurus cucu kami," ujar tuan Gilang, kemudian menepuk bahu Aksa. "Tidak baik mengusir orang tua, tapi jika itu yang kau inginkan, tidak apa-apa walaupun sedikit menyakiti."


Aksa mengusap wajahnya dengan gusar. "Bukan begitu pap."


"Ayok Mah, kita pulang, mungkin Aksa bisa tanpa kita," ajak Tuan Gilang. Pria yang mempunyai warna rambut dominan putih.


"Iya, tapi cucu ku..."


"Kalian bisa mengunjungi kami saat hari libur."

__ADS_1


"Papa, Mama, kalian mau kemana? Firly baru aja dateng mau liat keponakan Firly yang lucu."


"Kakak kamu ngusir kita."


"What? why? Any problem?"


Aksa dan Debi mempunyai satu adik perempuan berusia 18 tahun bernama Firly, dia bersekolah di Amerika sejak usia 6 tahun dan baru kembali lagi setelah lulus sekolah menengah atas, mungkin tak lama lagi, dia akan kembali ke Amerika.


Aksa tidak bermaksud mengusir Ayah dan Ibunya, dia ingin punya waktu bersama keluarga kecilnya. Karena sebuah kejadian dimana...


flashback..


Aksa segera membuka jassnya dan memasuki kamar bayi, dia bersemangat untuk menggendong bayi berusia 7 bulan, karena selama 7 bulan itu, dia sibuk dengan pekerjaannya, dan hari libur sangat tidak memuaskan baginya. Karena orang tua dan adiknya ikut tinggal di rumahnya yang megah karena ingin mengurus bayi.


Aksa menghampiri Nelam yang sedang menimang bayi di dekat ranjang bayi. "Aku ingin menggendong Kenan," Aksa sudah mengusap-usap tangannya, Nelam sudah menyodorkan bayinya, akan tetapi sebuah tangan sudah mengambil alih bayi mereka.


"Tapi Mam, Aksa sama sekali belum gendong Kenan?" Aksa terlihat frustasi kemudian melihat Nelam.


Nelam mengusap dadanya. "Sabar."


Aksa berjalan menuju Kefa di ayunan, ketika akan menggendongnya, tangan Aksa dicengkal oleh ayahnya. "Kefa lagi pup, biarkan Firly ganti popoknya."


"FIR!"


"Yess, dad?"


"Ganti popok Kefa."

__ADS_1


"Ok, i will."


"Jangan Fir," ucap Aksa. "Biar Kakak aja." Aksa dengan jengah.


"Emang kamu bisa?"


Aksa nekat membuka popoknya, Nelam menghampirinya dan melihat Aksa dengan lirih.


"Aksa, bukan begitu!" omel Nyonya Kinan. "Tuhkan, ee nya jadi kemana-mana? Biar Nelam yang membersihkan."


Aksa jengah, dia bahkan tidak boleh menggendong anaknya sendiri. Nelam membersihkan semuanya.


Aksa berbisik karena jengah. "Biarkan saja mereka, aku menunggumu di kamar, kita harus buat satu lagi."


Nelam melotot tidak percaya.


***


Vote dan komennya ya untuk extra part selanjutnya.





__ADS_1


__ADS_2