
Kelas Summer di hari ini selesai dan Fairy memutuskan bergegas menuju ke perpustakaan.
""Fairy...!" Panggil Cassie sambil mengejar langkah Fairy
"Ada apa?" tanya Fairy saat Cassie sudah ada di dekatnya.
"Besok kan weekend. Kita ke pantai yuk!" ajak Cassie.
"Aku masuk kerja besok. Mau menggantikan jam kerjanya Giani. Anaknya masuk rumah sakit lagi"
"Ya....tak serulah jika kau tak ikut" Cassie nampak kecewa.
"Ini kan kencan kalian yang pertama di luar daerah setelah jadian. Nikmati saja waktu berduanya. Kalau aku pergi justru akan mengganggu kalian. Jangan lupa pakai pengaman ya..." goda Fairy sambil tertawa.
"Dasar perawan! Mau mengajari aku? Aku ini sudah 20 tahun."
Fairy hanya terkekeh. Tiba-tiba Hp nya berbunyi dengan nada sambung lagu Korea. Saat Fairy melihat siapa yang memanggil ia jadi sedikit gugup. Namun sebelum Cassie curiga karena Fairy lama membiarkan telepon itu berbunyi , akhirnya ia menerima panggilan dari Arnold.
"Hallo paman...!" sapa Fairy
"Fairy...!" terdengar suara Arnold sedikit menggerutu karena Fairy memanggilnya 'paman'.
"Apakah paman sudah tiba di Jerman?"tanya Fairy dibuat setenang mungkin.
"Ya. Aku baru selesai jumpa pers saat ini. Apakah kamu sudah makan siang?"
"Aku baru selesai kuliah jadi belum makan siang"
"Sebelum pergi ke perpustakaan makanlah dulu. Kalau sering terlambat makan siang akan menyebabkan penyakit maag"
Ya Tuhan...mengapa hatiku bergetar mendengar perkataannya ini? Dari mana ia tahu kalau aku akan ke perpustakaan saat ini?
"Fairy, kamu mendengar perkataan aku kan?"
"Ya paman. Semoga pekerjaannya lancar di sana. Bye..." Fairy langsung mengahiri percakapan dan tersenyum pada Cassie yang menatapnya dengan wajah bingung. Karena selama ia dan Fairy menjadi room mate sejak masuk ke kampus ini , ia tak pernah mendengar temannya itu menerima telepon dari orang lain selain dari neneknya. Dan juga mata Cassie langsung berkilau melihat hp berwarna putih yang dipegang oleh Fairy.
"Eh...tunggu dulu!" Cassie menahan tangan Fairy yang hendak memasukan hp itu ke dalam tasnya.
"Ini hp keluaran terbaru kan?" kata Cassie sambil menyebut salah satu merk hp terkenal saat ini.
"Ya. Kenapa?"
"Kau membelinya?"
"Eh...anu...ini dibelikan oleh pamanku. Dia mengirimnya tadi pagi" Fairy sangat gugup.
"Paman? Mengapa aku baru tahu kalau kamu punya paman?"
"Aku juga baru tahu waktu pulang liburan sebulan yang lalu. Pamanku seorang pengusaha muda. Sekarang dia ada di Jerman."
Cassie mengangguk "Oh...begitu ya...wah...hp mu sangat cantik"
"Aku juga tak menyangkah kalau pamanku akan mengirimkan hp ini"
"Hp ini memang sangat mahal karena unlimited. Yang aku baca di internet kalau hp ini hanya diproduksi sebanyak 50 buah. Apakah ini asli?"
__ADS_1
"Aku juga tak tahu."
Cassie memegang hp itu dengan rasa ingin tahu. "Aku rasa ini memang asli."
"Sudah ah...jangan bahas masalah hp. Sekarang kita makan siang dulu. Aku sudah lapar" ajak Fairy. Entah mengapa ia ingin mengikuti saran Arnold supaya makan siang dulu sebelum pergi ke perpustakaan.
*********
Suasana restaurant di sore seperti ini agak sepi apalagi hujan sedang turun dengan derasnya.
Fairy duduk di depan meja kasir sambil mendengarkan musik dari hp barunya. Ia sangat senang karena Arnold bukan hanya memasukan lagu-lagu Korea yang sedang hits saat ini, ia bahkan memasukan beberapa drama korea yang belum pernah ditonton oleh Fairy.
Terdengar bunyi tanda pesan yang masuk.
