
"I-iya Bu, aku telah jahat sama Nelam. Ini idenya Sarah, aku bukan orang jahat, dia yang telah menghasutku.. Hiks.. Hiks.." Aku menangis sambil menunduk.
Bohong!!
Sarah berdiri membusungkan dadanya, menatap panik ke arahku. Sungguh, aku tidak mengada-ada, dia yang telah membuatku buta akan kebaikan. Memutar balikkan fakta yang akan dia lakukan.
"Aku sama sekali enggak benci Nelam, buat apa aku membenci dia. Gara-gara ngerasa tersudut, kamu malah nyalahin aku. Hiks.. hiks.." Sarah dengan keberaniannya membuatku terlonjak. Alih-alih merasa difitnah, dia mengeluarkan air matanya.
DASAR DRAMA QUEEN!
Aku gak boleh biarin dia menang. Kalau aku dihukum, dia juga harus merasakannya. Karena dia juga terlibat.
"Kamu juga harus bertanggung jawab, aku memang menjual Nelam seharga lima puluh juta. Membagi dua keuntungannya dengan Sarah, lalu kami pergi meninggalkannya bersama pria bertopeng. Hiks.. hiks.. Nelam, maafin aku."
Aku menutup wajahku yang menangis, lalu aku terduduk. Kesalahanku membuat aku gelap mata, aku jahat dan harus dihukum. Masa depan seseorang hancur, karena aku telah dirasuki iblis yang jahat.
"Ibu tidak tau lagi, mungkin kalian bakal di penjara."
Aku panik dan risau. Bagaimana kalau aku di penjara? Aku juga punya cita-cita, Ayah pasti bakal terpukul. Aku nyesal seumur hidup, aku gak mau, Tuhan tolong aku.
Bu Kepsek memijat kepalanya merasa pusing, tidak mau ada keributan lagi, dia menghela napas panjang. "Kalian masuk ke kelas masing-masing."
(Author POV)
Bigos ( Biang Gosip ) sedari tadi mendengarkan pembicaraan di balik pintu. Mereka ternganga, membulatkan mulutnya, lalu menatap dingin orang-orang yang baru keluar dari ruang kepala sekolah.
"Ternyata mereka biang keroknya."
"Kesian Nelam, dia yang hancur karena iblis seperti mereka."
"Mereka harus dihukum, agar jera."
__ADS_1
"Mereka harus dipenjara!"
Kalau dia terlibat dalam kasus ini, reputasinya di sekolah akan anjlok. Sarah menangis membuat mereka hanya mencurigai Vera. Mereka melempari Vera dengan kertas menggulung, mencacinya habis-habisan.
'Apa yang Nelam rasakan, benar-benar perih.' Batinnya.
Vera dan Milan memasuki ruang kelas. Tatapan tajam itu dirasakannya, membuat mental Vera down seketika.
"Wanita berhati busuk!
"Teman yang gak tahu diri!"
"Pasti dia bakal dapetin karma buruk."
"Dia gak bakalan punya teman seumur hidupnya."
Mendengarkan teman-temannya yang amat benci, Vera berlari keluar kelas. Suasana diluar memang sepi, karena sedang *** (kegiatan belajar mengajar).
***
The first break will begin in five minutes.
Suara back-sound bel telah berbunyi.
Memikirkan tentang Nelam, membuatnya risau. Milan menghela napasnya pelan.
"Kamu pasti lagi mikirin Nelam, aku juga sama." Tutur pria disampingnya, seakan Milan harus menjawab ucapannya, walaupun mereka tidak pernah akur.
"Kalau Bu Kepsek enggak ngijinin Nelam buat ikut UN, kasian dia. Gimana kehidupannya yang akan datang." Sahutnya sambil menopang dagu, Danu menjentikan jari jempolnya, seakan ada ide bergelayut diotaknya.
"Kalau gak punya saran, gua gaplok lu!" Sangar Milan membuat Danu menggeleng. Berbisik cepat ke telinga Milan, membuatnya agak sedikit geli.
__ADS_1
"GUE SETUJU!"
"Attation! Untuk teman-taman yang aku sayangi, dengarkan lah sebentar."
Milan berdiri di depan kelas, membuat teman-temannya yang berniat ke kantin akhirnya harus duduk kembali.
"Apa sih Mil!" Lirih Deva, mereka terheran dengan kelakuan Milan.
"Demi kesejahteraan, untuk menghilangkan sifat sosiopat dan apatis..."
"Cepat ke inti aja." Titah Gilang yang duduk di barisan belakang.
"Gimana kalau kita demo. Kalian mau kan bantuin gue, ini demi Nelam teman kita yang telah terzalimi, sesungguhnya perbuatan Zalim adalah kegelapan yang sangat gelap di hari kiamat."
Seketika membuat teman-temannya terkagum. Aisyah yang sedari tadi melihatnya juga terkagum oleh sosok pria yang berdiri di depan kelas.
"Subhanallah."
Aisyah yang nampak mengagumi Milan, menahan tatapannya.
"Dengerin Vera! Dasar gak punya hati." Caci Geri membuat Milan menggeleng.
"Gak ada orangnya juga, kabur."
"Jangan saling menyalahkan. Nelam sudah memaafkan Vera, katanya dia tidak pernah membenci Vera." Tutur Milan.
"Sudah. Siapkan kertas karton yang banyak terus tulis justice for Nelam."
_____________________
Bersambung..
__ADS_1
Vote dan komen ya supaya author rajin update