
'Harusnya aku tidak membiarkanmu pergi, harusnya aku tetap menahanmun bersamaku di sini' - Aksa Mahendra.
***
Seketika Nelam mengingat pria dalam lima tahun lalu.
"Nona, aku ingin bercinta denganmu malam ini."
***
Aksa membuka kancing kemejanya.
"Aku gak bisa."
Aksa menghiraukannya hingga Nelam menahan tubuhnya. "Aku akan membencimu jika kamu melakukan itu."
Aksa terdiam sejenak lalu bangkit, dia duduk di samping Nelam, lalu menghembuskan napas nya pelan. "Aku terlalu berimajinasi tentangmu, aku ingin segera menikahi mu."
"Aku tidak mau kamu memaksaku untuk berhubungan layaknya seorang suami istri."
"Aku mengerti, aku tidak akan memaksamu."
Nelam bangkit diikuti Aksa. "Aku harus ke bawah acaranya juga belum selesai."
Aksa memegang tangan Nelam. "Tapi tadi kamu menerimaku."
"Menerima apanya!"
"Hey, jangan membantah seperti itu, nanti cantikmu berkurang."
"Yaudah."
"Berarti kamu milikku."
"Enggak."
Aksa mencium tangan Nelam. "Kamu punyaku, tidak ada yang boleh merebutmu."
Nelam melengos. "Aku ke bawah duluan."
"Nanti calon suami mu menyusul."
"Siapa?"
"Siapa lagi kalau bukan aku."
Nelam hanya tersenyum kecil.
"Ingat, jangan berbicara dengan pria lain, aku memantaumu di CCTV."
__ADS_1
Nelam hanya mendecak lalu menutup pintu kamar Aksa.
***
Nelam keluar dari lift kemudian seorang wanita menariknya ke suatu tempat.
"Ikut gue!"
"Mau kemana?!"
Mereka berhenti di pinggir kolam, dan tempat ini sepi. Entah rencana jahat apa yang akan Rania perbuat.
"Kalo lo pergi, gue bakal ceburin lo ke kolam! Tingginya 170 cm, lo pasti bakal tenggelam."
Nelam mengerang sakit. "shh aw.. lepasin!"
"Kenapa lo masih deketin Aksa! Lo tuh murahan!"
"Aku gak bisa boongin perasaan aku, Mba."
Rania melotot dan tangannya semakin menarik tangan Nelam lebih dekat ke kolam. "LO MANGGIL GUE MBA!"
"Ma-maaf."
"PANGGIL GUE NYONYA! LO TUH CUMA BABU!"
"Lepasin aku, awww."
"Aku gak bisa jauhin Aksa."
Rania semakin mencengkal tangan Nelam dengan kencang. "TAU DIRI, BABU!"
"Aku minta maaf."
"INGET, SEMAKIN LO DEKETIN AKSA, SEMAKIN GUE USIK HIDUP LO!"
Nelam melengos. "Kamu kan udah cerai sama Pak Aksa."
Rania mendengus kesal. "LO TUH NGEYEL DIBILANGINNYA YA! PANGGIL GUE NYONYA, GUE MAU RUJUK SAMA AKSA!"
"Tapi, Aksa bilang mau nikahin aku."
Rania semakin emosi, rasanya pikirannya buntu. Dia sangat sakit hati ketika mendengar Aksa mencintai Nelam. Dia iri karena selama setahun ini, Aksa tidak mencintainya. Sedangkan pada Nelam, baru bertemu sudah sangat terobsesi.
"LO HA-RUS MATI DETIK INI JUGA!" teriaknya di sela-sela napas yang menggebu sambil menarik tangan Nelam untuk mendekat ke kolam.
"TO-TOLONG!"
"Aku punya anak! Dia cuma punya aku!"
__ADS_1
"GUE GAK PEDULI!"
"Mba, aku janji gak bakal-"
"BASI"
Rania mendorongnya dengan kuat.
"Jangan Mba! Mbaaaa!"
BLUNGGG..
BYURRRR..
Rania menampilkan smirknya. "Terlalu mudah nyingkirin ****** itu," ucapnya.
***
Aksa merapikan file-nya setelah itu melihat macbook-nya. Aksa telah mengakses CCTV di macbook-nya, namun dia mengerutkan keningnya saat melihat Nelam dengan Rania di pinggir kolam renang. Aksa menyesap susu hangat di tangannya, namun dia membulatkan matanya, bahkan dia meramas gelas itu hingga pecah di tangannya.
"Ke-kenapa dia!"
"RANIA! KAU CARI MATI!" teriaknya sambil melotot, matanya juga merah karena dia membendung air mata.
Aksa berlari cepat dengan air mata yang terbendung di matanya. Dia seperti sedang balap estafet. Sayangnya dia, harus turun dari lantai 12 ke lantai 5. Dia harus cepat! Sebelum..
'Sayang bertahan lah, kenapa kamu gak bisa lawan dia, kamu harus kuat, aku akan segera datang,' aku mohon bertahanlah sayangku,' batin Aksa.
Aksa berhenti di depan lift dan menekan tombol lift dengan cepat. Dia heran kenapa lift tidak membuka, perasaannya tidak enak. Dia tengadah melihat tulisan 'Lift rusak'.
"SIALAN! BESOK AKU GUSUR LIFT INI!"
Aksa panik, dia menuruni tangga dengan cepat. Tanpa lelah, tanpa berhenti. Larinya sangat cepat, namun wanita yang dicintainya sudah tenggelam dari tadi.
'Jika aku harus kehilanganmu, sungguh aku tidak siap, kamu satu-satunya orang yang bisa membuatku bahagia, jika kamu meninggalkan ku begitu saja, kamu sungguh menyakitiku. Bertahanlah, aku cuma butuh waktu sebentar saja, aku mohon bertahanlah."
***
Penasaran? Vote dan komennya ya. kasih hadiah juga supaya doublu up uo nya ya..
Nelam Dewi permata
Rania Nouva
Aksa Mahendra
__ADS_1