SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Kejujuran untuk mengungkapkan


__ADS_3

Pagi ini, Fairy bangun saat jam sudah menunjukan pukul 5.30 pagi. Perlahan ia melepaskan tangan Arnold yang melingkar diperutnya lalu ia turun dari tempat tidur.


Tangannya memungut bajunya yang ada di lantai lalu mengenakannya kembali. Ia segera ke kamar mandi untuk buang air kecil dan membasuh wajahnya.


Saat keluar dari kamar mandi, Fairy merentangkan tanggannya, menggerakan sedikit badannya untuk menghilangkan rasa pegal dan rasa ngantuk yang masih ia rasakan. Arnold semalam membuatnya tidur jam setengah satu malam. Suaminya itu berjanji hanya akan meminta jatahnya sebanyak satu kali saja. Namun ternyata ia berhasil membujuk Fairy dengan rayuan mautnya sehingga akhirnya terjadi percintaan sekali lagi.


Setelah merasa cukup menggerakan badannya, Fairy segera membuka pintu kamar dan turun ke bawa. Ia ingin menyiapkan sarapan pagi sebelum berangkat ke kampus.


Sesampai di dapur, Fairy segera mengeluarkan beberapa bahan. Ia ingin membuat nasi goreng. Untunglah nasi sudah di masaknya semalam. Sehingga pagi ini Fairy langsung membiatnya saja.


40 menit berlalu, nasi goreng ayam sudah tersedia di atas meja. Kopi pun telah tersedia di dalam mesin pembuat kopi.


Setelah mengatur semuanya di atas meja, Fairy segera kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap ke kampus.


Saat ia memasuki kamar, Arnold masih terlelap di atas ranjang. Fairy pun belum berniat membangunkan Arnold. Ia memilih langsung ke kamar mandi. Selesai mandi, ia segera masuk ke dalam walk in closet. Memilih baju yang harus dikenakannya. Sebenarnya Fairy sedikit risih memakai baju-baju ini karena semuanya merk terkenal. Kemarin saja saat Faity masuk ke kelas, beberapa pasang mata melihatnya sambil berbisik-bisik. Mata mereka nampak terkejut melihat baju dan tas yang Fairy kenakan. Baju dalamnya saja bermerk Aslon. Hasil rancangan Alicia Aslon yang sangat terkenal di dunia ini.


Pilihan Fairy jatuh pada celana jeans berwarna hitam dan kemeja berwarna coklat berlengan panjang. Udara saat ini memang agak dingin karena sudah memasuki musim gugur. Angin sering bertiup kencang.


Setelah selesai berpakaian, Fairy langsung keluar dan menyisir rambut panjangnya. Ia mengambil sebuah karet dan mengikat rambutnya. Namun gadis itu kembali mengurai rambutnya saat ia melihat ada bekas kissmark di lehernya.


"Kenapa rambutnya dibuka lagi?" Pertanyaan Arnold yang baru bangun membuat Fairy membalikan badannya.


"Kau lihat bekas merah ini?" Tanya Fairy sambil menunjuk lehernya. "Aku harus membiarkan rambutku seperti ini supaya dapat menutupnya." kata Fairy sedikit jengkel lalu kembali menghadap ke cermin yang ada di depannya. Ia memoles pelembab wajah, lalu memakai bedak dan terakhir lipstick berwarna pink.


Arnold yang menatap istrinya berdandan segera turun dari atas ranjang, mendekati Fairy dan memeluknya dari belakang.


"Kamu cantik sekalipun tak berdandan. Jika melihatmu secantik ini, rasanya aku tak bisa membiarkanmu keluar. Aku takut jika kamu dilirik banyak cowok tampan di luar sana."


Fairy menatap Arnold dari pantulan cermin. Suaminya itu meletakan dagunya di atas bahu Fairy dengan wajah sedikit cemberut.


"Biar saja mereka melirikku. Yang penting, aku kan hanya menyukaimu seorang."


Perkataan Fairy membuat Arnold tersenyum. Dia membalikan tubuh Fairy sehingga keduanya saling berhadapan. "Aku sudah mengenal banyak gadis dalam hidupku. Namun aku tak pernah seposesif ini pada mereka. Dulu aku tak peduli para gadisku akan memakai baju apa, akan berdandan seperti apa atau akan jalan dengan siapa saja. Namun denganmu, aku merasa seperti pria yang sangat takut kehilangan. Sangat takut jika pria-pria tampan itu dekat denganmu. Aku bahkan merasa cemburu yang sangat berlebihan."

__ADS_1


Fairy memegang pipi Arnold dengan kedua tangannya. "Aku mencintaimu. Itu yang harus kau percayai. Sehingga perasaan-perasaan yang membuatmu galau kalau aku jauh darimu harus kau hilangkan."


Arnold menunduk dan memberikan satu kecupan singkat di bibir istrinya. "Aku percaya padamu, sayang. Mungkin karena hubungan kita ini masih harus dirahasiakan sehingga perasaan itu muncul terus"


"Sabar ya. 2 tahun lagi kau harus menunggu. Setelah itu, kita dapat mengumumkan pada dunia ini kalau Fairy Ayudisa adalah istri dari Arnold Manola." Kata Fairy sambil merentangkan tangannya. Arnold langsung tertawa. Ia memeluk istrinya dengan rasa bahagia. Fairy selalu tahu bagaimana membuat Arnold merasa senang.


