SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Perasaan Ingin Memiliki


__ADS_3

Senyum manis di wajah tampan bocah itu langsung mengembang saat melihat Arnold.


"Uncle...!" Mike mengulurkan tangannya.


"Hallo sayang...!" Arnold memegang tangan Mike. Di kecupnya punggung tangan Mike.


"Paman, apakah aku tak bisa ikut lomba lagi?"


"Bisa sayang. Kan Mike langsung masuk semifinal. Semifinalnya masih 3 minggu lagi. Paman yakin kalau Mike akan cepat sembuh."


Mike tetap memegang tangan Arnold. "Paman, mommy nggak mengijinkan Mike menemui paman. Makanya Mike diam-diam keluar rumah dan mencari paman."


Arnold menatap Linda. Perempuan itu hanya tersenyum memandang putranya. "Kau boleh ke rumah paman kapanpun kau mau asalkan tidak menganggu pekerjaan paman."


"Asyik...., kau dengar itu paman? Mommy mengijinkan aku." Kata Mike dengan mata yang berbinar bahagia.


Arnold membelai tangan Mike yang ada digenggamannya. Entah mengapa ada perasaan sayang yang muncul di hati Arnold. Ia sungguh menyukai anak ini. Dan Mike sepertinya sangat suka bersama Arnold. Semua yang ada di diri Mike sangat disukai oleh Arnold.


Setelah puas menemani Mike sampai akhirnya anak itu tertidur, Arnold pun berniat untuk pulang. Namun ada satu pertanyaan yang ingin Arnold tanyakan pada Linda.


"Nyonya Linda, kalau boleh saya tahu mengapa kamu melarang Mike untuk bertemu denganku? Hari itu juga di rumahku, kamu langsung membawa Mike pulang saat ia menanyakan kenapa foto masa kecilku sama dengannya. Aku merasa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku."


Linda berusaha tersenyum menutupi rasa gugup yang hampir terbaca di matanya. "Tuan Arnold, aku tak ingin Mike terlanjur sayang padamu sementara pekerjaanku di London ini akan berakhir 3 bulan lagi. Mungkin karena Mike sangat merindukan sosok seorang ayah sehingga ia begitu suka dengan perhatianmu. Dan mengenai kesamaan wajah antara foto masa kecilmu dan Mike, aku rasa itu hanya kebetulan saja. Tahulah anak-anak, wajahnya suka berubah-ubah."


Arnold mengangguk. "Biarkan Mike dekat denganku. Aku memang terlanjur jatuh cinta padanya."


"Terima kasih sudah menyayangi anakku. Namun sebaiknya kalian tak bisa saling dekat. Karena aku tak mau saat kami akan meninggalkan London ini kalian akan sulit untuk berpisah."


"Memangnya kalian tak bisa tinggal di sini terus?"


Linda menggeleng. "Aku akan menikah dengan kekasihku tahun depan. Jadi aku harus tinggal di Indonesia."


Arnold menarik napas panjang. "Baiklah. Tapi, aku boleh datang lagi untuk melihat Mike kan?"


"Tentu saja."


Arnold pun meninggalkan rumah sakit dengan perasaan yang galau. Ia tak tahu perasaan apa yang tumbuh didalam hatinya terhadap Mike. Anak kecil ini sungguh membuatnya selalu ingin bertemu. Perasaan sayang yang tumbuh seolah-olah Mike adalah bagian dari Arnold.


***********


Jam 5 sore, Arnold sudah berada di apartemennya. Ia baru saja mengisi acara di sebuah perayaan ulang tahun salah satu stasiun TV swasta. Setelah menyanyikan 2 buah lagu, Arnold bergegas pulang ke apartemennya karena para wartawan mulai mengejarnya sehubungan dengan berita kedekatannya dengan Mike.


"Kau pulanglah, Noah. Malam ini aku akan tidur di apartemen. Oh ya, carilah satu asisten lagi yang seperti Susan." Kata Arnold. Ia tahu Noah sering kewalahan mengatur jadwal dan seluruh kebutuhannya semenjak Susan menikah dengan Keyri. Pria yang sudah lama dicintainya.


"Baik, bos." Kata Noah lalu mulai membereskan tasnya. Saat ia akan melanglah, ia tampak ragu hendak mengutarakan sesuatu pada Arnold.


Arnold yang baru selesai mandi menatap Noah sambil mengeringkan rambutnya.


"Ada apa, Noah?"


"Eh, mungkin pemikiranku ini agak aneh, bos. Namun aku rasa tak mengapa jika bos mau mencobanya."

__ADS_1


"Apa itu?"


