SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Cemburu


__ADS_3

Jika aku cemburu, tandanya aku tidak mau kehilangan. -Aksa.


***


Pria berbaju brimob berwarna hitam sedang memangu duduk di teras rumah kontrakan Nelam. Pria itu lagi-lagi melirik jam tangannya.


"Udah jam sepuluh, tapi Nelam belum pulang juga." Batin Milan.


Dia berjalan kesana kemari tak tentu arah, tak lama mobil BMW i8 berhenti di depan kontrakannya. Mata Milan membelalak kaget saat melihat siapa yang baru keluar dari mobil itu.


Nelam dengan CEO kaya itu membuat Milan menghampirinya dengan gagah. Lagi-lagi sikap cemburuannya membuat Milan gelap mata. Dia berdiri di depan Aksa memperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Nelam yang berdiri di samping Aksa telah mati berdiri. Dia takut Milan akan mengintrogasinya.


"Heh, siapa kamu!?" Tanyanya dengan nada suara yang besar menatapnya sangar.


"Saya Aksa, bosnya Nelam." Sahutnya tak kalah sangar.


"Baiklah Pak Bous,... Nelam istri saya, jangan terlalu dekat dengannya." Kata Milan lagi membuat Aksa melotot tak percaya. Alangkah terkejutnya dia, begitu pun Nelam. Tidak, orang itu bukan suaminya. Nelam tak pernah menikah.


"Baiklah, cerai kan Nelam." Ucap Aksa enteng membuat kedua orang itu semakin tercengang menatap Aksa tak percaya, bagaimana bisa dia memutuskan secara sepihak.


Milan mensejajarkan dirinya di sebelah Aksa dan menyandarkan diri di badan mobil melirik ke sebelah kanan berbicara tepat di dekat kuping Aksa dan menunjuk kepalanya.


"Woy, punya otak gak sih. Sampai Anabelle sama chukky pacaran, gue gak bakal cerai sama Nelam. Lu jangan jadi perebut bini orang!"


Aksa menceluk sakunya, menatap Milan dingin, "Terserah, tapi saya bakal melingkupi hidup istri anda selamanya. Saya menyukainya." Jawabnya lagi membuat emosi Milan meletup. Karena merasa pusing akan sikap mereka berdua, Nelam berjalan ke dalam rumah mengabaikan Tom and Jerry beragumen tidak jelas.


"Jangan mentang-mentang Anda bos, jadi memperlakukan Nelam seenaknya." Milan masih dengan ocehannya sembari berkacak pinggang.


"Jangan mentang-mentang anda Polisi jadi saya takut. Saya tidak akan menghabiskan waktu saya untuk berbicara dengan Anda, saya permisi. Ingat, cerai kan istri anda." Titahnya lagi sembari memegang knop pintu mobil.

__ADS_1


Ceklek..


Bruk...


Ngeng...


"Woy! Awas aja lu, balik lagi gue tembak kepala lu!" Pekik Milan, dia berjalan ke arah pintu rumah Nelam, namun terhenti saat pintu telah menutup sempurna. Milan menghembuskan napasnya pelan berjalan ke arah motornya.


***


Aksa mengemudikan mobilnya dengan kencang, dia memukul stir dengan tangan kanannya menatap lurus namun tatapannya tajam.


"Bagaimana mungkin dia sudah punya suami!" Pekiknya kencang dengan emosi menggebu-gebu.


"Nelam milikku, tapi lelaki itu. Ah, membuatku pusing. Aku tidak mau kehilangannya, aku ingin dengannya selamanya. Aku akan merebutnya dari Polisi itu." Gumamnya lagi.


"Wah, bagaimana kencan mu malam ini Kak?" Tanya Debi membuat Aksa menoyor kepalanya.


"Dia sudah punya suami. Seorang Polisi yang menunggunya di depan rumah ternyata suaminya." Jelasnya sembari berjalan menuju pintu masuk mansion mewahnya.


Aksa membuka jasnya karena panas yang membakar tubuhnya. Dia lemparkan begitu saja pada Debi, namun Debi melemparkan begitu saja ke sudut ruangan.


Aksa berjalan cepat ke kamarnya. Dia membuka kemejanya menampilkan lengan berotot dan roti sobek di perutnya. Aksa memang mempunyai badan atletis dari dulu.


Debi membaringkan dirinya di sofa mewah kamar Aksa. Dia memegang remot dan menyalakan televisi. "Kau tidak memikirkan Rania?" tanyanya.


Aksa memakai kaosnya cepat dan membaringkan tubuhnya di atas kasur, "Jangan membicarakan ***** itu, aku hanya menginginkan Nelam." Jelasnya membuat Debi menghembuskan napasnya pelan.


"Kau harus menunggunya menjanda dulu bodoh. Tadinya aku juga ingin mendekatinya, auranya membuat ku menyukainya. Sayangnya dia sudah bersuami." Jelas Debi membuat Aksa membelalak, dia melemparkan kemejanya pada wajah Debi.

__ADS_1


"Kau tau apa yang akan Polisi itu lakukan pada Nelam malam ini?" Tanyanya lagi membuat Aksa melotot, dia menatap adiknya serius membuat Debi terkekeh.


"Tidak salah lagi. Mereka harusnya tidak melakukan itu!" Jawab Aksa membuat Debi semakin terkekeh.


"Kau tidak berhak melarangnya bodoh!" Sahut Debi membuat Aksa gelisah. Dia berbaring lagi di kasur empuknya dan menelusup ke dalam selimut menutupi dirinya.


"Mungkin sudah beberapa kali." Sahutnya lagi.


"Berisik!" Pekik Aksa.


"Mungkin mereka sudah punya anak!"


"Aku tebas kepalamu Debi!"


***


Vote dan komen ya.. kasih hadiah ya, supaya cepat triple update :')


Hayohhh pilih mana?


Pak polisi



Atau


Direktur muda


__ADS_1


__ADS_2