Selamat sore, sudah di restaurant? Katanya di sana
sedang hujan ya? Jangan kebanyakan minum orange jus ya? Nanti sakit perut.
Fairy tersenyum membaca pesan Arnold. Namun ia memutuskan belum membalasnya. Dia tak ingin Arnold merasa bahwa ia begitu senang menerima pesan darinya.
10 menit kemudian masuk lagi pesan dari Arnold.
Apakah restaurannya sedang ramai? Mengapa pesanku tak juga kamu balas? Balas ya...please sebentar lagi aku akan memulai konsernya. Membaca pesanmu akan membuatku semangat.
Tangan Fairy pun bergerak menuliskan pesan untuk Arnold.
Semoga sukses dengan konsernya, pamanππ
Setelah mengirim pesan itu Fairy pun meletakan hp nya lalu menatap keluar restaurant. Jujur harus ia akui bahwa saat ini dia ingin bertemu dengan Arnold. Namun diantara mereka seperti ada dinding yang sangat tinggi. Fairy tahu sangat sulit baginya untuk menembus dinding itu karena ia sangat menyadari perbedaan antara dirinya dengan Arnold. Walaupun sepertinnya Arnold tak memperdulikan tentang perbedaan itu namun Fairy yakin, suatu saat itu akan menjadi persoalan diantara mereka.
Jujur, Fairy tak ingin patah hati. Mungkin dengan menekan perasaannya sehingga tetap berada di level yang paling bawa akan membuatnya mampu bersikap biasa saja di depan Arnold.
*******
Di ruang tunggu tempat pelaksanaan konser nampak Arnold sedang duduk sambil memegang hp nya. Sekalipun ia agak kesal karena pesan yang dikirim Fairy sangat singkat namun ia bersyukur karena gadis itu mau juga membalas pesannya dan memberikan dia semangat untuk konsernya.
Mata Arnold berbinar menatap foto Fairy yang sekarang menjadi wallpaper di hpnya. Ia sebenarnya sangat ingin bersama gadis itu. Sangat ingin menyentuh pipi mulusnya bahkan ingin memeluk gadis itu dengan sangat erat. Namun Fairy masih sangat kuat membangun dinding pembatas diantara mereka. Fairy seakan berusaha menutupi kenyataan yang sebenarnya. Arnold dapat melihat mata gadis itu yang berbinar saat mereka beradu pandang. Namun mulut Fairy begitu lancar membatah setiap perkataan cinta yang diucapkan oleh Arnold. Dan itu yang membuat Arnold sedikit frustasi karena ia sama sekali tak dapat membantah apapun yang Fairy ucapkan.
"Boss....konsernya akan dimulai 15 menit lagi" kata Noah yang sudah berdiri di depan pintu ruang tunggu.
"Ok. "
Susan dan Noah saling berpandangan. Arnold kelihatan kurang bersemangat.
"Boss, aku sudah 5 tahun bersamamu, aku tak pernah melihat boss seperti ini. Apakah karena hubungan boss dengan nona Amelia yang menggangtung seperti ini?" tanya Susan.
"Boss bagaimana kalau aku mengirimkan hadiah dengan pesan yang manis untuk nona Amelia. Kalian sudah sebulan lebih tak saling memberi kabar. Para fans juga sudah bertanya-tanya mengenai keberadaan kalian karena instagram kalian sama-sama tak ada postingan apapun" imbuh Noah menyambung ucapan Susan.
Arnold menatap Noah dan Susan bergantian sambil tersenyum.
"Kalian sudah lama bersama denganku. Seharusnya kalian tahu kalau aku sangat berbeda kali ini" kata Arnold penuh misteri.
"Boss biasa sangat terbuka dengan kami namun kenapa sekarang penuh misteri?" tanya Noah.
"Aku jatuh cinta!" kata Arnold sendu membuat Noah dan Susan saling berpandangan tak percaya.
__ADS_1
"Siapa gadis itu, boss. Mengapa kami tak mengetahuinya?" tanya Susan semakin penasaran.
"Tak perlu kalian tahu siapa dia. Yang pasti dia menolak cintaku"
"Apa?" Noah dan Susan sama-sama berteriak kaget. Siapa cewek yang menolak Arnold Manola. Apakah gadis itu sudah gila?
Arnold berdiri. Menatap dirinya ke kaca besar yang tersedia di sana. "Aku akan menalukkannya bukan dengan nama besarku sebagai Arnold Manola. Namun aku akan mendapatkan hatinya sebagai seorang paman" kata Arnold sambil tertawa membuat Noah dan Susan semakin tak mengerti.
