SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Aku ikhlas


__ADS_3

"Maksudmu?"


"Aku ayah biologisnya Raka."


"Apa?"


Nelam menutup telinganya mendengar suara bising di luar rumahnya, kemudian dia keluar rumah mencari sumber suara. Dilihatnya, suara keras itu berasal dari bunyi gergaji mesin yang digunakan untuk menebang pohon.


Nelam menghembuskan napasnya pelan lalu kembali ke dalam rumah. Dilihatnya, Aksa bangkit dari duduknya.


"Aku akan pulang."


"Sudah makan malam?" tanya Nelam.


"Sudah."


"Apa?"


Karena suara keras itu cukup mengganggu, Aksa langsung mencium kening Nelam lalu berbisik.


"Aku pergi dulu, aku harus mengurus pernikahan kita."


Nelam menarik tangannya. "Boleh aku ikut?"


Aksa mengusap pucuk kepala Nelam. "Nanti kau kecapean, mending urus Raka di rumah."


Nelam menghembuskan napasnya pelan. "Yasudah, hati-hati di jalan."


Aksa meraih tangan kanan Nelam. "Jangan nakal."


"Aish, aku bukan anak kecil lagi, tau."

__ADS_1


***


Setelah kepergian Aksa, Nelam membersihkan makanan yang berserakan di atas meja karena tadi Raka mengacak makanannya.


Namun Nelam masih membayangkannya. Dia tidak menyangka kalau dia bisa melepas traumanya, bahkan pernikahannya dengan Aksa membuat jantung Nelam berdegup lebih cepat dua kali lipat. Sungguh, Nelam sangat menantinya.


'Apa aku akan bahagia?' batinnya.


Tok..


tok..


tok..


Segeralah dia berjalan ke arah pintu dan membukanya. Nelam tersenyum hangat melihat kedatangan Milan dan Aisyah.


"Kalian gak ngabarin aku dulu sih, kalo ke sini."


"Tadi kita abis ke pesantren."


Mereka berjalan menuju sofa.


"Raka kemana?"


"Raka sama Reno lagi pergi ke taman bermain."


Milan duduk di samping Aisyah dan Nelam duduk di depan Aisyah.


"Cie, yang lagi bulan madu."


"Nel, kita udah lama, kamu kali yang mau bulan madu. Kasih undangan mendadak, lagi."

__ADS_1


Milan terdiam lalu menunduk, sungguh, rasanya masih ada, hingga detik ini dia belum benar-benar mencintai Aisyah.


'Astagfirullah, ya Allah, berikan lah perasaan ini hanya untuk istriku, bantulah aku memberikan rasa cintaku seutuhnya hanya untuk istriku,' batin Milan.


Milan tengadah, mencoba terlihat tegar, dan mencoba berpura-pura ikhlas agar istrinya merasa yakin kalau Milan sudah melupakan Nelam.


"Nel, semoga Aksa bisa jadi suami yang baik buat kamu, semoga kamu cepet dapet momongan."


Aisyah tersenyum, 'Aku tau Mil, kamu masih ada perasaan, aku udah kenal kamu lebih dalam. Walaupun kamu masih berusaha untuk cinta sama aku, tapi aku yakin aku bisa menangin hati kamu seutuhnya.' batin Aisyah.


"Nel, gimana? Si itu loh."


"Hm, siapa i?"


"Yang kamu cerita ke aku."


"Oh Dirga, dia kirim pesan gini ke aku."


Nelam meraih hand-phone-nya yang memang dari tadi tergeletak di atas meja kemudian menyodorkannya pada Aisyah.


Isi pesan dari Dirga.


Maaf aku egois, aku benar-benar panik. Aku mengira kamu menerima cintaku, ternyata kamu hanya menganggap aku sebagai sahabatmu. Aku kira, menjadi posesif dan obsesi bisa mendapatkan mu, tapi aku salah besar, aku malah sangat kehilanganmu. Aku sekarang memahi arti Cinta sesungguhnya. Titik tertinggi mencintai yaitu mengikhlaskan, dan aku benar-benar ikhlas melihatmu menikah dengannya. Saat di Amerika, aku sungguh memikirkanmu, firasatku mengatakan kamu sedang tidak baik-baik saja, dan saat aku kembali ternyata benar, kamu sudah memiliki seorang anak dan kamu pernah hancur karena mantan suamimu dulu. Tapi sekarang aku lega melihatmu bersama orang yang tepat. Tapi, jika dia menyakitimu, aku orang pertama yang akan membawamu jauh darinya. Aku ingin segera melihatmu bahagia.


Aisyah mengembalikan hand-phone Nelam. "Dia puitis banget, dia keliatan Cinta banget sama kamu namun tak terbalas."


Ehemm..


Dehem Aisyah kemudian melirik Milan, segera lah dia menyisap kopinya.


"Karena sedekat apa pun, dan secinta apapun kita sama pacar kita, kalau bukan jodoh, gak bakal bisa bersama," jelas Milan. "Belajar mencintai lebih baik, karena yang ditakdir Allah untuk kita adalah yang terbaik," lirik Milan kepada Aisyah, kemudian wanita itu membetulkan hijabnya.

__ADS_1


***


Vote dan komennya..


__ADS_2