SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Tidak ada kata maaf


__ADS_3

Jika aku cinta, aku akan sangat cinta, jika aku benci, aku akan sangat membencinya - Aksa.


***


"Mama udah lama nunggu Rania hamil! Kenapa kamu mau bercerai?"


Aksa melepas dasinya lalu duduk di sofa. "Aku mau nginep di sini lagi."


"Kamu sudah berumah tangga, tidur sama istri kamu!"


"Mam, Rania gak bener. Dia tidur sama orang lain di hotel."


"Rania bakal memperbaikinya Aksa!"


"Aku gak bisa Mam!"


"Kapan kalian kasih cucu? Apa Mama sama Papa harus adopsi anak!"


Aksa mengerutkan keningnya. "Ngapain juga Mam."


"Supaya ada penerus kekayaan kita, percuma kita banyak uang, tapi hidup seperti ini terus, gak bahagia!"


Aksa memakan apel lalu menyandarkan tubuhnya. "Aksa mau cari perempuan lain."


"Kamu mau nikah lagi?"


"Katanya Mama mau cucu?"


"Ya iya, Mama sama Papa mau cucu laki-laki."


"Yaudah Aksa nikah lagi."


"Harusnya kamu bujuk Debi juga supaya dia cepet nikah juga."


"Dia asik main perempuan di club malam."


"Cari wanita yang baik yang bisa memberikan kamu keturunan. Jangan sampai rumah tangga kamu berantakan lagi."


"Dari awal Aksa gak Cinta sama Rania, kenapa Papa sama Mama maksa Aksa."


"Ya masa kamu mau hidup membujang."


"Aksa cuma butuh waktu."


Tak lama Debi datang lalu duduk di dekat ibunya.

__ADS_1


"Mam, udah makan?"


"Kamu kapan nikah? Kapan Mama punya cucu?"


Debi membelokan lidahnya. "Secepatnya."


Nyonya Kinan tersenyum senang lalu memeluk anak bungsunya. "Asikkkk, Mama bakal punya cucu."


Aksa mengerutkan keningnya. "Kamu mau nikah sama siapa!"


"Biduan cantik itu."


"Gak bisa!"


"Hey! Dia wanita yang selama ini aku cari!"


"Kenapa kamu cari dia?" tanya Aksa.


Debi menggigit bibirnya. "Ada rahasia."


"Rahasia?"


"Pak Aksa, Anda jangan kepo!"


"Kau kan pintar, bisa urus semuanya sendiri kan Pak Aksa."


"Kamu sibuk tanam benih dimana-mana, sana cari wanita yang kamu tiduri!"


"Ngapain aku cari mereka, karena mereka cuma sampah."


"Bagaimana bisa dewasa, Anda tidak tanggung jawab," Balas Aksa, pesonanya memang dimana-mana.


Nyonya Kinan melotot lalu menoyor kepala Debi. "APA! Debi!"


"Mam no! Jangan percaya Kak Aksa."


Nyonya Kinan menjewer telinga Debi. "Debi! Jangan sampai Mama sama Papa sita ATM dan lain-lain!"


"Ampun Mam, Debi gak bakal main perempuan di club lagi."


Nyonya Kinan melepaskan tautan tangannya. "Siapa aja yang udah ngasih keturunan, bakal Papa kasih 80 persen saham perusahaan."


Aksa hanya menghembuskan napasnya pelan. "Aku suka bekerja, tapi Debi membuat aku tipes."


Debi menggebuk punggung Aksa pelan. "Aku janji akan membantumu Pak."

__ADS_1


Nyonya Kinan bangkit berdiri lalu meraih tasnya. "Kalo Papa kalian pulang, Mama ada arisan berlian."


Debi menyenggol bahu Aksa. "Pak Aksa, bakal jadi duda."


"Itu yang aku mau."


"Kenapa Kakak gak cinta sama Rania, apa karena dia mandul, siapa tau Kakak yang mandul."


Aksa menoyor kepala Debi. "Aku gak pernah nuntut Rania untuk hamil, aku jijik karena dia ditiduri orang lain."


"Siapa tau kamu cuma salah paham."


"Aku baca chat dia, bahkan aku grebek ke kamar hotel, dia lagi tidur sama cowok yang lebih muda."


"Tapi kamu gak pernah Cinta sama dia?"


"Gak ada rasa cinta dari awal."


"Kenapa gitu?"


"Karena Cinta datang dari ketulusan seorang wanita."


"Hm, Rania cuma mau harta aja."


Aksa bangkit lalu menarik jasnya. "Aku ada meeting, malam nanti, kamu urus surat kerja sama dengan Pt Alumindo."


Aksa berhenti melihat seorang wanita yang berjalan cepat ke arahnya. Bahkan wanita itu memegang tangan Aksa sembari memohon.


"Sayang, kamu salah paham!"


Aksa sudah mengepalkan tangannya. "Pergi sebelum aku bertindak kasar!" ucapnya dingin.


"Aku ditiduri, aku diculik!"


Aw...


Aksa mencengkal tangan wanita itu dengan kuat, rahangnya mengeras. "Wanita jalang sepertimu itu menjijikan! PERGI SANA!"


Bruk...


Aksa mendorong tubuh gadis itu sampai tersungkur ke lantai lalu dia berjalan keluar rumah. Rania tidak mengejarnya, karena Aksa akan tambah mengasarinya.


***


Vote dan komennya

__ADS_1


__ADS_2