"Ini mengenai Mike. Aku merasa bahwa dia seperti ada hubungannya dengan bos. Wajahnya sangat mirip dengan wajah bos waktu seumuran dia..Golongan darahnya juga sama. Anak itu begitu suka dengan bos begitu juga bos kelihatannya sangat tertarik dengan anak itu. Mengapa bos tidak melakukan tes DNA untuk melihat kemungkinan kalau Mike itu adalah anak bos?"


Arnold tertawa. "Noah, kamu mungkin terlalu lelah mengurusku sampai lupa kalau aku tak pernah punya hubungan dengan gadis manapun selama 7 tahun ini selain dengan Fairy. Aku tak pernah sembarangan menebar benih pada perempuan-perempuan lain sebelum Fairy hadir dalam hidupku. Kecuali dengan putri Belinda. Kami sudah dua kali berhubungan dan aku tak memakai pengaman."


"Oh.....bos dan putri Belinda?" Noah tampak kaget.


"Aku begitu terpesona padanya. Bukan karena wajahnya mirip Fairy namun ada sesuatu dalam dirinya yang membuat aku tergila-gila."


"Apa mungkin Putri Belinda itu adalah nona Fairy? Atau mamanya Mike adalah nona Fairy?"


"Noah, itu sesuatu yang mustahil. Koper Fairy ditemukan dalam pesawat naas itu. Rekaman CCTV menunjukan bahwa Fairy masuk ke gerbang tempat pesawat itu berada. Tak ada tanda-tanda kalau dia keluar lagi. Aku memang awalnya masih ragu. Namun saat melihat kesedihan oma Anna, aku yakin kalau Fairy memang telah meningbal. Lagi pula Putri Belinda badannya lebih tinggi dari Fairy. Dan Linda mamanya Mike, kulitnya agak lebih gelap dari Fairy." Arnold duduk di sofa. Ia memijat dahinya. "Noah, tolong pijat kepalaku sebentar. Aku merasa pusing dengan pembicaraan ini.


"Maafkan aku, bos." Noah yang sudah bersiap pergi segera mendekati Arnold. Ia memijat kepala Arnold dengan sangat lembut.


"Noah, aku sudah menerima kenyataan tentang kematian Fairy. Memang, dulu Fairy pernah hamil. Namun dia mengugurkannya. Karena waktu itu baik aku maupun Fairy sama-sama belum siap memiliki anak. Aku memang menyesali semua itu. Seandainya waktu dapat diputar kembali, aku pasti akan memintanya untuk mempertahankan kehamilan itu. Karena memiliki anak adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Aku melihat Ezekiel, Joe, dan teman baikku Edward begitu berbahagia saat memiliki anak." Arnold memejamkan matanya, menikmati pijatan Noah di kepalanya.


Tak lama kemudian, Arnold pun tertidur.


**********


Bunyi handphone Arnold membangunkan pria tampan itu dari tidurnya. Matanya menatap jam dinding yang sudah menunjukan pukul 9 malam. Arnold meraih ponselnya itu dan melihat ada pesan gambar dari Ezekiel.


Mata Arnold yang masih mengantuk langsung terbuka lebar saat melihat gambar yang dikirimkan oleh sepupunya itu. Robert sedang duduk di ruangan VVIP sebuah club malam. Ada perempuan yang sedang duduk dipangkuannya. Dan Arnold semakin terkejut saat menyadari kalau perempuan itu ternyata Amelia, mantan pacarnya. Keduanya tampak berciuman dengan sangat mesra.


Ezekiel menelepon Arnold. "Kau sudah lihat fotonya?"


"Ya. Aku tak menyangka kalau mantan pacarmu itu berselingkuh dengan Robert. Mereka ada di club nya Ben. Sekarang malahan keduanya sudah hampir bugil."


"Kau ada di club?"


"Ya. Ini masih terlalu sore dan keduanya sudah tak tahan untuk saling menyatu. Sekarang giliranmu untuk berjuang mendapatkan Belinda."


"Thanks, dude." Arnold memutuskan sambungan telepon dengan Ezekiel dan dia segera menghubungi Belinda. Dua kali dihubungi barulah Belinda menerima panggilannya.


"Hallo..." Sapa Belinda sedikit ketus.


"Bukankah aku memintamu untuk datang ke apartemenku?"


"Aku tak bisa, Arnold. Aku sedang bersama Robert."


"Jangan bohong! Robert sedang bersama Amelia Alba sekarang di salah satu club malam milik Ben Aslon."


"Arnold....!"


