
Nelam telah menjemur pakaiannya, kemudian membersihkan baju dasternya yang terkena noda sembari berjalan menuju rumahnya.
"Mana warnanya putih lagi, bakal susah hilang."
Nelam berjalan memasuki rumahnya, kemudian mengambil lap untuk membersihkan meja. Tangannya berhenti membersihkan meja setelah seseorang membekam mulutnya. Bahkan orang itu duduk di sofa membuat Nelam berada di pangkuannya.
"Aku mendapatkan mu!"
"Empph.. "
Nelam menengok ke belakang melihat wajah pria itu kemudian menggebuk kakinya. Lelaki itu menjauhkan tangannya dari mulut Nelam.
"Mengagetkan!"
"Kau kaget?"
"Iya!"
"sebentar lagi pernikahan kita."
"Iya, aku sudah menantinya"
Nelam beralih duduk di sebelah Aksa, kemudian pria itu mencubit hidungnya. "Kau marah begitu terlihat sangat cantik."
"Lalu kita? Akan bersama? selamanya?" tanyanya membuat Aksa tersenyum.
"Iya, cantik. Kita akan bersama selamanya."
"Kalau ada yang mau pisahkan kita?"
"Aku akan lawan, mau apa lagi? Tega sekali dia memisahkan aku dengan wanita secantik ini," ujar Aksa membuat pipi Nelam merah. "Bahkan cahaya dari wajahnya sangat menyilaukan."
"Apa aku punya cahaya di wajah?"
__ADS_1
"Tentu, cahaya itu terpancar dari hatimu yang baik."
"Kau juga orang baik."
"Kurasa tidak."
Nelam cemberut lalu menghela napas pelan. "Serius, kamu orang baik."
"Baiklah, kalau kau memaksa."
"Bagaimana? kau sudah menyiapkannya."
"Besok kita menikah?"
Mata Nelam melotot, sungguh dia tidak percaya dengan semua ini. "Ba-bagaimana.. Aish, kau bercanda kan?" tanyanya frustasi.
"Iya, undangan sudah ku sebar tanpa sepengetahuan mu, gedung sudah ku siapkan, malam ini kita ke apartment ku."
"Aku masih belum percaya."
Nelam masih menatapnya tidak percaya. "Kau serius?"
Aksa meraih tangannya lalu mencium tangan Nelam. "Berapa maharmu? Akan ku usahakan? Apa itu tidak cukup?"
"Itu sangat berlebihan."
"Tidak untukku, bagiku, cintamu membuat ku hidup, kamu paling berharga dari apa yang kumiliki sekarang, aku tidak peduli tanggapan orang yang bilang kalau aku terlalu berlebihan padamu, tapi aku benar-benar obsesi padamu, caraku ingin memiliki memang akan menyakitimu, tapi aku hanya bisa meminta maaf dan berharap kau selalu bersamaku walaupun nanti kau akan merasakan sakit. Tapi aku benar-benar meminta maaf, apa kamu akan memaafkan ku, jika aku berbuat salah?"
Nelam mengusap kepala Aksa. "Bayi besar ini selalu minta maaf, hm.."
Aksa tersenyum manis. "Baiklah, bayi mu ini butuh susu supaya tidak merengek."
"Besok, kan besok pernikahan kita."
__ADS_1
"Malam itu, terimaksih susu hangatnya."
"Aku tidak pernah memberimu susu hangat."
"Waktu kau tidur."
Nelam melotot tidak percaya.
Aksa terkekeh kecil. "Apa humorku sejelek itu, bahkan kau tidak tertawa."
"Tapi kau ambigu."
Aksa memegang kedua pipj Nelam. "Wanita secantik ini, aku baru pertama kali melihatnya. Aku mencintaimu, sejak pertama melihatmu. Dan aku sangat bersyukur dipertemukan kembali denganmu."
Nelam memegang pergelangan tangan Aksa, lalu gelombang di matanya turun ke pipinya. "Aku begitu lelah selama ini, aku dalam trauma ku, sampai-sampai aku menilai semua pria sama saja, tapi aku menantimu. Menanti laki-laki yang baik, bertanggung jawab dan fia adalah orang yang jujur."
'Orang yang jujur?' batin Aksa.
"Ada yang aku sembunyikan, aku tidak bisa membohongimu lagi."
Nelam mengerutkan keningnya. "Ada apa, hm? kebohongan apa?"
"Aku menyembunyikannya sudah lama dan sekarang rasanya waktu yang tepat."
"Iya, cepat katakan?"
"Aku-"
"Iya?"
"Aku Ayahnya Raka."
***
__ADS_1
Vote dan komennya ya..