"Kita sarapan, yuk! Aku sudah membuat nasi goreng. Kau mau makan nasi kan?" tanya Fairy sambil melepaskan dirinya dari pelukan suaminya.


"Baiklah. Aku mau mencuci mula dulu."


"Aku tunggu di bawa ya?" ujar Fairy lalu meraoh tasnya, mengambil hp dan beberapa bukunya untuk dimasukan ke dalam tas.


Saat Arnold melihat hp Fairy, ia jadi ingat dengan pesan dari Alex. Ingin rasanya ia tak mengatakan pesan itu. Tapi akhirnya Arnold memutuskan untuk jujur saja.


"Sayang, semalam saat kau sudah tidur, ada pesan masuk dari Alex. Kau bacalah!" ujar Arnold lalu segera masuk ke dalam kamar mandi.


Fairy mengeluarkan lagi hp nya dari dalam tasnya, lalu ia membaca pesan itu sambil melangkah keluar dari kamar.


********


"Ayo makan!" ajak Fairy lalu meletakan hp nya dan segera menyiapkan makanan Arnold di piringnya. Fairy juga menuangkan kopi ke sebuah cangkir dan meletakannya di samping piring makanan Arnold. Setelah itu Fairy duduk di depan suaminya.


"Makanlah, Ar. Ini sarapan pertama yang kubuat. Ini menu Indonesia." kata Fairy lalu mulai memasukan sarapannya ke dalam mulut.


Arnold pun melakukan hal yang sama. "Ini enak. Aku suka. Walaupun agak pedas sedikit."


Fairy hanya terkekeh "Kau harus terbiasa dengan seleraku yang suka dengan makanan pedas. Tapi cabenya hanya 3 saja kucampurkan dengan bumbu yang lain."


Arnold tersenyum "Aku akan memakan apa saja yang kau buat. Aku yakin kau membuatnya dengan rasa cinta padaku."


"Ah.., syukurlah jika kau mengetahuinya." ujar Fairy dengan mimik lucunya. Arnold hanya tertawa senang melihat tingkah istrinya itu.


Keduanya pun menikmati sarapan pagi dengan hati senang di saat ini.

__ADS_1


"Biar aku saja yang bereskan." Kata Arnold saat keduanya sudah selesai makan dan Fairy hendak mencuci piringnya.


"Terima kasih. Aku pergi dulu ya?" Fairy mendekati Arnold, memeluk suaminya dengan manja lalu mencium pipi Arnold secara bergantian kiri dan kanan, setelah itu bibir mereka menyatu dalam ciuman yang cukup lama.


"Dasar kau ini !" Fairy segera mendorong tubuh suaminya saat merasakan kalau ciuman itu akan membuatnya terlambat ke kampus.


Arnold tertawa senang "Aku memang ingin menahanmu."


"Aku pergi ya..!" Pamit Fairy sambil melambaikan tangannya.


"Sayang...!" panggil Arnold.


Langkah Fairy terhenyi dan menoleh ke arah Arnold berdiri. "Ada apa?"


"Kau akan pergi dengan Alex?"


"Apakah kau akan ijinkan?" Fairy balik bertanya sambil memandang suaminya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


"Sejujurnya tidak. Lagi pula ini kan bukan hari kerjamu."


Fairy tersenyum. "Jangan khawatir suamiku. Aku sudah meneleponnya dan mengatakan kalau aku tidak bisa karena ada tugas yang harus aku lakukan."


"Kau punya tugas lain? Jadi kau akan pulang malam hari ini?" Tanya Arnold dengan wajah yang sedikit kecewa.


"Tugasku adalah mengurus suami manjaku ini." kata Fairy sambil menahan senyum dan segera membalikan badannya dan pergi meninggalkan Arnold yang sedang tersenyum senang mendengar jawaban itu.


"I love you, honey!" teriak Arnold sebelum Fairy menghilang di balik pintu. Saat ia mendengar suara mobil yang bergerak menjauh, Arnold segera membereskan meja makan dengan penuh semangat. Ia bahagia karena hari ini bisa bicara jujur mengenai sms Alex dan tak menyembunyikan lagi dari istrinya. Ia juga senang karena Fairy memilih untuk bersamanya.


Selesai cuci piring dan membereskan dapur. Arnold segera menuju ke kamarnya. Ia juga membereskan kamar agar menjadi rapih kembali. Mulai dari tempat tidur dan meja yang dipakai Fairy untuk belajar. Sebuah buku notes berwarna merah menarik perhatian Arnold. Ia membukanya dengan penasaran.


Ini buku puisi? Apakah Fairy suka menulis puisi? Puisinya ini sangat indah.


Arnold membaca lembar demi lembar puisi itu dengan rasa kagum. Puisi yang ditulis tangan oleh Fairy itu sangat indah. Kata-katanya juga sangat bagus menurut Arnold. Ia kemudian sampai pada puisi terakhir. Puisi ini diberi judul "FOREVER". Sepertinya puisi ini baru saja ditulis oleh Fairy, menurut tanggal yang tertulis diakhir puisi itu adalah seminggu sebelum pernikahan mereka.

__ADS_1


Apakah puisi ini tentang kami? Apakah Fairy akan setuju kalau puisi ini akan ku jadikan lagu tentang aku dan dia?


__ADS_2