"Datang sekarang, Bel. Atau aku akan menjemputmu. Walaupun kau tak mengatakan dimana kau berada tapi percayalah, aku bisa menemukan keberadaanmu. Aku tak peduli dengan skandal apa yang akan terjadi."


"Baiklah, tunggu 30 menit lagi." Belinda langsung memutuskan sambungan telepon. Arnold tersenyum senang. Ia segera keluar kamar. Di lihatnya ada makan malam yang tersedia di atas meja. Noah pasti yang menyediakannya. Sambil menunggu Belinda, Arnold pun menikmati makanan itu karena memang ia sudah sangat lapar.


Satu jam hampir berlalu, Belinda menelepon Arnold, memintanya untuk membuka akses pintu yang ada di lantai 10. Gadis itu memilih aman dengan tak mengikuti lobby utama. Arnold langsung menekan tombol biru yang ada di samping pintu apartemennya. Lalu membuka pintu depan dan menunggu Belinda.

__ADS_1


Tak lama kemudian, gadis berambut caramel itu muncul dengan wajah yang sedikit cemberut. Ia segera masuk tanpa menyapa Arnold dan langsung duduk di sofa sambil bersedekap.


"Apa maumu?" Tanya Belinda saat Arnold sudah duduk di sampingnya.


"Apakah kau akan mempertahankan hubunganmu dengan Robert sementara dia berselingkuh dengan Amelia?"


"Apa bedanya dengan kita? Aku juga adalah tunangan Robert tapi tidur denganmu!" Sahut Belinda ketus sambil membuang muka. Ia tak berani bertatapan dengan Arnold.


"Kisah kita berbeda, Bel. Aku memang sungguh-sungguh mencintaimu. Aku mau menikah denganmu. Ada sesuatu didalam dirimu yang membuat aku sangat ingin bersamamu." Kata Arnold sambil membelai wajah Belinda.


"Jangan seperti ini, Ar. Apapun yang terjadi, aku memang harus menikah dengan Robert. Biarlah sekarang dia bersenang-senang dengan Amelia, itu juga terjadi karena aku yang belum siap tidur dengannya. Dia juga kan lelaki normal."


Arnold tersenyum. "Kau belum tidur dengan Robert pada hal sudah bertunangan dengannya selama 2 tahun?"


Belinda menyesali dirinya yang keceplosan bicara. Ia tak tahu bagaimana harus menanggapinya.


"Lalu mengapa denganku kau mau?" Tanya Arnold membuat wajah Belinda menjadi merah.


"Kau memaksaku!" Belinda menjauh dari Arnold namun cowok itu kembali mendekatinya.


"Benarkah aku memaksamu? Lalu apa artinya tanganmu yang memelukku sambil mengeluarkan desahan..."


"Arnold!" Belinda langsung menutup mulut Arnold dengan tangannya.


Arnold menurunkan tangan Belinda dengan lembut. Ibu jarinya kembali membelai pipi Belinda. "Kau mencintaiku, Bel. Kita saling jatuh cinta sejak pertama bertemu. Jangan sembunyikan perasaanmu padaku."


"Aku harus menikah dengan Robert. Aku tak bisa membatalkannya."


"Kita akan membatalkannya. Karena kita saling mencintai."


"Kau tidak tahu bagaimana aturan di Kerajaanku, Ar. Aku tak bisa." Belinda berusaha menolak Arnold. Tangannya begitu kuat mendorong dada Arnold. Namun cowok itu seakan tak ingin terbantahkan. Dengan sekali dorong, ia sudah menjatuhkan tubuh Belinda hingga tertidur di sofa. "Kau milikku!" Kata Arnold dengan suara parau. Ia kembali mencium, membelai dan merayu Belinda dengan segala keahliannya sehingga gadis itu tak mampu menolak pesona sang penyanyi yang tampan itu.


***********


Di salah satu rumah sakit....


Noah meletakkan dua helai rambut. "Tolong periksa apakah kedua helai rambut ini bisa membuktikan bahwa pemiliknya adalah Ayah dan anak. Aku akan membayar berapapun harga yang kau minta. Jika memang keduanya cocok sebagai ayah dan anak, aku juga memintamu untuk menutup mulutmu dengan uang yang akan kuberikan padamu."


"Baik, bos. Siapa pemilik dua helai rambut ini?"


"Arnold Manola dan Mike Manola."


"Kenapa namanya sama?"


"Aku tak tahu nama lengkap bocah itu. Jadi sebut saja namanya begitu."


"Siap, bos!"


So, bagaimana kisah selanjutnya???


Apakah ada kesamaan genetik dari hasil pemeriksaab Noah?

__ADS_1


Dukung aku terus ya.....guys....


__ADS_2