SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Berpapasan


__ADS_3

"Hallo Dew? Ada apa?" tanya Dirga sedikit panik karena suara parau itu.


"Raka sakit Dir, aku gak ada kendaraan buat bawa ke RS."


"Aku menuju tempatmu Dew. Tunggu dulu."


Dirga segera mengambil jaket hitam yang berada di kepala sofa, lalu dia segera menceluk sakunya untuk mendapatkan kunci mobil. Padahal sekarang sudah jam 12 malam, harusnya dia tertidur setelah mengerjakan banyak pekerjaan.


***


"Sayang, cup.. cup..."


Raka terus menangis, anak umur lima tahun itu menggenggam erat tangan ibunya karena sakit yang dideritanya.


"Bertahan Sayang. Maafin Mama."


Reno mengusap punggung Raka. "Raka, Om Eno khawatir."


"Ren, kamu udah telepon Pak Lurah?"


"Gak aktip Kak."


"Motor kamu gak idup sama sekali?"


"Enggak Kak, tiba-tiba mati."


Nelam semakin khawatir setelah melihat termometer karena demam anaknya sangat tinggi.


"Aku harus bagaimana ini!" ucapnya panik, masih menggendong Raka.


Tok..


Tok..


Reno bergegas membuka pintu, kemudian seorang lelaki bergegas berjalan ke arah Nelam, wanita itu pun sama berjalan ke arah nya hingga di titik temu, Dirga memegang jidat Raka.


"Demamnya tinggi!"


***


Nelam duduk di kursi besi. Terlihat dari wajahnya, dia dalam kekhawatiran.


"Dew," sapa seorang pria, kemudian pria itu duduk di samping Nelam."


Nelam menyeka air matanya kemudian beralih melihat Dirga. "Iya, Dir?"

__ADS_1


"Anak kamu pasti sembuh, dia cuma demam."


"Iya Dir, aku cuma khawatir aja."


Dirga meraih tangan kiri Nelam. "Kamu yang kuat."


Nelam menjauhkan tangannya.


Dirga mengalihkan pandangan nya kemudian melihat layar hand-phone sembari berucap. "Kamu ingkar janji."


Nelam meliriknya. "Aku ingkar janji apa Dir?"


"Bukannya kamu udah janji bakal nunggu aku pulang?"


"Aku kan emang nunggu kamu pulang Dir, kamu kan sahabat aku."


"Bukan Dew! Kita LDR! Tapi kamu malah ngilang!" ucapnya dengan nada sedikit tinggi.


Sungguh membuat Nelam tersentak, Dirga sangat tidak mengerti perasaan Nelam saat ini.


"Aku enggak ngilang Dir," Nelam dengan suara datar nya.


Dirga bangkit dari duduknya. "Aku kecewa sama kamu! Bahkan kamu nikah dan sekarang punya anak!"


"Ya tetep aja! Kamu udah khianati aku!"


Nelam terlihat frustasi, dengan kehadiran Dirga, membuat pikirannya semakin jengah. Dia duduk kembali dengan telapak tangan menutup wajahnya. "Aku ingin seperti dulu, hiks


. hiks.. Aku hanya ingin hidup dengan anak dan adik ku. hiks.. hiks.. aku tidak ingin kalian datang dari hidupku hiks.. hiks.. kalian menyiksaku!" Nelam dengan isak tangisnya.


Dirga mengusap wajahnya dengan gusar. "Kalian itu siapa? eouhh? Mantan suami mu yang sangat kamu cintai?"


Nelam menghentakkan kakinya, dia tengadah melihat Dirga. "Kamu kenapa sih! Kamu bukan anak kecil lagi Dir!" ucapnya dengan nada tinggi.


Dirga mengepalkan tangannya lalu menunduk menahan gelombang di matanya. "Karena aku cemburu! Aku gak bisa nerima ini! Aku gak rela kamu punya anak dengan laki-laki lain!"


"Ini udah terjadi."


"Aku akan cari tau siapa mantan suami mu, akan ku buat dia babak belur! Camkan itu!" tegasnya kemudian pergi begitu saja.


Nelam mengusap wajahnya. "Kalian menyiksaku, hiks.. hiks.. kenapa tidak sekalian saja bunuh aku! hiks.. hiks.. " ucapnya frustasi.


***


Sebelum Dirga pergi.

__ADS_1


Reno mendengar percakapan Dirga dan Nelam, kemudian dia menjauhkan dirinya dari keributan ini.


Reno melihat layar hand-phonenya lalu menelpon seseorang.


"Hallo Kak Aksa."


"Iya ada apa Ren? Raka udah tidur kan?"


"Raka sakit Kak."


"APA! KENAPA RAKA BISA SAKIT!"


"Tenang Kak, sekarang Raka udah ditangani dokter."


"Rumah sakit mana?"


"Sri Medika."


"Kakak segera kesana Ren."


Reno memasukan handphone-nya kembali kemudian mengintip di balik tembok, Nelam masih terlihat berdebat dengan Dirga.


***


Dirga menekan tombol remot mobilnya, namun dia berpapasan dengan seorang. Hingga orang itu menyapanya.


"Dir, kamu sedang apa?"


"Oh iya, anak teman ku sakit."


"Oh gitu."


"Kau sedang apa, Aksa?"


"Anak ku sakit."


"Kau punya anak?"


"Sudah ya, aku buru-buru."


Aksa melenggang pergi begitu saja, Dirga menautkan alisnya. "Bukannya dia hanya menikah dengan Rania?"


***


Vote dan komen nya ya

__ADS_1


__ADS_2