"Susan, tolong rekam perkataanku di bagian awal pembukaan konser ya...rekam secara baik karena aku akan mengirimkannya pada seseorang.
**********
Pukul 11malam, Fairy terbangun karena bunyi pesan masuk. Ia membukanya ternyata dari Arnold. Nampak sebuah video Arnold yang naik ke sebuah panggung yang sangat megah dengan penonton yang sangat banyak. Arnold mengenakan celana jeans dan kemeja hitam yang membungkus tubuh atasnya. Ia sangat menawan dan sangat bersinar sebagai seorang bintang.
"Hallo Berlin....!" teriaknya penuh semangat disambut tepuk tangan dan teriakan histeris dari seluruh penggemarnya.
"Sebelum aku menyanyikan laguku yang pertama, aku ingin mengungkapkan kata hatiku sedikit. Sebenarnya saat ini aku sangat rindu pada seseorang. Seseorang yang kusebut peri. Kalian tahu kan peri itu akan diam didalam bunga yang sangat ia sukai. Aku hanya ingin bilang, wahai peri cantikku, aku ingin menjadi bunga paling indah sehingga kau mau diam didalamku dan tak akan pergi meninggalkanku" ujar Arnold membuat penonton menjadi semakin histeris. Arnold memang selama ini terkenal dengan penyanyi yang sangat romantis di atas panggung. Tapi hari ini Arnold menjadi sangat lain. Ia tampil dengan wajah yang penuh dengan pancaran kebahagiaan karena cinta.
Hati Fairy sangat tersentu melihat penampilan Arnold dengan kata-katanya yang sangat ia yakini memang ditujukan untuknya.
Gadis itu bangun sambil terus menatap layar hp yang menampilkan lagu pertama Arnold yang berjudul Miss You baby...
Ya Tuhan, aku sungguh melayang melihat ini semua. Aku memang sangat menyukai ini. Tapi, haruskah aku larut dalam rasa yang semakin kuat mendorongku untuk berlari dan memeluknya saat ini juga?
Fairy menepuk jidatnya sendiri. Ia menggelengkan kepalanya "No Fairy...! Kau tidak boleh hanyut dalam.pesonanya." katanya pada dirinya sendiri.
**********
"Fairy, aku pulang lebih dulu ya. Kamu tak masalah kutinggalkan sendiri kan?" tanya nyonya Vero, kepala perpustakaan yang berusia 40 an itu.
"Its ok nyonya Vero. Inikan bukan kali pertama aku ditinggal sendiri. lagi pula pekerjaanku tinggal sedikit" kata Fairy sambil menunjuk tumpukan buku di meja yang memang tinggal beberapa saja untuk dikembalikan ke rak buku yang ada.
Nyonya Vero pun segera pergi dan meninggalkan Fairy sendiri.
Fairy menatap jam dinding yang sudah menunjukan pukul 8 malam. Pantas saja ia sudah merasa lapar.
Tangannya bergegas mengambil 6 buku terakhir untuk diletakan lagi di rak buku yang ada sebelum akhirnya ia bisa pulang. Setelah selesai, Fairy pun menggerakan badannya sedikit lalu ia segera menuju ke rak penyimpanan barang untuk mengambil tasnya.
Ia sebenarnya sedikit bertanya-tanya karena Sejak siang tadi Arnold tak meneleponnya ataupun mengirim pesan. Bukankah senin ini seharusnya ia sudah berada di London?
Saat menyeberangi ruangan dan menuju ke rak penyimpanan barang, Fairy terkejut melihat di atas meja petugas perpustakaan ada sebuah boneka yang berbentuk seperti perempuan yang menggunakan sayap. Saat Fairy mendekat ia terkesiap menatap boneka itu. Ini memang boneka yang berwujud seorang peri perempuan.
Di tangan boneka itu ada sebuah kertas yang bertuliskan : I MISS YOU
Astaga? Perbuatan siapa ini? Apakah ini ditujukan untuknya?
Fairy masih diliputi dengan rasa penasaran yang besar saat matanya menangkap sosok seorang lelaki yang mengenakan topi, kumis tipis dan kacamata yang menghiasi mata indahnya.
Jantung Fairy seperti berhenti berdetak. Ia sangat mengenal siapa pria berkumis itu.
MAKASI SUDAH MEMBACANYA
BAGAIMANA ROMANTISNYA ARNOLD?
LIKE, KOMENTARI DAN VOTE YA..ππππ
__ADS_1