
Setiap langkahnya, Nelam merasakan ada orang yang mengikuti. Saat hendak memasuki gang rumahnya, dia terhenti menegok ke belakang.
Kosong...
Dia melanjutkan langkahnya. Pulang kerja, Nelam membawa sebuah plastik berisi kue pukis kesukaan Raka. Saat bekerja pun, Nelam hanya mengingat Raka. Baginya, anak kecil itu memberi kehidupan. Saat gelap dunia, dia hadir membawa cahaya terang. Sekarang Nelam bahagia, Raka sudah tumbuh dengan baik. Penuh kasih sayang seorang Ibu.
Malam ini sangat dingin, angin menyibak rambutnya, dia mengeratkan jaketnya, lalu melipat tangan. Tadi Nelam dapat banyak saweran, dia akan membeli sepeda untuk Raka, begitu senangnya wanita itu.
Setelah sampai di depan rumah, seorang remaja berkulit putih menyambutnya. Seperti biasa, Nelam selalu pulang larut malam.
"Raka udah tidur, Kak." Ucapnya.
"Yaudah, ayok masuk. Di luar dingin banget." Ajak Nelam mereka memasuki rumah kontrakan kecil itu.
Di ujung sana, ada pria berbadan kekar mengikuti dari tadi.
***
Pagi ini cerah sekali. Nelam sedang membersihkan halamannya, tak lama seorang pria tua menghampirinya. Dia membawa sebuah kertas, menghampri Nelam.
"Permisi.."
"Eh iya pak, ada apa?" tanyanya.
"Boleh mengobrol sebentar, neng?" tanyanya membuat Nelam tersenyum ramah.
"Masuk pak..." keputusannya membuat Pak tua itu mengikuti langkahnya.
Pria tua itu duduk di sofa pink dengan motif bunga. Dia meletakkan sebuah kertas di atas meja. Di sana tertera..
Dibutuhkan sekretaris 'Mahendra Corp'
__ADS_1
Persyaratan...
-Lulusan s1
-Umur maxsimal 26 tahun
-Berkomunikasi dengan baik.
-Menguasai bahasa inggris
Nelam menautkan alisnya melihat persyaratan pertama
'Coba aja aku kuliah,' batinnya.
"Bos saya sedang membutuhkannya. Ijazah SMA saja bisa masuk."
Nelam membulatkan matanya, "Be-benarkah pak? Ini serius Pak? Pake orang dalam?"
"Besok dateng ke perusahaannya langsung pukul 08.00 membawa lamaran. Saya pamit ya," Jelasnya membuat Nelam melongo.
"Iya, sama-sama."
Tak lama, Reno menghampirinya untuk duduk di sisinya.
"Ada apa Kak?"
"Ada yang nawarin Kakak kerja jadi sekretaris, tapi kan Kakak lulusan SMA."
"Gak papa Kak, Kakak kan bisa bahasa inggris."
"Tapi ini gak hoax kan?"
__ADS_1
Reno melihat kertas itu. "Ini kan perusahaan besar itu, bahkan cabangnya dimana-mana, pasti gajinya besar."
Nelam langsung beranjak pergi ke kamarnya untuk menyiapkan berkas-berkasnya.
"Kakak bakal nyoba."
"SKHUN, tapi ijazahku kemana." Nelam panik mengeluarkan semua kertas-kertasnya di laci. Matanya melirik ke arah balita yang sedang merobek kertas. Dia membulatkan matanya, dan menghampiri Raka cepat.
"Raka!" Nelam merebut kertas yang dirobek Raka.
Dia menghembuskan napasnya lega, ternyata hanya kertas biasa. Nelam mencoba megingat. Bahkan sifat pelupa yang dia miliki masih utuh sampai sekarang.
"Oh iya, di tas ku." Nelam yang berhasil mengingat meraih tasnya dan merogohnya. Ternyata benar, semua ada di tas.
Raka yang sudah bosan bermain dengan kertas berjalan keluar sendiri. Dia membuka gorden rumah, mengamati anak-anak yang sedang bermain. Keinginan bermain juga membuat dia keluar rumah. Nelam selalu melarangnya keluar, namun sekarang Raka juga ingin merasakan bermain seperti anak-anak itu.
Anak-anak kecil itu sedang bermain. Ada yang membawa robot-robotan, bola dan lain-lain. Sedangkan Raka, tidak punya mainan.
"Hei.. aku juga mau main." Katanya sambil tersenyum.
"Kamu kan nggak bawa mainan. Tapi nggak apa-apa, kamu pake mainan aku aja." Kata anak berbaju motif batman memberikannya mobil-mobilan.
Tak lama, seorang ibu menghampiri anaknya yang memberikan mainan tadi. "Ayo pulang anak-anak. Jangan main dengan anak haram ini!" Ucapnya membuat anak-anak tadi pergi.
Raka sendiri tak lama dia menangis. Jeritannya membuat Nelam berlari keluar melihat Raka yang menangis, dia memeluknya erat.
"Ada apa Sayang?" tanyanya lembut.
"Meleka gak mau main sama Aka. Katanya Aka anak haram..." Tuturnya sembari menangis membuat hati Nelam teriris. Tak lama air mata lolos begitu saja dari matanya.
"Kamu bukan anak haram, Sayang. Raka juga punya Ayah, cuma Ayah Raka udah meninggal. Di dalem aja yak, mainnya sama om Eno." Nelam menggendongnya dan berjalan ke dalam rumah.
__ADS_1
***
vote dan komennya ya..