
Arnold melangkah di belakang Fairy, mengikuti gadis itu yang berjalan pulang menuju ke asramannya.
Saat datang ke perpustakaan tadi, Arnold memang tak membawa mobil. Sopirnya yang mengantar dia. Dan saat Fairy memutuskan untuk keluar dari dalam perpustakaan ketika hari beranjak gelap.
Fairy memilih ikut jalan belakang supaya menghindari bertemu dengan orang banyak. Jalan setapak ini memang kalau malam hari jarang dilalui orang karena hanya bisa bagi pejalan kaki.
Percakapan mereka di perpustakaan tadi tak dilanjutkan lagi. Arnold tak menjawab apapun ketika Fairy mengajukan persyaratan untuk bisa membangun hubungan dengannya hanya melalui pernikahan.
Arnold memandang punggung gadis itu. Rambutnya yang diikat satu nampak bergoyang lucu seiring dengan langkah kakinya yang dibalut sepatu kets putih. Entah mengapa, Arnold jagi gemas melihatnya. Ia mendekat, tangannya tiba-tiba saja menarik karet yang mengikat rambut Fairy, rambutnya yang halus, licin dan lurus itu langsung tergerai indah.
Fairy menghentikan langkahnya ia berbalik menatap Arnold dengan wajah bingung.
"Kenapa?" tanyanya sedikit protes sambil memegang rambutnya.
"Peri yang cantik itu selalu membiarkan rambutnya tergerai. Dan aku suka saat melihat rambutmu seperti ini!" kata Arnold lalu mengusap kepala Fairy dengan lembut.
Deg...!
Debaran itu kembali datang diikuti wajah merona yang tidak bisa disembunyikan lagi.
"Sampai di sini saja kau mengikuti aku, ya? Asramaku sudah dekat" kata Fairy.
Arnold mengangguk. Ia membalikan badannya untuk melangkah pergi, namun baru beberapa langkah ia berhenti dan kembali menatap Fairy "Apakah persyaratannya tidak dapat diganti lagi? Aku belum siap untuk menikah. Dan kau pun masih terlalu muda untuk masuk dalam kehidupan pernikahan."
"Kalau kau serius dengan perasaanmu padaku, kau pasti akan melakukannya"
"Fairy....aku tak bisa jika sehari saja tak meneleponmu, tak melihat wajahmu, apalagi tak bertemu denganmu. Waktu aku ke Jerman, ingin rasanya cepat-cepat pulang dan bertemu denganmu" kata Arnold dengan wajah memelas.
"Persyaratan ku hanya itu Arnold. Dan aku ingin memulainya besok. Besok tanggal 27 Juni berarti 27 Agustus baru kita bertemu lagi. Selamat malam, Arnold!" Fairy langsung membalikan badannya dan melangkah pergi. Arnold pun segera melanjutkan langkahnya, sambil menelepon sopir untuk menjemputnya.
Langkah Fairy terhenti melihat Cassie dan Willy yang berdiri tak jauh darinya.
Fairy tahu jika mereka pasti melihat Arnold.
"I...tu...Ar...nold Ma..nola kan?" tanya Cassie dengan suara yang seakan tersendat-sendat.
"Ya...." jawab Fairy.
"Oh...em...ji...!" dan Cassie pun pingsan.
**********
"Itu benar Arnold Manola kan?" tanya Cassie lagi begitu ia mulai sadar.
Willy dan Fairy membawa gadis itu ke dalam kamar asramanya. Kemudian Willy memberikan alkohol untuk membuat pacarnya itu sadar.
"Sayang...minum dulu air hangatnya dan kita akan mendengarkan penjelasan Fairy!" kata Willy. Ia menyodorkan gelas berisi air hangat.
Cassie langsung meminumnya sampai habis.
__ADS_1
"Katakan padaku, ada urusan apa Arnold Manola bertemu denganmu?" tanya Cassie lalu turun dari tempat tidurnya dan mendekati Fairy yang sedang berdiri di dekat jendela kamar.
