SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Permohonan Vera


__ADS_3

5 bulan kemudian.


Nelam lulus seleksi awal beasiswa kedokteran, namun kenyataan membuatnya undur diri. Dia sendiri yang tidak ikut tes seleksi tahap akhir karena tiba-tiba perutnya sakit. Kini dia harus mengubur cita-citanya untuk menjadi seorang dokter kandungan.


Hari demi hari telah Nelam lewati, pahit manis bersama dengan bayi yang dikandungnya, harus Nelam akui, berat badannya bertambah drastis dan perutnya mulai terlihat. Nelam menghela napas pelan, dia menggendong tasnya di depan supaya teman-teman tidak melihat perutnya yang buncit. Nelam juga tidak memasukan bajunya ke dalam rok, karena napasnya sesak. Dia harus bertahan selama beberapa minggu lagi agar bisa ikut ujian nasional.


Nelam berjalan diantara teman-teman yang sedang mengobrol di koridor.


"Aneh banget sih Si Nelam."


"Bajunya gak dimasukin lagi."


"Si Nelam cantik-cantik penampilan kayak gitu."


"Sugar daddy-nya kan banyak, kenapa gak minta duit aja."


"Lagi sepi job kali Si Nelam, jadi kayak gitu."


"Sabar, sabar," batin Nelam.


Nelam sudah melewati keramaian, namun dia berhenti dan melihat Milan menahan tangannya.


"Nel, kamu baik-baik aja kan?"


Nelam tersenyum lalu mengangguk, dia melepaskan pegangan tangan Milan.


"Perut kamu udah gak sakit?"


Nelam melanjutkan jalannya bersama Milan.


"Banyak rasa sakit yang udah aku laluin sendiri Mil, aku juga udah kuat."


"Kamu kan emang wanita paling kuat Nel."


Nelam hanya tersenyum.


"Kamu bakalan jadi Ibu di usia 18 tahun, kamu siap Nel?"


"Siap gak siap harus siap."


"Nel, aku mau jadi Ayah buat anak kamu, walaupun aku juga masih muda banget, aku bakal cari kerja terus nafkahin kamu sama anak kamu. Aku kasian ngeliat kamu."


Nelam berhenti lalu melihat Milan dengan lirih. "Aku gak bisa nikah sama kamu Mil, lagi pula kamu bukan Ayah dari bayi ini. Aku trauma, aku gak mau nikah, aku benci lelaki. Aku benci Mil."


"Kamu gimana sih Nel, aku tuh kasian sama kamu! Aku juga cinta sama kamu!"


"Enggak Mil!"


"Kamu bakal jadi milik aku Nel, aku bersumpah."


"Terserah Mil."


Nelam berjalan dengan cepat, Milan frustasi lalu menonjok jendela kelas.

__ADS_1


***


Nelam terpaku melihat Vera di depan kelas, lalu dia menarik tangan Nelam untuk masuk ke dalam kelas.


Setelah di dalam, Nelam masih bengong, Vera seperti ingin memberikan pengumuman pada penghuni kelas.


"TEMEN-TEMEN TENANG SEBENTAR," teriaknya.


"KALIAN LIAT MOJANG KELAS KITA INI!"


"Heh Vera, ngapain sih, bentar lagi Bu Tati masuk," ucap Faiz ketua kelas.


"Bentaran aja Iz, gua mau ngasih pengumuman penting."


"DIA BAKAL JADI IBU GUYS."


Seketika suasana kelas jadi riuh kembali.


"Hah? Ibu? Maksudnya apa?"


"Nelam hamil?"


"Jadi, Si Nelam hamil?"


"Kata gue juga apa Des, perutnya juga buncit."


Milan masuk dibarengi Aisyah, lalu pria itu menghadapi Vera dengan dada yang membusung.


"APA-APAAN! LO FITNAH NELAM!"


Milan menarik kerah kemeja Vera karena kesal, hingga Faiz dan Reyhan menahan tangan Milan.


"Mil, cewek Mil!" ujar Faiz.


"Mil dia cewek, gak mungkin bisa ngelawan lo," tambah Reyhan.


Mata Vera berkaca-kaca. "Aku gini gara-gara kamu Mil, aku tergila-gila sama kamu nyampe aku gila."


"APA MAKSUD LO!" teriaknya lalu melepaskan pegangan tangan di kerah Vera.


Vera menyeka air matanya. "GUE SUKA SAMA LO DARI DULU! KENAPA LO SUKA SAMA NELAM!" teriaknya. "Lo gak inget siapa yang selalu ngirim surat waktu lo umur 5 tahun. Gue cuma pengagum rahasia lo dari dulu, lo Cinta pertama gue semenjak lo hibur gue waktu sendiri di taman bermain."


"Ja-jadi lo Arumi?"


Vera mengangguk. "Iya Mil, aku Cinta sama kamu Mil."


Milan menggeleng. "Arumi yang gue kenal gak gini, dia baik hati."


"Kita dipertemukan lagi Mil, tapi hati kita enggak, aku gak mau Mil, aku gak ikhlas liat kamu sama Nelam."


Vera berlutut di depan Milan. "Mil, terima cinta aku Mil, cuma kamu kekuatan aku saat ini, aku mau kamu nikahin aku Mil, tolong Mil. Bawa aku pergi kemana pun kamu mau."


Semua orang tampak tidak percaya dengan perbuatan Vera.

__ADS_1


"Gak bisa, Vera! Cepet diri, kalo enggak gue bakal benci sama lo!"


Vera bangkit dari berlututnya.


"WIH RAMEEEE!"


"CINTA SEGITIGA!"


"HAYUHHHH! DRAMAKEUNNN!"


"VERA JENTLEWOMAN!"


Vera menyeka air matanya lalu bergegas keluar kelas. Nelam melihat Milan yang terpaku, namun Ai memegang tangan Nelam.


"Ayok duduk Nel."


...***...


...♬♬ Andai aku bisa...


...Memutar kembali...


...Waktu yang telah berjalan...


...'Tuk kembali bersama...


...Di dirimu selamanya...


...Bukan maksud aku...


...Membawa dirimu...


...Masuk terlalu jauh...


...Ke dalam kisah cinta...


...Yang tak mungkin...


...Terjadi...


...Dan aku tak punya hati untuk menyakiti dirimu...


...Dan aku tak punya hati 'tuk mencintai...


...Dirimu yang selalu mencintai diriku...


...Walau kau tahu diriku masih bersamanya...


...Dan aku tak punya hati untuk menyakiti dirimu...


...Dan aku tak punya hati 'tuk mencintai...


...Dirimu yang selalu mencintai diriku...

__ADS_1


...Walau kau tahu diriku masih bersamanya...


...***...


__ADS_2