SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Waktu berlalu


__ADS_3

3 tahun kemudian...


Raka tumbuh dengan baik, anak kecil itu kini sudah bisa berbicara. Anak kecil itu bertumbuh gemuk dengan wajah tampannya membuat siapa saja akan menangkapnya kepelukan dan mencubit pipi bakpaunya yang sungguh membuat gigi bergemeletuk gemes.



"Om... bangun, udah besok..." Ucap anak kecil itu pada seorang remaja berumur 18 tahun. Di usianya ini, sikap Reno persis sekali dengan Nelam. Selalu bersugesti positive dan pantang menyerah untuk melewati hari-hari suram.


"Ehmmpt-- Raka, ini kan hari minggu." Sahutnya masih menutup matanya, tubuhnya menggeliat.


Raka menggigit jari telunjuk Reno, membuat dia bangkit terlonjak...


"Aw..."


"Sakit...."


Reno berdesis lalu menatap dingin monster kecil yang tersenyum merasa tak bersalah. Reno mengejarnya dan memeluknya. Menggelitik adalah cara Reno balas dendam pada anak itu.


"Om Eno, ampunnn, mama manggil." Lanjutnya lagi sambil berlari.


Terlihat di sana sosok perempuan cantik. Nelam memang masih menjadi seorang penyanyi. Dalam tiga tahun, dia sudah bisa mengumpulkan uang untuk mengontrak rumah agar tidak merepotkan Aisyah. Melody Grup juga sudah terkenal dimana-mana, mereka sering ada job manggung diacara besar. Bukan manggung di hajatan lagi.


Malam itu, Nelam sudah mengemasi barang-barang Reno juga, tanpa sepengetahuannya. Reno terlonjak kaget, Nelam duduk berhadapan dengan Aisyah dan yang duduk di sampingnya yaitu Milan, selama tiga tahun itu, Nelam masih menganggap Milan sebagai sahabatnya.


"Ai, aku berhutang budi sama kamu. Makasih kamu udah nerima kita di kontrakan ini." Ucap Nelam sembari memegang tangan Ai. Gadis itu tersenyum ikhlas, Ai memang orang yang suka membantu, jadi dia tidak merasa terbebani. Bahkan suasana rumah akan menjadi sepi jika tidak ada keluarga Nelam, Ai akan sangat merindukan Raka. Apalagi satu tahun lagi dia akan diwisuda.


Balita gemuk itu berlari ke arah Aisyah, memeluknya dengan erat. Mungkin setelah ini, Ai tidak bisa bertemu setiap hari dengan Raka. Tak kuasa menahan tangis, Raka menatap Ai heran. Anak itu mengusap pipinya yang basah.


"Ate, kenapa ate nangis, emang Aka jahat?" tanyanya polos membuat Ai menggelengkan kepalanya pelan.


Nelam ikut terharu, dia menyeka air matanya, bangkit berdiri dan memeluk Aisyah. Dua wanita yang bersahabat itu menangis terisak-isak.


"Rumahku terbuka buat kamu, Nel. Hiks.. Hiks.."


"Iya... Ai, kamu juga harus mampir ke rumah aku. Kita jangan saling melupakan ya.. hiks.. hiks.."


Hanya Milan yang tidak menangis. Pria itu sudah membawa tas gendong yang berisi pakaian Nelam, Reno pun sama.


Raka yang melihat mama dan tantenya menangis ikut terharu.

__ADS_1


"Udah ya, aku pamit. Asaalamualaikum." Tutur Nelam, namun Raka masih menggenggam rok gamis Aisyah. Anak itu tidak mau berpisah dengannya. Nelam menggendong Raka yang masih menangis. Ai semakin berat ditinggalkan mereka, namun apa daya. Ini keputusan Nelam yang sudah matang.


"Waalaikusalam. Hati-hati..."


"Ate... hiks.. hiks.." Raka menangis dan tangannya terulur.


