SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Jadian


__ADS_3

...Kalau dia tulus sama kamu, jangan ditolak, nantinya nyesel. ...


***


"Nel, aku gak mau putus sama kamu!" Danu masih memegang tangan Nelam seakan-akan ingin Nelam mengasihaninya, namun Nelam tidak punya rasa kepercayaan untuk Danu lagi.


"Please, Dan. Jauhin aku, kamu udah jadi pacar Sarah." Nelam mulai berlalu. Danu masih menatap Nelam di kejauhan. Sorot matanya kelam, Danu yang labil dan tidak bisa menentukan pilihan pun harus kehilangan Nelam.


***


"Nel kenapa?" tanya Milan yang sedang duduk di atas meja Nelam. Wanita itu menangis dan tidak mengubris perkataan milan.


Milan bangkit menuju kursi Vera dan mendudukinya. Dia memeluk Nelam untuk menenangkan, "Kamu ikhlasin Danu, semoga amal ibadahnya di te--"


Plakk..


Nelam menggebuk paha Milan, dia menyeka air matanya.


"Asik.. Nelam udah jomblo, yes!" Milan mengepalkan tangannya dan menarik sikutnya kebelakang. "Orang kayak Danu itu gak pantes buat kamu." Lanjutnya.


"Tuh Danu." Tunjuk Nelam membuat Milan menengok cepat. Danu yang merasa bersalah mencoba menenangkan dirinya dan tidak terpancing emosi oleh omongan Milan. Emang ya, celetukan Milan itu membuat siapa aja kesal.


"Nelam aku minta maaf. Kalau ini keputusan kamu aku bisa terima. Aku mohon, jangan benci sama aku." Tutur Danu.


"Aku gak benci kamu. Ini emang jalan yang terbaik. jangan sakitin dia, kamu gak ngerasain sakitnya kayak gimana"


Danu menunduk, "Aku emang bodoh selama ini udah nyia-nyiain kamu yang udah tulus sama aku."


the first break will end in 5 minutes


Backsound bel membuat Danu berjalan ke tempat duduknya diikuti Milan.


***


Malam minggu ini begitu banyak anak muda yang sedang berjalan berdua menikmati indahnya malam dengan kekasihnya. Milan selalu berharap bisa merasakannya dengan Nelam. Dia pun memberanikan diri mengunjungi rumah Nelam.


"Assalamualaikum.."


Panggilan suara itu membuat Nelam keluar dari rumahnya menghampiri ke sumber suara. Alangkah kagetnya Nelam saat melihat Milan berdiri di depan rumahnya. Pria itu berdandan sangat rapi menggunakan jaket kulit berwarna hitam dan menggendong soft-case gitar.


"Mau apa Mil?"


"Jenguk ibu kamu."


"Tapi ibu udah tidur di kamar."


Milan duduk di teras rumah Nelam, tepatnya di kursi plastik depan rumah. Nelam pun ikut duduk di sampingnya.


Milan membuka tas yang yang berisi gitar lalu dia menatap Nelam dengan menaik turunkan alisnya.


Ekh..


Ekhmzz..


"Cek .. cek.. satu.. dua.. satu.. dua.."


Milan menarik nafas panjang lalu mulai memainkan intro musiknya.


"Dengerin ya, Nel."


Milan membawakan sebuah lagu dari Admesh-Cinta Luar Biasa.


🎶🎸Waktu pertama kali


Kulihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati tenang mendengar

__ADS_1


🎶Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


🎶Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


🎶🎸Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu.


🎸Hari hari berganti


Kini cintapun hadir


Melihatmu, memandangmu bagai bidadari


Lentik indah matamu


Manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


🎶Rasa ini tak tertahan


Hati ini slalu untukmu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamuu.


Nelam memandangi wajah Milan dengan lama, sikapnya yang romantis ini membuat jantung Nelam berdegup lebih kencang. Dia menoleh kearah Nelam tanpa wanita itu sadari, tatapannya telah membuat Nelam terpesona. Dia meraih tangan Nelam, menatap mata Nelam dengan dalam.


"Sungguh Nel, aku sayang sama kamu. Saat pertama liat kamu aku ngerasa kamu itu beda dari yang lain. Aku gak mau maksain perasaan kamu, yang jelas aku gak mau ada jerawat fi pipi aku," ujarnya. "Kamu mau gak jadi pacar aku?"


Nelam tersenyum tipis lalu wanita mengangguk membuat Milan terlonjak kaget.


"Serius Nel?"


"Sekarang aku emang belum punya apa-apa tapi aku janji, nanti kalo aku udah sukses, aku bakal bahagiain kamu."


"Jangan terlalu serius mencintai seseorang belum tentu dia jodoh kamu. Eh Mil, jangan bilang ke siapa-siapa ya kalo kita udah jadian." Kata Nelam namun Milan menggeleng.


"Bilang ah.."


"Jangan dih!"


"Iya, enggak sayang."


Tak lama, Reno adiknya Nelam menghampiri mereka berdua. Dia menatap ke arah gitar yang sedang Milan pegang.


"Hei! Kamu pasti adiknya Nelam. Kalian mirip banget yang satu ganteng yang satu cantik kayak bidadari." Tutur Milan membuat Nelam menggebuk lengan atasnya.


"Kak, pinjem gitarnya dong."


Milan melepas tali gitar yang terpaut di lehernya. Dia mengulurkan gitarnya pada Reno. Anak itu membawanya duduk di atas balai bambu yang jaraknya tidak jauh dari mereka. Dia menyila kakinya dan memangku gitar.


"Adik kamu bisa main gitar?" tanya Milan.

__ADS_1


"Iya, cita-citanya pengen jadi anak band katanya."


Jeng.. jeng..


"Kak, gak papa aku pinjem?"


"Iya gak papa."


Reno mulai memainkan intro nadanya. Kali ini dia akan menyanyikan sebuah lagu dari Virgoun-Bukti.


🎶Memenangkan hatiku bukanlah


Satu hal yang mudah


Kau berhasil membuat


'Ku tak bisa hidup tanpamu


🎶Menjaga cinta itu bukanlah


Satu hal yang mudah


Namun sedetik pun tak pernah kau


Berpaling dariku


🎶Beruntungnya aku


Dimiliki kamu


🎶Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat kubernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


🎶Kaulah bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu.


"Kamu tau gak, tadi ada bintang jatuh." Kata Milan membuat Nelam terheran.


"Iya, gitu?"


"Buktinya si bintang ada di samping aku."


"Dih, gombal!"


Tak lama Milan mengerjap dan memandangi cepat jam tangan hitam, "Oh iya Nel, aku harus pergi sekarang. Mau jemput adik aku di pesantren."


Milan sudah bangkit berdiri, lalu mengulurkan tangannya pada Nelam. "Salim, Nel." Katanya namun Nelam menepis tangannya. "Belum muhrim kan." Sahut Nelam.


"Yaudah, Assalamualaikum calon istri."


"Waalaikumsalam."


Saat Milan beranjak pergi Reno memanggilnya, "Bang gitarnya!"


"Di kamu dulu aja supaya bisa belajar lagi."


"Aku pinjem ya bang,"

__ADS_1


"Iya."


***


__ADS_2