
Aksa duduk di sofa dengan kaki terlentang di atas sofa. Dia melihat pesan dari rekan kerjanya.
Haris : Aku melihat Rayhan saat akan ke apartemen.
Aksa : Share lokasi sekarang juga, aku akan memenggal kepala orang biadap itu!
Haris : Baik Pak.
Aksa : Kau sudah menemukan bodyguard baru untuk ku?
Haris : Sudah.
Aksa : Perintahkan mereka untuk membawa Rania, akan ku beri peringatan pada wanita itu!
Aksa beralih melihat Sang Ibu menenteng sebuah tas karena baru pulang dari pusat perbelanjaan. Ibu dua anak itu duduk di salah satu sofa dengan wajah menekuk.
"Mama kesal pada Nelam! Dia gak memperbolehkan Mama ketemu Raka!"
Aksa menatap tabnya lagi dengan menggubris perkataan Mamanya. "Nelam diancam sama Rania, Aksa bakal bikin perhitungan dengan wanita itu!"
"Tapi ini gak bisa dibiarkan! Bagaimana kalau Nelam membawa cucu ku pergi! Aku harus membawa Raka."
Aksa menjauhkan tabnya, dia belum bisa berdiri karena keadaannya ini.
"Aku takut Nelam pergi."
Nyonya Kinan memegang kepalanya. "Mama akan membawa Raka, Mama harus ke rumah Nelam sekarang!"
"Jangan Mam."
Nyonya Kianan berjalan keluar rumah, Aksa mengacak rambutnya frustasi.
Aksa beralih melihat ke arah pintu saat melihat Dirga, sahabat kecil sekaligus rekan kerjanya. Pria itu langsung menghampiri Aksa, lalu menerima uluran tangan Dirga.
"Bro, lama tidak jumpa!"
Mereka bersalaman tumpul ke atas atau salam persahabatan lalu Dirga duduk di salah satu sofa.
Dirgantara, seorang pengusaha muda sukses di bidang teknologi. Dia akan cepat menemukan seseorang atau menangkap seseorang. Dia mempunyai anak perusahaan di berbagai negara. Orang kedua terkaya setelah Aksa.
"Kapan kau kembali dari Amerika?"
"Setahun lalu, aku kembali untuk mencari orang spesial di hidupku."
"Orang spesial? Apakah Cinta pertamamu?"
"Orang yang sangat berarti dari hidupku."
"Semoga kau menemukannya."
Dirga mengerutkan keningnya. "Kenapa kau tidak di rumah sakit dulu? Bukannya kau belum pulih?"
__ADS_1
"Bagiku luka segini tidak ada apa-apanya."
"Baiklah, kau terlalu kuat menghadapi ini. Sampai-sampai aku yang tidak percaya kalau kau tertembak."
"Aku tidak akan mati, meski aku mencoba mati."
"Pikirmu kau punya nyawa berapa?"
Dirga melihat jam tangannya. "Aku harus ke kantor polisi."
"Untuk apa?"
"Kau belum tau kabar terbaru?"
Aksa semakin mengerutkan keningnya. "Kabar apa?"
Dirga menampilkan senyum miringnya. "Aku sudah menangkap Rayhan untuk mu."
Aksa melotor tidak percaya. "Kau?"
"Bukankah kau memang membutuhkanku, sudah ku bilang aku akan segera pulang."
Aksa menggeleng tak percaya. "Aku tidak menyangka dengan ini, tapi kau hebat."
"Mungkin hidupmu sudah melega."
"Belum, aku ingin menikahi seseorang."
"Karena wanita itu, bertahun-tahun aku tidak mencintai wanita lain."
Dirga tersenyum hambar. "Kau sepertiku, mencintai seorang wanita walaupun kita jauh dan sudah lama tidak bertemu, tapi rasa Cinta ini masih ada."
"Kau ingin menikahinya?"
"Tentu, aku akan segera menikahinya."
"Semoga kau cepat menemukan wanutamu itu."
Durga menepuk bahu kanan Aksa. "Kau juga, sukses selalu dan dapat menikahi wanita itu."
Aksa melihat tabnya lalu membaca sebuah artikel penangkapan Rayhan Mahendra atas kasus korupsi dan perencanaan pembunuhan.
"Aku tidak akan kalah sampai kapan pun."
"Ya, aku akui itu."
"Bagaimana kontrak kerja sama kita?"
"Aku akan atur semuanya, karena aku yakin dengan mu."
"Baiklah, kau sahabat terbaik."
__ADS_1
Dirga menggeleng pelan. "Tidak usah sungkan, karena aku akan selalu membantumu."
"Kau akan membantu ku menjebloskan satu orang lagi ke penjara?"
Dirga tersenyum remeh. "Tentu, dalam hitungan detik dia akan masuk penjara jika dia melakukan kesalahan."
"Dia banyak melakukan kesalahan, termasuk percobaan pembunuhan."
"Maksudmu?"
"Aku akan menuntut Rania atas kasus lalu."
"Baiklah, itu gampang."
***
Nelam keluar rumah malam ini untuk mencari makanan. Setelah resign dari kerjaannya, Nelam sudah menemukan tempat tinggal baru yang mungkin Aksa tidak akan tahu tempat tinggalnya sekarang. Kalau Aksa baik-baik saja, mungkin dia akan menahan Nelam dan tidak membiarkannya pergi.
Nelam berjalan di bahu jalan untuk membeli soto ayam dia harus menyebrangi jalan. Entah keliru atau apa, Nelam langsung menyebrang tanpa melihat kiri-kanan.
TIDDD!
KITTT
"AAAAA!"
Mobil tersebut berhenti lalu pemiliknya turun. Nelam masih menunduk dan menutup wajahnya, karena dia hampir tertabrak. Pria itu menghampirinya dengan panik, lalu memegang bahu kanannya.
"Kamu tidak apa-apa?"
Nelam membuka wajahnya membuat pria itu membulatkan matanya. "Dewi! Kamu Dewi kan?"
Nelam mengernyit. "Bukan."
Nelam berniat pergi namun lelaki itu mencengkal tangannya. "Aku Dirga! Dirgantara Sanjaya!"
Nelam menatapnya tidak percaya, kemudian lelaki itu memeluknya. "Aku sangat merindukanmu, aku sangat mencintaimu."
***
Vote dan komennya ya... supaya cepat berlanjut..
Aksa Mahendra.
Nelam
Dirgantara
__ADS_1