Nelam berjalan keluar, namun dia masih menengok kebelakang. Aisyah menahan tangisnya, mencoba tersenyum namun hatinya teriris.


Nelam dan keluarganya sudah tidak terlihat keberadaannya. Ai terduduk lesu, dia menyeka air matanya.


"Aku kesepian lagi. Semoga hidup Nelam membaik. Aku akan merindukan si gendut Raka." Gumamnya.


***


Rumah baru yang di tempati tidak terlalu bagus. Cuma kontrakan kecil yang di dalamnya terdapat dua kamar, dapur, dan ruang tamu.


Raka masih menangis, Nelam memeluknya erat. "Udah sayang, nanti ate Ai kesini." Nelam sambil mengusap-ngusap punggung anaknya.


"Kenapa ate Ai gak ikut?"


"Kita punya rumah masing-masing sekarang."


"Gak bisa, kan berat."


Milan menghampiri dan berjongkok di hadapan Raka, Pak Polisi baru itu mengusap rambutnya.


Nelam beranjak untuk membereskan dapur, Reno sedang menonton televisi dan Milan menggendong Raka yang menangis. Dia menempatkan untuk duduk berdua di sofa.


"Raka mau punya Ayah gak?" tanya Milan.


"Ayah itu apa?" tanyanya membuat Milan terlonjak.


'Bahkan wanita itu tidak pernah mengajarinya tentang Ayah. Begitu phobia dengan seorang lelaki.' Batinnya.


"Om... ayah itu apa?" tanyanya membuat Milan bingung.


"Ayah itu orang yang udah... " Dia terhenti.


"Pokoknya kalau ada yang nanyain nama Ayah, kamu jawabnya ayahku namanya ayah Milan ngerti kan, Ka?" Jelasnya panjang lebar, membuat Raka menggeleng.

__ADS_1


"Om bukan ayah Aka." Katanya membuat Milan terlonjak kaget.


Milan melihat Nelam yang sedang membersihkan lemari barunya.


"Nel, malem ini kamu ada acara gak?"


"Aku harus manggung Mil."


"Besok ada job manggung lagi?"


"Eumm, gak tau Mil, nunggu info dari Pak Hans."


***


Empat biduan Pak Hans berada di satu ruang, duduk di meja rias. Mereka berlomba-lomba untuk mempercantik diri, berperang dengan bayangan di depan cermin yang terpampang. Maskakara, lipstik, bedak, dipakainya dengan fasih.


"Kita ada job nyanyi di acara besar, katanya 'Mahendra Corp' sedang ngerayain puncak keberhasilannya. Mellody grup bakal manggung disana! Nelam kamu dandan yang cantik soalnya kamu yang bakal bikin grup kita banyak job. Tenang, saya bakal kasih bonus lagi." Ucap Pak Hans bersemangat.


Bonus? Apakah selama ini bapak anak satu itu memberinya bonus? Bahkan, satu persen pun tidak. Sungguh memalukan sikap congkaknya itu, rasanya benar-benar membuat emosi meletup.


Walaupun tanpa make up, Nelam akan selalu terlihat cantik, namun karena penyanyi dangdut harus terlihat 'Waw' dia terpaksa menggunakan make-up dan pakaian seksi.


Nelam sudah berdandan cantik, dia merogoh ponselnya. Dia melakukan video-call pada Reno, layar memunculkan wajahnya dan wajah Raka.


"Baik-baik ya sayang di sana. Udah makan belum?"


"Mama, pulangnya beli pukis lagi yak..."


"Iya, sayang. Jangan lupa, kalo mau bobo cuci tangan, kaki, dan yang terpenting..."


"Bedoa.. mama cepetan pulang... Aka kangen."


"Iya, sayang. Udah dulu yak, Ren nitip Raka..."


"Ok, Kak.."


Semua biduan Pak Hans telah berdandan dengan cantik, mereka beranjak keluar untuk memasuki mobil.


vote dan komen ya.. ♥

__ADS_1


__ADS_2