SIAPA YANG MENGHAMILIKU?

SIAPA YANG MENGHAMILIKU?
Ancaman


__ADS_3

Nelam memandangi dirinya di cermin, melihat lehernya yang penuh kissmark. Dia trauma berkepanjangan. Mata panda terlihat sembab karena dia tidak bisa tidur, malahan dia menangis sampai pagi.


"Aku benci! Aku benci pria itu! menjijikan!"


Nelam berjalan menuju toilet sembari menyeka air matanya. Dia menutup pintu kamar mandi dan menyalakan shower. Tangisnya pecah, tubuhnya diguyur air yang menyalir dari atas. Nelam menangis sembari menyikat tangannya menggunakan sikat baju. Dia menangis histeris.


"Hiks.. hiks.. aku kotor!"


"AKU SAMPAH! AKU GAK PUNYA HARGA DIRI!"


"AKU JALANG GRATIS!"


"AKU DITIDURIN SEMAUNYA, SETELAH ITU DITINGGALKAN KARENA SUDAH PUAS!"


"MENJIJIKAN!"


Nelam menangkup lututnya. Seketika dia ingat, dia harus menemui Vera, karena dia juga harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi padanya.


***


Tok..


Tok..


Tok..


Nelam mengetuk pintu rumah Vera. Wanita itu pun membuka pintu rumahnya. Dia menampilkan smirk-nya dan menyenderkan tubuhnya pada selubung pintu.


Nelam menggoyang-goyangkan tangan Vera, "Siapa pria itu! Vera, siapa dia! Hiks.. hiks.." memaksa sambil menangis. Temannya yang picik itu mendorong tubuh Nelam membuatnya terjatuh.

__ADS_1


Aw...


Hiks.. hiks..


Vera tersenyum picik. "Kenapa Nel? Udah lah, salah kamu juga mau aja aku ajak ke klub malam."


"Kamu bilangnya mau ketemu temen kamu, Ver!"


"Udah lah, lo mau berapa? Sejuta cukup?"


Nelam bangkit lalu menghapus air mata di pipinya. "Siapa pria itu?" ucapnya, dengan mata yang masih berkaca-kaca.


"MANA GUE TAU!"


Nelam menggoncangkan bahu Vera. "KAMU JUAL AKU KAN VER! KAMU TEGA VERA!" teriaknya.


Vera menepis tangan Nelam. "HEH NELAM! LO TUH JANGAN SO SUCI, LO NIKMATIN JUGA KAN MALEM ITU?"


PLAKKK


Vera menampar pipi Nelam, gadis itu mengerang sembari memegang pipinya. Vera menjambaknya dengan gemas. "BACOT SEKALI LAGI, BERANI?!"


"Ver, sakit Ver!"


Vera mendorong Nelam. "LO MAU LAPOR? PUNYA UANG GAK LO MISKIN?"


"Aku emang miskin Ver, tapi gak miskin hati!"


Vera mendekati Nelam lalu memegang dagunya. "Hey cantik, kalo lo berani lapor, poto-poto lo di klub bakal.." Vera menggantungkan ucapannya lalu memperlihatkan layar handphone-nya. "Lo liat poto ini?" Ucapnya setelah memperlihatkan Nelam yang bahunya dicium seorang lelaki.

__ADS_1


Nelam berniat merebut hand-phone Vera, namun wanita itu langsung menjauhkan teleponnya.


"Lo bakal jadi artis kalo poto ini meluncur, jadi? Lo masih mau nantangin gue?"


"Vera, hapus potonya!"


"Syuttt!" Vera menempelkan jari telunjuk pada bibirnya. "Sekarang pilih, mau nurut sama gue, atau lo mau di-bully satu sekolah?"


"Ver, plis jangan jahat!"


"HEH! SIAPA YANG DULUAN! LO PIKIR GUE BAKAL TAKUT KALO LO LAPORIN GUE KE POLISI! LO PIKIR DENGAN CARA GITU, GAK NGANCURIN GUE! LO YANG MULAI NELAM, LO JUGA YANG HARUS AKHIRI INI!"


"Iya Ver, aku minta maaf."


"Sekali lo bacot kalo gue jual lo, dua kali gue bakal bikin hidup lo menderita!" ancamnya. "Bayangin dulu aja, di-bully satu sekolah, dikeluarin, disebut jalang, diusir Ibu lo, haha, bahagianya gue."


Nelam menjatuhkan dirinya dan berlutut di depan Vera. "Ver, hiks.. hiks.. jangan sebarin poto itu, aku mohon Ver."


"Ya makannya jangan banyak bacot!" tegas Vera tak lama seorang pria membantu Nelam bangkit berdiri. Vera membulatkan mulutnya saat melihat wajah pria itu.


"Milan?"


Milan menatap Vera setajam pisau. "Dasar wanita kejam!" Ucap Milan sarkastis. Vera berjalan ke arah Milan lalu memegang tangannya. "Milan, kamu jangan percaya sama si Nelam. Dia cuma mengada-ada."


"Bacot lo! Udah Nel, ayok kita pulang." Ucap Milan membawa Nelam pergi.


Vera sudah mengepalkan tangannya lalu menonjok badan pintu. "Awas aja Nel, lo belum kenal gue sepenuhnya!"


***

__ADS_1


Mau ngomong apa sama Vera?


__ADS_2