"Dia menyatakan cinta padaku!" jawab Fairy tenang namun membuat Cassie kembali terperanjat.
"Apa? Berarti yang kemarin ku lihat itu adalah Arnold Manolakan? Seharusnya aku percaya sejak pertama kau menyebut nama itu. Lalu bagaimana kau bisa kenalan dengannya?" Cassie semakin penasaran.
Willy yang sudah mengenal karakter Fairy pun memilih untuk pergi.
"Sayang, aku pulang dulu ya...aku pikir ini adalah perbincangan khusus cewek" Kata Willy memberikan kecupan selamat malam pada Cassie, kemudian melambaikan tangannya pada Fairy.
"Good night!" ujarnya pada kedua gadis itu.
"Willy!" panggil Fairy sebelum cowok itu membuka pintu kamar.
Willy menoleh. Ia tersenyum melihat tatapan mata Fairy "Rahasiamu aman bersamaku!" kata Willy lalu segera keluar kamar.
Cassie menatap sahabatnya dengan tidak sabaran "Katakan padaku!"
Fairy pun menceritakan semuanya. Awal mula dia dan Arnold bertemu.
"Jadi yang kau maksudkan paman itu adalah Arnold Manola? Dia memberikanmu hp mahal ini? Ya amoun, Fairy, ini seperti cerita di film Fairy Garden"
"Film Fairy Garden?"
"Iya. Film itu sountrack lagunya dinyanyikan oleh Arnold. Ceritanya tentang seorang pangeran yang jatuh cinta pada seorang peri. Perikan kecil, jadi sang peri rela menukar kristal pelindungnya agar bisa menjadi manusia seukuran pangeran. Sayangnya kisah cinta mereka terhalang oleh perbedaan status sosial. Karena ketika menjadi manusia, peri itu hidup sebagai gadis miskin. Dia dan pangeran selalu bertemu secara sembunyi-sembunyi. Sampai akhirnya si peri hamil dan pangeran justru di jodohkan dengan putri raja dari kerjaan tetangga. Endingnya sih sedih karena peri kembali ke wujudnya semula demi menolong anaknya. Karena itulah sang pangeran membangun Fairy Garden agar sang peri bisa melihat anaknya meskipun dari jauh. Katanya Fairy Garden itu sungguh ada" kata Cassie panjang lebar.
"Aku sudah pernah ke sana" kata Fairy.
"Ya. Arnold bahkan mencium aku di sana"
Cassie merasa lututnya menjadi lemah. Ia ingin pingsan lagi rasanya.
"Arnold....sudah menciummu?" tanyanya sambil berpegangan pada sandaran kursi yang ada di depannya.
"Ya. Kami sudah dua kali berciuman. Di Fairy garden dan didalam perpustakaan"
Cassie menggelengkan kepalanya. Ia seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya, namun ia tahu kalau Fairy tak mungkin bohong.
"Apakah kalian sudah jadian?"
"Aku menolak cintanya!" jawab Fairy dengan nada ringan membuat Cassie harus terbelalak untuk yang kesekian kalinya.
"Mengapa kau menolak Arnold? Apakah kau sudah gila?"
"Tidak. Aku justru waras karena menolak cintanya. Aku yakin kalau Arnold hanya terobsesi denganku sebab aku satu-satunya cewek yang tidak mengenalnya sebagai penyanyi terkenal. Aku bahkan sangat yakin kalau suatu saat nanti, Arnold akan merasa bosan denganku dan kembali lagi melirik gadis yang sederajat dengannya. Dan aku tak mau patah hati pada pengalaman cinta pertamaku." kata Fairy sambil tertunduk sedih.
"Aku mendukungmu sobat walaupun aku sedikit menyesal karena kau menolak seorang Arnold Manola. Tapi bagaimana kalau dia setuju dan menikahimu?"
Fairy tertawa "Justru karena aku yakin itu sesuatu yang mustahil sehingga aku mengajukan persyaratan yang sedikit gila itu. Seandainya kau melihat mimik wajah Arnold saat mendengar persyaratanku itu, dia terlihat sangat frustasi. Pria seperti mereka tentu belum ingin terikat dengan yang namanya pernikahan"
__ADS_1
"Ya. Kau benar juga. Karir Arnold sedang berada di puncak saat ini. Jadi dia pasti takan mau menikah denganmu."
Fairy membuka bajunya, lalu melangkah ke kamar mandi. Ia merasa perlu untuk mendinginkan kepalanya agar bisa tidur nyenyak malam ini dan melupakan Arnold.
*************
Ezekiel menatap sepupunya yang nampak gelisah. Sejak pagi, Arnold memang sudah berada di ruang kerjanya. Pada hal hari ini tidak ada rapat pemegang saham.
Joe yang sedang bekerja dengan Ezekiel pun ikut menatap heran ke arah Arnold.
"Kamu sedang ada masalah?" tanya Ezekiel tanpa basa-basi.
"Ya"
"Masalahmu apa?"
"Fairy!"
"Ada apa lagi dengan gadis itu? Sudahlah kalau memang dia menolakmu itu justru bagus untukmu kan? Aku tak dapat membayangkan skandal yang akan terjadi. Pasti beritanya akan sangat menarik, Arnold Manola, putus dengan Amelia Alba dan kecantol dengan gadis pelayan restauran siap saji."
Arnold menatap kurang suka pada sepupunya itu.
"Maaf, aku bukannya menghina status sosial gadis itu hanya saja, Amelia akan tertawa melihatmu bersama dia." kata Ezekiel sambil melangkah dan duduk di depan sepupunya itu.
"Tapi dia memang gadis yang cantik!" kata Joe membuat Ezekiel dan Arnold menatapnya.
"Dari mana kau tahu?" tanya Arnold
"Tuan kan meminta saya untuk menyelidiki gadis itu jadi aku harus melihatnya. Dan dalam 2 kali pertemuan, aku bisa memahami mengapa tuan menyukainya. Aku saja suka dengan dia" kata Joe.
"Joe...kamu mau mencari masalah denganku?" pekik Arnold dengan wajah marah.
Ezekiel terkejut melihat reaksi saudaranya itu. Arnold yang terkenal sebagai cowok manis dan lembut bisa marah saat gadisnya dikagumi oleh orang lain? Apakah Arnold sungguh jatuh cinta pada gadis itu?
"Tuan...menyukaikan bukan berarti mencintai. Aku kagum saja padanya karena dia gadis pintar dan sangat mandiri. Aku sudah menyelidikinya bahwa di kampus banyak cowok yang menyukainya" kata Joe lalu duduk di samping Ezekiel.
"Dia mengajukan persyaratan bahwa jika aku serius dengannya, maka aku harus menikahinya"
"Apa? Jangan Arnold! Karena dia akan menjebakmu!" kata Ezekiel dengan nada khawatir.
"Tidak tuan. Dia sengaja mengajukan syarat itu agar kau menjauh darinya. Dia tahu kalau kau tak mungkin menikahinya. Dia menolakmu dengan cara yang sangat luar biasa menurutku" imbuh Joe membuat Arnold dan Ezekiel sama-sama memandangnya. Joe sangat pintar dan Ezekiel tidak pernah ragu dengan kemampuan analisa sekretarisnya itu.
"Jadi, apa keputusanmu?" tanya Ezekiel sambil menatap sepupunya itu.
"Mungkin aku harus melupakan keinginanku untuk memiliki gadis. Aku belum siap untuk menikah" kata Arnold frustasi sambil mengacak rambutnya kasar.
Haruskah Arnold menyerah?
Ataukah Arnold punya cara lain untuk menaklukan Fairy??
__ADS_1
MAKASI SUDAH BACA PART INI
JANGAN LUPA LIKE, KOMENT DAN VOTE